6 Trik Kelola Keuangan Tetap Sehat Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi

Merdeka.com - Merdeka.com - Tinggal menghitung hari menuju tahun 2023. Tahun yang diramalkan banyak pihak akan terjadi resesi ekonomi global. Banyak negara diperkirakan masuk jurang resesi sebagai dampak lanjutan dari pandemi Covid-19 hingga perang Rusia dengan Ukraina.

Sebagaimana diketahui, resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan dalam jangka waktu yang panjang. Dampaknya tak hanya dirasakan pemerintah, melainkan hingga ke masyarakat.

Banyak orang terancam kehilangan pekerjaannya dan lapangan kerja makin sulit. Harga-harga akan melonjak naik namun tidak diiringi dengan kenaikan gaji atau pendapatan.

Untuk menghadapi gelapnya ekonomi global tahun depan, perlu persiapan sejak dini. Walau tinggal beberapa hari, namun selagi ada kesempatan seharusnya bisa dimanfaatkan.

Berikut ini beberapa tips yang dihimpun merdeka.com untuk mengatur keuangan ketika resesi datang.

1. Mencatat Pengeluaran

Di waktu yang singkat ini, bisa dimulai dengan melakukan pencatatan keuangan. Beberapa hal yang perlu dicatat antara lain pemasukan, pengeluaran, investasi dan layanan kesehatan.

Pencatatan anggaran keuangan ini memang terlihat sepele namun perannya sangat penting. Melakukan pencatatan bisa menjadi cara menentukan skala prioritas. Pengeluaran apa saja yang memang sangat dibutuhkan atau bisa ditunda.

2. Memiliki Dana Darurat

Dana darurat menjadi hal yang penting ketika ada ancaman resesi ekonomi. Sedikit lebih lega bagi Anda yang sudah memiliki tabungan untuk dana darurat.

Sebaliknya bagi Anda yang belum memiliki dana darurat sebaiknya segera siapkan sebelum terlambat. Minimal tabungan dana darurat jumlahnya 6 kali dari pengeluaran bulanan.

3. Menghindari Utang

Ketika ekonomi penuh dengan ketidakpastian, sudah seharusnya Anda menghindari utang baru. Jangan sampai tergoda kemudahan mendapatkan pinjaman membuat Anda membeli barang yang sebenarnya belum menjadi prioritas.

Dalam mengelola keuangan sebaikya menghindari segala jenis utang apapun bentuknya. Selain karena bunga pinjaman yang tidak murah, Anda perlu membayar utang baik dengan cara dicicil maupun sekali bayar. Terlebih jika belum berpengalaman memiliki utang.

Kondisi ekonomi yang menghadapi resesi akan membuat Anda makin sulit dalam mengelola keuangan. Sebab pendapatan cenderung stagnan tetapi pengeluaran berpotensi bengkak. Makanya, sebisa mungkin memiliki utang atau segera selesaikan utang yang masih ada.

4. Membuat Skala Prioritas Kebutuhan

Membuat skala prioritas menjadi hal penting yang perlu dilakukan saat ada ancaman resesi ekonomi. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Namun dari berbagai kebutuhan tersebut sebenarnya ada skala prioritasnya. Sehingga bisa menentukan mana yang memang harus diutamakan dan kebutuhan yang perlu ditunda.

5. Investasi

Memiliki investasi sangat berguna ketika dihadapkan dalam kondisi ekonomi global. Ada beragam cara untuk berinvestasi, mulai dari menabung emas atau saham kepada sebuah instansi atau perusahaan terpercaya.

Sebenarnya investasi ini sama halnya seperti menabung. Bedanya dengan menabung, nominal uang yang diinvestasikan bisa bertambah atau minimal terjaga secara nilainya.

Maka dengan kondisi keuangan yang baik dan investasi yang selalu berjalan dengan lancar, Anda tentu akan bisa merealisasikan kehidupan yang sempurna di masa depan nanti.

6. Memiliki Tujuan Hidup

Bagi sebagian orang memiliki tujuan hidup menjadi sangat penting. Sementara sebagian orang lainnya memilih menjalani hidup yang mengalir apa adanya.

Memang, rencana dan tujuan hidup memang terlihat abu-abu. Namun apa pun yang terjadi di masa depan nanti, rencana atau tujuan hidup tetap harus kamu miliki.

Dalam memulai langkah ke depan, Anda akan dipertemukan dengan berbagai kondisi yang beragam. Oleh karena itu, ada baiknya rencana dan tujuan hidup ke depannya mulai disusun sejak awal. Salah satunya, rencana manajemen keuangan yang lebih baik bisa mulai dilakukan sejak hari ini untuk masa depan yang lebih gemilang. [idr]