6 Tujuan Audit Secara Umum, Kenali Jenis-Jenisnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tujuan audit sangat penting diketahui. Audit merupakan kegiatan yang dilakukan oleh profesional untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang ditetapkan. Orang yang melakukan audit disebut dengan auditor.

Setiap auditor harus mengetahui tujuan audit yang dilakukannya. Tujuan audit biasanya dipraktikkan dalam manajemen sebuah perusahaan. Ada beberapa jenis audit yang biasa dilakukan.

Selain keuangan, tujuan audit biasa diterapkan pada bagian kesekretariatan dan kepatuhan, kontrol internal, manajemen kualitas, manajemen proyek, dan banyak lagi.

Tujuan audit bisa membantu menganalisa dan meneliti perkembangan sebuah perusahaan. Tujuan audit bisa memberikan jaminan pihak ketiga kepada berbagai pemangku kepentingan bahwa materi bebas dari kesalahan.

Berikut ulasan mengenai tujuan audit secara umum, pengertian, dan jenis-jenisnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (4/11/2020).

Mengenal kegiatan audit

Ilustrasi Bekerja di Kantor Credit: pexels.com/Christina
Ilustrasi Bekerja di Kantor Credit: pexels.com/Christina

Audit adalah aktivitas pengumpulan dan pemeriksaan bukti terkait suatu informasi. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat laporan tentang tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang ditetapkan.

Orang yang bertugas melakukan proses audit adalah auditor. Audit harus dilakukan oleh seseorang yang kompeten dan independen. Auditor mempersepsikan dan mengenali proposisi di hadapan mereka untuk diperiksa, memperoleh bukti, mengevaluasi hal yang sama dan merumuskan opini berdasarkan penilaian mereka yang dikomunikasikan melalui laporan audit.

Pengertian audit menurut para ahli

Ilustrasi Bekerja di Kantor Credit: pexels.com/Christina
Ilustrasi Bekerja di Kantor Credit: pexels.com/Christina

Mulyadi (2002)

Auditing adalah proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif atas tuduhan kegiatan ekonomi dan kegiatan dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara laporan dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil kepada pengguna yang bersangkutan.

Arens dan Loebbecke (2003)

Auditing sebagai proses pengumpulan dan evaluasi bukti informasi yang dapat diukur pada suatu entitas ekonomi yang membuat kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan informasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Audit harus dilakukan oleh independen dan kompeten.

Sawyer (2005)

Audit adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor (orang yang melakukan audit) terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.

Tujuan audit

IlustrasiTujuan audit  Credit: pexels.com/pixabay
IlustrasiTujuan audit Credit: pexels.com/pixabay

Memastikan kelengkapan

Tujuan audit yang pertama adalah memastikan kelengkapan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Audit diperlukan untuk memastikan bahwa semua transaksi yang terjadi telah dicatat atau dimasukkan ke dalam jurnal dengan segala kelengkapannya.

Memastikan ketepatan

Audit bertujuan memastikan semua berjalan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku. Ini temasuk transaksi didokumentasikan dengan baik, perhitungan yang benar, jumlah yang tepat, dan pengklasifikasian berdasarkan jenis transaksi.

Memastikan eksistensi

Tujuan audit adalah memastikan eksistensi atau keberadaan semua harta dan kewajiban yang dimiliki perusahaan sesuai tanggal tertentu. Dengan kata lain, semua transaksi yang dicatat sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

Tujuan audit

Ilustrasi bekerja. (iStockphoto)
Ilustrasi bekerja. (iStockphoto)

Membuat penilaian

Tujuan audit selanjutnya adalah membuat sebuah pemilaian. Audit berguna untuk melaporkan bahwa semua aturandan prinsip yang berlaku umum telah diaplikasikan dengan benar.

Membuat klasifikasi

Audit juga bertujuan untuk memastikan kegiatan baik itu transaksi atau operasional di klasifikasikan sesuai aturan yang berlaku.

Membuat cut-off

Tujuan audit yang tak kalah penting adalah memastikan bahwa semua transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat dalam periode yang sesuai.

Jenis-jenis audit berdasarkan objeknya

Ilustrasi bekerja (pixabay.com)
Ilustrasi bekerja (pixabay.com)

Audit Operasional

Audit aperasional adalah kegiatan audit yang berfokus pada pemeriksaan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Bukti yang dikumpulkan terkait dengan operasional perusahaan akan dibandingkan dengan standar atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Hasil dari audit yang dilakukan berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak perusahaan.

Audit Ketaatan

Audit ketaatan merupakan audit yang bertujuan untuk menentukan tingkat kepatuhan auditee terhadap peraturan, prosedur, atau regulasi yang ditetapkan. Hasil dari audit kepatuhan ini akan dilaporkan kepada pihak manajemen sebagai pihak utama yang terkait dengan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap prosedur dan regulasi.

Audit Laporan Keuangan

Audit laporan keuangan merupakan jenis audit yang paling sering dilakukan. Dalam audit ini auditor berfokus untuk menentukan tingkat kewajaran dan tingkat kesesuaian antara laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku seperti PSAK, IFRS dan GAAP. Tingkat kewajaran laporan keuangan ditentukan berdasarkan buktibukti yang dikumpulkan oleh auditor. Hasil audit terhadap tingkat kewajaran laporan keuangan tersebut dituangkan dalam laporan audit yang berisi opini audit dari auditor.

Jenis-jenis audit berdasarkan auditornya

ilustrasi kantor | pexels.com/@rebrand-cities-581004
ilustrasi kantor | pexels.com/@rebrand-cities-581004

Audit Eksternal

Audit eksternal merupakan audit yang dilakukan oleh pihak luar untuk membantu dalam menghilangkan bias dalam meninjau keadaan keuangan perusahaan. Perbedaan terbesar antara audit internal dan eksternal adalah konsep independensi.

Ketika audit dilakukan oleh pihak ketiga, opini auditor yang dihasilkan atas item yang diaudit (keuangan perusahaan, pengendalian internal, atau sistem) dapat jujur ​​tanpa memengaruhi hubungan kerja sehari-hari dalam perusahaan.

Audit internal

Auditor internal dipekerjakan oleh perusahaan atau organisasi tempat mereka melakukan audit, dan laporan audit yang dihasilkan diberikan langsung kepada manajemen dan dewan direksi. Auditor konsultan, meskipun tidak dipekerjakan secara internal, menggunakan standar perusahaan yang mereka audit sebagai kebalikan dari serangkaian standar terpisah.

Hasil audit internal digunakan untuk melakukan perubahan manajerial dan perbaikan pengendalian internal. Tujuan dari audit internal adalah untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan dan untuk membantu menjaga pelaporan keuangan dan pengumpulan data yang akurat dan tepat waktu.