6 Tujuan Proposal, Jenis, Format, dan Cara Membuatnya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Tujuan proposal yang paling utama adalah mendapat dana, dukungan, dan perizinan. Proposal bukan sekadar rancangan kegiatan. Berdasarkan tujuan proposal, pembuatannya harus sangat rinci dan sistematis.

Proposal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rencana yang dituangkan dalam rancangan kerja. Dalam bahasa Inggris, proposal berasal dari istilah “to propose” yang artinya mengajukan. Format proposal ada formal, semi formal, dan non-formal.

Bukan cuma untuk urusan bisnis dan kegiatan keorganisasian. Jenis-jenis proposal meliputi penelitian, proyek, kegiatan, sampai bisnis. Apapun jenisnya, tujuan proposal masih tetap sama, yakni untuk mengajukan sebuah rencana yang rinci dan sistematis.

Berikut Liputan6.com ulas tujuan proposal, jenis, format, dan cara membuatnya dari berbagai sumber, Rabu (31/3/2021).

Tujuan Proposal

Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Tujuan proposal yang paling inti adalah mendapat bantuan dana, mendapat dukungan, sampai mendapat perizinan. Dari ketiga tujuan proposal tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Tujuan proposal adalah untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan sosial, politik, ekonomi, budaya, agama, dan lain-lain.

2. Tujuan proposal adalah untuk mendirikan suatu usaha, baik usaha kecil, menengah, ataupun besar.

3. Tujuan proposal adalah untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.

4. Tujuan proposal adalah untuk memberikan informasi detail tentang suatu kegiatan ketika mengajukan dana, misalnya perayaan, seminar, pelatihan, dan lainnya.

5. Tujuan proposal adalah untuk mengarahkan panitia dalam menjalan kepanitiaan.

6. Tujuan proposal adalah untuk meyakinkan para donatur agar memberikan dukungan material maupun finansial pada kegiatan yang akan dilaksanakan.

Mengenal Proposal Lebih Jauh

Ilustrasi Menulis. Credit: unsplash.com/Corrine
Ilustrasi Menulis. Credit: unsplash.com/Corrine

Proposal adalah bentuk usulan tertulis untuk melakukan suatu kegiatan. Proposal biasa ditujukan kepada pihak-pihak yang ada hubungannya dengan kegiatan tersebut. Kata proposal sendiri berasal dari bahasa Inggris “to propose” yang artinya mengajukan.

Para ahli menyebut proposal sebagai sebuah susunan rencana. Dalam sebuah proposal adalah berisi saran, permintaan kepada seseorang atau badan untuk mengerjakan suatu pekerjaan.

Berdasarkan pengertian proposal tersebut, tujuan proposal dapat dimengerti lebih jauh. Tujuan proposal memuat suatu rancangan kegiatan atau kerja. Penyusunannya sistematis dan terperinci, sesuai standar yang berlaku untuk diajukan kepada pihak yang dikehendaki.

Proposal Menurut Para Ahli

Ilustrasi menulis. Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi menulis. Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

Rieefky

Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar.

Hasnun Anwar

Proposal adalah rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu.

Jay

Proposal adalah alat bantu manajemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara efisien.

Hadi

Proposal adalah suatu usulan terstruktur untuk agenda kerja sama bisnis antarlembaga, perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecahan masalah.

Keraf

Proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.

Jenis-Jenis Proposal

Ilustrasi Menulis. Credit: unsplash.com/foto
Ilustrasi Menulis. Credit: unsplash.com/foto

Proposal Penelitian

Proposal yang umumnya digunakan pada bidang akademisi. Misalnya, proposal penelitian untuk skripsi, tesis, dan lainnya. Proposal ini diajukan sebagai kegiatan penelitian.

Proposal Kegiatan

Proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Proposal ini biasanya berisi rencana kegiatan baik individu maupun kelompok. Contohnya, pentas seni dan pameran.

Proposal Bisnis

Proposal yang berhubungan dengan bisnis, baik perorangan maupun kelompok. Misalnya, proposal mendirikan suatu usaha, proposal kerja sama antarperusahaan, dan lainnya.

Proposal Proyek

Proposal yang digunakan pada dunia bisnis, di mana isi proposal ini adalah rangkaian rencana kegiatan pembangunan.

Format Proposal

Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)

Proposal Formal

Proposal formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:

1. Bagian pendahuluan terdiri dari, sampul dan halaman judul, kata pengantar, ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan.

2. Bagian isi terdiri atas, latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar, metodologi, fasilitas, personalia, keuntungan dan kerugian, waktu, hingga biaya.

3. Bagian penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan lainnya.

Proposal Semi Formal

Proposal semi formal umumnya tidak lengkap seperti proposal formal, namun masih berbentuk baku. Biasanya disampaikan hanya dalam bentuk surat. Proposal semi formal biasanya berisikan informasi mengenai masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

Proposal Non Formal

Proposal non formal hampir sama dengan proposal semi formal dan disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat. Proposal non formal berisi, seperti masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

Cara Membuat Proposal

Ilustrasi Menulis. Credit: pexels.com/Ylanite
Ilustrasi Menulis. Credit: pexels.com/Ylanite

1. Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan ini, merupakan bagian pengenalan. Jadi kamu sebisa mungkin menguraikan bagaimana latar belakang usaha yang akan kamu dirikan. Selain itu, kamu juga perlu menuliskan visi dan juga misi dari usaha yang akan kamu dirikan.

2. Profil badan usaha

Dalam profil badan usaha ini kamu perlu menuliskan jenis usaha, nama perusahaan serta lokasi usaha.

- Jenis Usaha: Kamu bisa menjelaskan jenis usaha yang akan kamu dirikan pada bagian ini. Namun yang perlu kamu ketahui, saat menuliskan jenis usaha kamu harus menuliskannya dengan singkat, padat dan juga jelas.

- Nama perusahaan: Memilih nama perusahaan ini akan menjadi brand pada produk yang kamu hasilkan. Sehingga lebih untuk memilih nama perusahaan yang mudah diingat oleh calon pelanggan kamu.

- Lokasi: Pemilihan lokasi bagi perusahaan atau sebuah usaha merupakan hal yang penting juga. Karena lokasi yang tepat bisa mendukung bagaimana usaha yang kamu jalani berjalan.

3. Struktur organisasi perusahaan

Jika usaha yang kamu buat telah memiliki sistem menajerial yang baik, maka kamu bisa menuliskan pemilik usaha, pengelola, marketing, dan lain sebagainya.

Namun meski pun sistem manajerial perusahaan kamu belum berjalan dengan baik, kamu tetap perlu menuliskannya. Karena bagaimanapun calon investor tetap perlu mengetahui siapa pemilik dari perusahaan tersebut atau sistem apa yang dimiliki. Apakah sistem kerjasama franchise atau milik pribadi.

4. Produk Usaha

Pada bagian ini kamu perlu menuliskan jenis produk, pembuatan produk serta keunggulan dari produk yang kamu miliki.

- Jenis produk: Jika kamu tidak mengetahui atau memiliki produk apa yang akan kamu pasarkan, tentu saja usaha yang akan kamu jalankan tidak bisa dilakukan. Maka dari itu, kamu perlu menyebutkan dan juga menjelaskan jenis produk apa yang akan kamu pasarkan.

- Pembuatan produk: Pada tahap ini sebaiknya kamu menjelaskan secara rinci bagaimana cara pembuatan produk yang dihasilkan dari perusahaan kamu.

- Keunggulan produk: Tentu saja setiap produk yang akan dijual harus memiliki keunggulan dari merek lainnya. Untuk ini menuliskan keunggulan produk dari perusahaan kamu di bandingkan dengan perusahaan lain pun perlu kamu lakukan.

5. Target Pasar

Dalam sebuah proposal, kamu juga perlu menuliskan target pasar yang akan kamu buat. Seperti daerah mana, umur dan juga kelas mana yang menjadi sasaran produk yang kamu produksi.

6. Promosi dan pemasaran

Pada proposal kamu pun harus menjelaskan mengenai strategi promosi dan pemasaran apa yang akan kamu lakukan untuk menjual produk. Tentu saja promosi yang kamu lakukan nantinya harus bisa digunakan untuk mengambangan usaha yang kamu jalani.

7. Laporan keuangan

Pada bagian laporan keuangan di proposal, kamu perlu menuliskan alokasi dana, perhitungan laba, serta perhitungan bagi hasil yang akan kamu lakukan. Tentu saja hal ini dilakukan secara realistis, karena semua usaha yang dibuat memiliki resiko masing-masing.

8. Penutup

Pada bagian penutup kamu bisa menuliskan kembali hal-hal yang meyakinan bagi para calon investor. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan doa serta harapan kamu atas proposal yang diajukan. Serta tak lupa untuk mengucapkan terima kasih karena calon investor tersebuut bersedia membaca proposal yang kamu buat.

9. Lampiran

Beberapa hal perlu dilampirkan pada saat mengajukan proposal. Hal ini dilakukan untuk mendukung dan meyakinkan atas proposal yang kamu buat. Beberapa dokumen pendukung yang bisa kamu siapkan ialah biodata pemilik usaha, surat izin usaha, surat perjanjian usaha, serta sertifikat usaha.