6 Ucapan Duka para Menteri hingga Presiden soal Musibah KRI Nanggala-402

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah tokoh menyampaikan rasa duka cita mendalam atas tenggelam dan gugurnya awak kapal selam KRI Nanggala-402.

Salah satunya adalah Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dia mengatakan, para prajurit yang gugur dalam kapal selam KRI Nanggala-402 adalah putra terbaik bangsa dan patriot penjaga kedaulatan negara.

Jokowi bahkan menyebut negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat bagi para awak kapal KRI Nanggala 402 yang telah gugur tersebut.

"Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, serta bintang Jasa Jalasena atas dedikasi, pengabdian, serta pengorbanan prajurit-prajurit tersebut," kata Jokowi dalam keterangan persnya, Senin, 26 April 2021.

Selain itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta bendera setengah tiang dikibarkan di Gedung DPR-MPR dan rumah jabatan seluruh anggota DPR RI. Hal itu disampaikan Puan untuk mengenang jasa dan penghormatan pada awak KRI Nanggala-402.

"Kami meminta Kantor DPR/MPR serta rumah jabatan seluruh anggota DPR/MPR mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari," kata Puan.

Berikut sederet ucapan duka dari para tokoh atas tenggelamnya dan gugurnya para awak kapal selam KRI Nanggala-402 dihimpun Liputan6.com:

Menhan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat perdana Komisi I bersama Menhan Prabowo ini membahas rencana kerja dan anggaran Kementerian Pertahanan Tahun 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat perdana Komisi I bersama Menhan Prabowo ini membahas rencana kerja dan anggaran Kementerian Pertahanan Tahun 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di kedalaman 838 meter perairan Pulau Bali. Sementara 53 awak kapal selam tersebut dinyatakan gugur dalam tugas.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyatakan, negara berutang budi kepada 53 prajurit awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang gugur dalam tugas, terutama keluarganya yang ditinggalkan.

"Kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, semoga selalu diberikan kekuatan, negara ini berutang budi terhadap rasa kehilangan yang kalian rasakan ini," kata Prabowo sebagaimana dikutip dari akun Instagram resminya @prabowo, Minggu, 25 April 2021.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan ucapan belasungkawa atas tragedi karamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Pulau Bali.

"Saya, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling mendalam untuk tragedi yang menimpa Kapal Republik Indonesia Nanggala 402," kata Prabowo dikutip dari Antara.

Mantan Danjen Kopassu itu menyebut 53 nama prajurit KRI Nanggala yang gugur saat tugas adalah putra-putra terbaik bangsa. Ia menyatakan bahwa pengabdian mereka tidak akan sia-sia.

Di penghujung ucapan dukanya, Prabowo memberi salam penghormatan terakhir kepada para prajurit Satuan Hiu Kencana itu.

"KRI Nanggala-402, kami titipkan kedaulatan laut Indonesia kepada kalian. Selamat jalan. Selamat berlayar menuju keabadian," tulis Prabowo dalam ucapan dukanya.

Menag

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat memimpin sidang isbat awal Ramadan 1442 H. (Dok Kemenag)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat memimpin sidang isbat awal Ramadan 1442 H. (Dok Kemenag)

KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan 53 awak dinyatakan meninggal dunia. Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para pahlawan bangsa saat bertugas. Dia pun mengimbau umat beragama untuk mendoakan seluruh awak kapal Nanggala-402.

"Hari ini duka mendalam bagi bangsa, seluruh awak KRI Nanggala 402 dinyatakan telah gugur dalam menjalankan tugasnya," ujar Menag di Jakarta.

"Saya mengajak dan mengimbau seluruh umat beragama untuk meluangkan waktu, mendoakan yang terbaik untuk awak KRI Nanggal 402," sambungnya.

Kepada umat Muslim, Menag secara khusus mengajak untuk menggelar Salat Gaib bagi para almarhum syuhada KRI Nanggala 402.

"Mari kita lakukan Salat Gaib untuk mendoakan para pejuang bangsa. Semoga mereka mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT," harapnya.

Ia berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan kesabaran.

"Doakan juga keluarga yang ditinggalkan seluruh awak KRI Nanggala 402 diberi kekuatan dan ketabahan. Aamiin," pungkas Menag.

Menko Polhukam

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut para awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan Bali sebagai seorang sebagai syuhada.

Syuhada sendiri dalam bahasa Arab bisa diartikan sebagai para pejuang yang tulus atau pejuang yang meninggal syahid.

"Selamat jalan menghadap Alkhaliq, Syuhada (pejuang-pejuang yang tulus) kusuma bangsa, para awak Nanggala 402," kata Mahfud Md melalui akun Twitter @mohmahfudmd yang dikutip Senin, 26 April 2021.

Dia pun mendoakan para awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang gugur mendapatkan tempat di sisi Tuhan yang Maha Kuasa.

"Semoga anda semua mendapat surga-Nya," kata Mahfud Md.

Dirinya juga mengungkapkan, perjuangan para awak kapal selam KRI Nanggala 402 dalam menjaga NKRI akan diteruskan.

"Putera-puteri bangsa yang tinggal akan terus menjaga dan merawat NKRI yang merdeka atas rahmat Allah yang maha kuasa," kata Mahfud Md.

Wapres

Wapres Ma'ruf Amin memberikan pidato sekaligus menutup Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut untuk mensinergikan program-program pemerintah pusat dengan daerah. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Wapres Ma'ruf Amin memberikan pidato sekaligus menutup Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut untuk mensinergikan program-program pemerintah pusat dengan daerah. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan duka cita atas gugurnya 53 prajurit TNI yang berada di dalam kapal selam KRI Nanggala-402.

Dia mengatakan, prajurit yang gugur telah menjalankan tugas mulia dalam menjaga kedaulatan negara.

"Setelah melalui ikhtiar pencarian dan penyelamatan, hari ini saya mendapat laporan bahwa kapal selam KRI Nanggala 402 telah tenggelam di perairan utara Bali ketika melaksanakan tugas," kata Ma'ruf dalam keterangannya melalui sebuah video.

"Untuk itu, saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya 53 personel yang berada di dalam kapal selam KRI Nanggala 402 sebagai para prajurit, putra terbaik bangsa, yang tanpa lelah terus menjalankan tugas mulianya dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.

Ma'ruf pun mendoakan awak kapal KRI Nanggala 402 gugur sebagai syuhada. Dia juga mendoakan keluarga awak kapal yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

"Semoga arwah para awak Kapal Selam KRI Nanggala 402, tercatat sebagai syuhada dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," kata dia.

"Kepada segenap keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan, dalam menghadapi musibah ini," sambung Ma'ruf.

Ia juga memberikan pesan kepada TNI Angkatan Laut untuk meneruskan pengabdian yang diberikan rekan terdahulunya.

"Kepada keluarga besar TNI, khususnya TNI Angkatan Laut, semoga dapat meneruskan pengabdian yang telah diberikan oleh rekan-rekan pendahulunya, sebagai prajurit terbaik bangsa. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu memberikan perlindungan-NYA kepada kita semua," pungkas Ma'ruf.

Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pernyataan terkait KRI Nanggala-402, Minggu, 25 April 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pernyataan terkait KRI Nanggala-402, Minggu, 25 April 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan duka cita atas gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402.

Jokowi mengatakan, para prajurit tersebut adalah putra terbaik bangsa dan patriot penjaga kedaulatan negara.

Jokowi menyatakan, negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat bagi para awak kapal KRI Nanggala 402 yang telah gugur tersebut.

"Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, serta bintang Jasa Jalasena atas dedikasi, pengabdian, serta pengorbanan prajurit-prajurit tersebut," kata Jokowi dalam keterangan persnya, Senin, 26 April 2021.

Jokowi mengatakan, pemerintah juga akan menjamin pendidikan dari putra putri prajurit KRI Nanggala 402 terhingga jenjang pendidikan S1.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas bantuan negara sahabat dalam pencarian KRI Nanggala 402. Ia juga menyampaikan apresiasi pada TNI Polri dan seluruh pihak yang bekerja keras dalam pencarian.

"Terima kasih dan penghargaan juga saya sampaikan atas bantuan negara-negara sahabat dalam upaya dan kerja keras pencarian kapal selam KRI Nanggala 402," tandas Jokowi.

Ketua DPR RI

Ketua DPR Puan Maharani berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI Ke-16 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021). Rapat dilakukan pidato penutupan masa persidangan IV Tahun Sidang 2020-2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ketua DPR Puan Maharani berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI Ke-16 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021). Rapat dilakukan pidato penutupan masa persidangan IV Tahun Sidang 2020-2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta upaya pencarian dan evakuasi jenazah 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali dapat terus dilakukan.

Menurut Puan, pencarian dan evakuasi jenazah awak KRI Nanggala 402 tetap harus dilakukan terutama untuk keluarganya.

"Kita tetap harus mencari dan mengevakuasi jenasah awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang sudah dinyatakan tenggelam," kata Puan.

Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan rasa hormat dan penghargaan tertingginya pada 53 awak KRI Nanggala-402 yang telah gugur dalam menjalankan tugasnya menjaga kedaulatan NKRI.

"Saya ikut bersedih dan ikut merasakan kesedihan keluarga korban, juga keluarga besar TNI AL. Karena itu, sebagai bentuk penghormatan kita maka proses pencarian dan evakuasi korban harus dilakukan seoptimal mungkin," ungkapnya.

Puan juga menyatakan, perlunya pencarian lanjutan dan menemukan badan kapal dalam rangka menganalisis penyebab terjadinya kecelakaan.

Lebih lanjut, ia juga memuji ketabahan keluarga korban dan meminta masyarakat ikut mendoakan.

"Awak KRI Nanggala telah menunjukan kepatriotannya sesuai dengan semboyan Satuan Kapal Selam TNI AL, yaitu Tabah Sampai Akhir," ucapnya.

"Kita bangga punya prajurit prajurit matra laut sebagai patriot bangsa yang telah ditunjukan olah awak KRI Nanggala dan keluarganya," tambah Puan.

Puan bahkan meminta bendera setengah tiang dikibarkan di Gedung DPR-MPR dan rumah jabatan seluruh anggota DPR RI untuk mengenang jasa dan penghormatan pada awak KRI Nanggala-402.

Pengibaran bendera merah putih setengah tiang itu dimulai pada 26 April-28 April 2021. Dalam kesempatan itu, Puan kembali meminta agar pencarian jenazah para korban tetap dijalankan dengan maksimal.

"Termasuk mengangkat kapal selam dari laut dalam," katanya.

Puan juga mengapresiasi keputusan pemerintah yang akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, serta Bintang Jasa Jalasena.

"Juga apresiasi pemberian jaminan pendidikan putra-putri dari keluarga prajurit KRI Nanggala-402 hingga jenjang pendidikan S1," tutup Puan.

Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402

Infografis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: