6 Wanita Asia Tewas Dibantai, Gerakan Stop Asian Hate Bergema

Ezra Sihite, ABC Indonesia
·Bacaan 4 menit

Akhir pekan kemarin, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di negara bagian Georgia, Amerika Serikat. Mereka memberikan dukungan terhadap komunitas Asia Amerika.

Kekerasan Terhadap Warga Asal Asia

  • Tokoh masyarakat mengatakan kekerasan terhadap warga asal Asia di Amerika Serikat meningkat sejak pandemi COVID-19

  • Dua senator yang baru terpilih Raphael Warnock dan Jon Ossoff memimpin unjuk rasa guna mengenang para korban

  • Halaman penggalangan dana GoFundMe dibuat oleh putra dari salah seorang korban

Pekan sebelumnya terjadi tiga penembakan yang menewaskan delapan orang, enam di antaranya perempuan asal Asia.

Penembakan di beberapa spa terjadi saat tindak kekerasan terhadap warga asal Asia meningkat di Amerika Serikat selama setahun terakhir.

Para tokoh masyarakat mengatakan peningkatan serangan disebabkan karena warga asal Asia dianggap sebagai penyebab virus COVID-19, yang pertama kali diidentifikasi di China di akhir tahun 2019.

Hari Sabtu, massa berkumpul di depan gedung parlemen Georgia sambil mengenakan masker, membawa bendera Amerika Serikat dan membawa poster bertuliskan "Kami bukanlah virus" dan "Stop Membenci Orang Asia".

"Saya ingin memastikan kepada dunia dan kepada orang-orang jika saya hadir di sini dan saya menampakkan diri," kata Sunghee Han, salah seorang pengunjuk rasa.

"Perempuan yang menjadi korban. Seperti melihat keluarga sendiri," kata Timothy Pan asal Florida yang menyetir delapan jam untuk menghadiri unjuk rasa.

"Saya merasa seringkali kami hanya terhapus begitu saja."

Dua senator Georgia yang baru saja terpilih, Raphael Warnock dan Jon Ossoff, keduanya dari Partai Demokrat, memimpin unjuk rasa dalam upacara mengheningkan cipta mengenang para korban.

"Mari kita bangun sebuah negara bagian dan sebuah bangsa di mana tidak seorang pun hidup dalam ketakutan, bukan karena siapa diri mereka atau dari mana mereka berasal," kata Senator Ossoff.

Pihak berwenang di Georgia masih belum menjelaskan apa motif dari penembak yang melakukan penembakan massal di beberapa spa di kota Atlanta.

A mugshot of a Caucasian man with dark blonde hair wearing a military-style vest
A mugshot of a Caucasian man with dark blonde hair wearing a military-style vest


Belum diketahui motif sebenarnya dari Robert Aaron Long mengenai penembakan yang menewaskan delapan orang perempuan di Atlanta.

Crisp County Sheriff"s Office via AP

Robert Aaron Long, seorang pria kulit putih berusia 21 tahun mengatakan kepada pihak penyidik jika kecanduan seks membuatnya melakukan tindakan kekerasan.

Namun politisi dan para aktivis anti-rasisme mengatakan perasaan anti-Asia bisa menjadi salah satu faktor yang membuat Robert melakukan tindakan penembakan massal tersebut.

"Saya tidak tertarik mengetahui apakah dia mengalami hari yang buruk atau tidak," kata Senator Warnock mengecam pernyataan juru bicara kantor Sheriff Atlanta soal Richard.

"Bagaimanapun Anda hendak memelintir, tapi faktanya tetaplah sama," kata Anggota DPR di negara bagian Georgia Bee Nguyen kepada massa yang hadir.

"Ini adalah serangan terhadap komunitas Asia."

Beberapa perempuan yang menjadi korban adalah imigran dan ibu rumah tangga yang digambarkan oleh keluarga dan teman-teman sebagai pekerja keras dan orang-orang yang mereka sayangi.

Hyun Jung Grant adalah salah seorang korban yang tewas di Gold Spa di Atlanta.

Putramya, Randy Park sudah membuat penggalangan dana di GoFundMe untuk menggumpulkan uang bagi dia dan saudara laki-lakinya, yang sekarang harus tinggal sendirian di Amerika Serikat, sementara keluarga besarnya tinggal di Korea Selatan.

"Dia adalah orang tua tunggal yang menghabiskan hidupnya untuk menghidupi saya dan saudara saya," kata Randy Park.

Penembakan tersebut menimbulkan gelombang kesedihan dan duka cita dari kalangan masyarakat biasa sampai ke para anggota Kongres AS di Washington DC.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen di ibukota negara bagian Georgia, Atlanta.
Para pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen di ibukota negara bagian Georgia, Atlanta.


Para pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen di ibukota negara bagian Georgia, Atlanta.

Foto: AP/Ben Gray

Sejak kejadian hari Selasa, warga datang membawa bunga dan pesan duka cita, menyalahkan lilin dan berdoa di depan bangunan spa, lokasi korban ditembak mati.

Para politisi di Washington mengeluarkan berbagai kecaman terhadap kekerasan anti-Asia dalam dengar pendapat di Kongres hari Kamis.

Wakil dari Partai Demokrat, Grace Meng, yang keturunan Taiwan mengatakan "komunitas sedang berdarah-darah".

Hari Jumat pekan lalu, Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris bertemu dengan para pemimpin masyarakat Asia di Georgia guna menyampaikan bela sungkawa.

Mereka mendesak warga Amerika Serikat untuk bersama-sama menentang kebencian terhadap sesama warga

Walau dalam kebanyakan kasus penembakan seperti ini pelakunya terfokus pada ras, mantan jaksa penuntut di Georgia Tom Morgan mengatakan kasus terbaru ini juga memiliki sasaran korban berdasarkan jenis kelaminnya.

"Bagi saya ini adalah kejahatan kebencian dan juga bermotif seksual dengan korbannya adalah warga asal Asia," kata Tom.

"Ini adalah tindak kejahatan dengan sasaran perempuan yang bekerja di industri seks."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari berita dalam bahasa Inggris di sini

ABC/wires