6 Warga Depok Terpapar Omicron

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi varian COVID-19, omicron. (PHoto by brgfx on Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Depok Muhammad Idris mengatakan 6 warganya terpapar Covid-19 varian Omicron. Satu keluarga diketahui terpapar Omicron usai berwisata di daerah Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.

"Terdapat enam orang, salah satunya keluarga yang pulang rekreasi di Puncak," ujar Idris, Senin (10/1/2022).

Idris mengungkapkan, satu keluarga yang terindikasi terpapar varian Omicron merupakan warga Kecamatan Limo. Keluarga tersebut, usai rekreasi ke Puncak, Kabupaten Bogor, dan telah menjalani swab dan vaksinasi.

"Sekeluarga Alhamdulillah sudah di swab dan vaksin yang agak sedikit kena ini kakeknya dan bapaknya, ini jadi perhatian kita," ungkap Idris.

Idris menjelaskan, dua orang lainnya sudah menjalani karantina di Wisma Atlet. Diketahui kedua orang yang terpapar berasal dari luar negeri dan tidak pulang ke Kota Depok.

"Tidak ke Depok karena yang bersangkutan dari luar negeri di karantina di Wisma Atlet," jelas Idris.

Kemudian, satu orang yang terpapar varian Omicron diketahui akan pulang dari Arab Saudi sehingga dilakukan karantina di negara tersebut.

Namun, Pemerintah Kota Depok tetap melakukan tracing terhadap keluarga yang kontak erat di Kota Depok.

"Saya minta semua instruksi atas arahan menteri semua yang Omicron jenisnya di wisma atlet," tutur Idris.

Idris menegaskan, warga yang terpapar varian Omicron tidak ada yang menjalani karantina di daerah.

Kemudian, ada pula warga yang terpapar varian Omicron berasal dari wilayah Kecamatan Limo, Sawangan, dan Bojongsari.

"Dua lagi informasinya tinggal di Bojongsari tetapi ketika dilihat KTP-nya Jakarta tapi terdaftarnya tetap di Bojongsari," tegas Idris.

Menularkan ke Keluarga

Idris menambahkan, untuk warga Kota Depok yang terpapar varian Omicron yang menularkan kepada keluarga baru diketahui warga Kecamatan Limo.

Warga tersebut yang usai rekreasi di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor.

"Ini hanya dia (kepala keluarga) dan kakeknya yang positif, kakeknya belum sembuh. Bapaknya informasinya sudah sembuh karena sudah vaksin. Untuk yang di Jakarta saya belum ada keterangan persis," tutup Idris.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel