6 Wisatawan Positif COVID-19 usai Rapid Test Antigen di Bogor

Fikri Halim, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor menemukan 6 wisatawan positif usai mengikuti rapid test antigen selama libur natal dan tahun baru di kawasan puncak Bogor. Wisatawan diimbau mematuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor dari Dinas Kesehatan, Cecep Surjana, mengatakan, rapid test akan digelar selama 8 hari dari tanggal 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

"Kegiatan ini terus berlanjut, kita diinstruksikan tanggal 24, 25, 26, 27 Desember, dan kembali dilanjutkan tanggal 31 Desember 2020 dan tanggal 1, 2 dan 3 Januari 2021. Jadi delapan hari, " kata dilokasi rapid test antigen, Masjid Harakatul Jannah Gadog.

Baca juga: Identitas Pelempar Bom Molotov ke Masjid di Cengkareng

Lokasi test antigen sendiri direncanakan di 4 titik. Namun untuk sementara, lokasi rapid test difokuskan di gerbang tol Gadog. "Posko rapid test di sini sementara, kalau rencana sebetulnya ada totalnya 4 titik. Cuma karena situasonal di sini pintu gerbang jadi dikonsentrasikan di sini," imbuhnya.

Untuk kuota sendiri, Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor menyediakan 100 sampai 200 sample per hari. Untuk penambahan kuota petugas menunggu instruksi Dinas Kesehatan.

"Per harinya tergantung kalau 100 atau 200. Kalau besok juga tergantung instruksi dinas saja. Situasional tergantung instruksi karena kita hanya pelaksana di sini. Berapa aja kami siap di sini," katanya.

Sementara bagi wisatawan yang tetap ingin melanjutkan ke Puncak Bogor namun tidak mendapat kuota rapid test antigen, petugas akan menyarankan ke lokasi terdekat.

"Selain di sini, ada 25 Puskesmas, 50 tenaga para medis dan 10 dokter. Sebagai tim kontrolnya kita siap," katanya.

Cecep mengatakan, jika ditemukan wisatawan yang positif, Satgas COVID-19 meminta langsung mengurus secara mandiri. Wisatawan dianjurkan melakukan ke tahap test PCR.

"Karena kita di sini tidak bisa melakukan test PCR karena itu harus laboratorium. Kalau mandiri dia akan lebih cepat. Kita sarankan yang bersangkutan untuk mandiri ke PCR berlanjut karena kita tidak mungkin melakukan di sini," jelasnya.

Cecep mengajak agar masyarakat maupun wisatawan mematuhi peraturan pemerintah untuk menunjukan surat hasil rapid test antigen. Bagi yang sudah, wajib menjalankan protokol kesehatan dengan 3M.

Informasi yang dihimpun, pada rapid test Kamis 24 Desember sebanyak 200 sampel dengan hasil negatif. Sementara pada Jumat 25 Desember, terdata 100 orang yang sudah mengikuti tes dengan hasil, 2 positif. Satgas COVID-19 menargetkan lebih dari 2.000 orang menjalani rapid test di kawasan Puncak.

Sementara pada Sabtu, 26 Desember, wisatawan yang baru saja keluar dar tol kedapatan tidak membawa surat hasil rapid test antigen diarahkan petugas untuk mengikuti tes. Di lokasi ini dari 100 orang, terdapat 2 orang asal Jakarta yang positif. Di lokasi lain, petugas menyisir wisatawan yang berada di area puncak kebun teh dan sekitarnya. Di sini dari 100 alat rapid test, terdapat 2 orang positif asal Kabupaten Cianjur.

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19