60 Bulan Kerja di Startup Nadiem Makarim, Bos IT Gojek Resmi Resign

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah

VIVA – Chief Technology Officer (CTO) Gojek, Ajey Gore, memutuskan untuk hengkang dari startup milik Nadiem Makarim itu. Butuh waktu 60 bulan atau 5 tahun untuk Gore mengundurkan diri atau resign dari perusahaan transportasi online pesaing Grab di Asia Tenggara tersebut.

"Gore memutuskan untuk berhenti setelah 5 tahun berkontribusi mendukung pertumbuhan Gojek menjadi sebuah platform yang memberikan dampak sosial yang besar bagi jutaan orang," kata Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi, Senin, 15 Juni 2020.

Menurutnya, Gore dan tim IT-nya sejak awal memiliki kepercayaan yang besar pada misi dan potensi yang dimiliki Gojek. Mereka memiliki peran penting dalam mendukung inovasi dan pertumbuhan perusahaan yang saat ini menyandang status startup decacorn itu.

"Membangun perusahaan teknologi berskala besar di belahan dunia ini terus menjadi tantangan bagi kami. Dalam hal ini Ajey Gore adalah seorang pionir," ungkap Kevin.

Ia melanjutkan, semangat serta pemikiran strategis dan inovatif yang dimilikinya sangat membantu perkembangan Gojek menuju ekosistem terintegrasi.

Gore juga dinilai ikut memberi solusi bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari, baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Bukan itu saja. Kevin menyebut Gore telah membangun tim engineering Gojek dan telah menjadi mentor bagi keseluruhan tim.

"Saya yakin mereka akan mampu mendukung pertumbuhan Gojek ke depannya tanpa Ajey Gore terlibat didalamnya. Kami sangat bersyukur dan sangat mengapresiasi semua kontribusi yang telah diberikannya. Ajey Gore akan selalu menjadi bagian dari keluarga Gojek," ujar Kevin.