60 Nelayan Banyuwangi Turun Tangan Atasi Krisis Sampah Plastik di Laut

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mengatasi krisis sampah, termasuk yang terbawa sampai ke laut, tidak bisa hanya melibatkan satu pihak. Memperbesar dampak berarti menambah jumlah personel untuk bergerak dari berbagai lini. Kali ini, tongkat estafet ini pun diambil puluhan nelayan asal Dusun Pancer, Banyuwangi, Jawa Timur.

Mereka terlibat dalam program "Fishing for Litter", gagasan EcoRanger dari Greeneration Foundation yang bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia dan European Union. Melalui keterangan pada Liputan6.com, Jumat, 10 September 2021, nelayan-nelayan ini diberdayakan untuk mengumpulkan sampah dari laut yang selanjutnya dibawa ke dropping point.

Sampah-sampah itu nantinya akan dikelola secara bertanggung jawab oleh EcoRanger di Sentra Kelola Sampah (SEKOLA). Keterlibatan nelayan dinilai sangat penting karena permasalahan ini berdampak langsung pada kelangsungan hidup mereka yang notabene sangat dekat dengan laut.

Di samping itu, nelayan-nelayan ini juga didorong mengurangi sampah di laut melalui konsep penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Implementasinya dilakukan dengan menggagas program pengembangan masyarakat dan kerja sama multipihak.

Rangkaian program ini termasuk peningkatan kapasitas nelayan dan Beach Clean Up. Peningkatan kapasitas nelayan telah diadakan pada 3--7 September 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan Satgas Penanganan COVID-19 Dusun Pancer.

Di kesempatan ini, para nelayan diedukasi tentang masalah sampah plastik dan sistem pengelolaannya. Muhamad Muharam dari Waste4Change juga memberi pemahaman tentang sampah akibat aktivitas penangkapan ikan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rancangan Aksi Pengelolaan Sampah

Ilustrasi sampah plastik di laut. (dok. unsplash @naja_bertolt_jensen)
Ilustrasi sampah plastik di laut. (dok. unsplash @naja_bertolt_jensen)

Para nelayan juga menerima pemaparan tentang peran mereka dalam program "Fishing for Litter." Selain mengumpulkan sampah laut, mereka juga akan berperan langsung dalam membentuk dan mengelola Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Sebagai pengelola KUB, nelayan merencanakan strategi yang tepat untuk mengumpulkan sampah laut, serta menjaga semangat anggota agar tetap memiliki kesamaan visi dan misi. Akhirnya dibentuk enam kelompok KUB.

Mereka merancang aksi pengelolaan sampah, termasuk menentukan target, strategi operasional, dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. 60 nelayan lokal yang sudah terlibat diharapkan dapat memicu nelayan lain di Dusun Pancer, yang totalnya berjumlah 1,5 ribu orang, untuk melakukan aksi serupa.

Beach Clean Up

Program
Program

Dalam rangkaiannya, diadakan pula Beach Clean Up di Pantai Pulau Merah pada 4 dan 11 September 2021. Aksi ini dilakukan untuk mengampanyekan aksi peduli sampah laut, sekaligus memperingati World Clean Up Day pada 18 September mendatang.

Pada 4 September 2021, kegiatan ini diikuti 20 orang dan berhasil mengumpulkan 36,8 kilogram (kg) sampah. "Kita harus bergotong royong untuk menangani masalah sampah karena ini tidak bisa diselesaikan sendiri," kata Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah.

"Untuk menyelesaikan ini, kita semua harus menjaga semangat dan pantang menyerah demi Banyuwangi yang lebih makmur," tuturnya. "Kami juga akan berupaya menjadikan KUB dari program "Fishing for Litter" jadi binaan Dinas Perikanan Banyuwangi."

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel