60 Persen Wilayah Jangkauan GudangAda Sasar Kota-kota Tingkat 2

Merdeka.com - Merdeka.com - Platform jual beli grosir GudangAda mengklaim telah menjangkau empat juta UKM toko kelontong dan bermitra dengan 200 produsen.

Neni Sukirman, SVP Merchant Solution & Revenue Management GudangAda, menjelaskan bahwa GudangAda merupakan e-commerce Business-to-Business (B2B) di mana 60 persen jangkauan wilayahnya berada di kota-kota tier 2 dengan tiga layanan utama terintegrasi yang ditawarkan.

"Ketiga layanan tersebut yaitu GudangAda sebagai tempat jual beli antara supplier dan toko kelontong, GudangAda Logistik yang merupakan layanan pengiriman pesanan, dan GudangAda Solusi sebagai aplikasi kasir serta manajemen stok," kata Neni dalam acara diskusi terbatas, Kamis (27/10).

Neni menambahkan, kehadiran layanan-layanan itu ditujukan untuk memudahkan pedagang dalam melakukan digitalisasi terhadap operasional toko. Bahkan, GudangAda telah berencana menghadirkan GudangAda Modal berupa layanan pinjaman yang hanya berlaku untuk pembelian grosir di aplikasi untuk mendorong pertumbuhan toko.

Konsep GudangAda menurut pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira, merupakan platform yang belum banyak disentuh. Padahal kata dia, 75 persen masyarakat Indonesia belanja di pasar tradisional, sedangkan hanya 5 persen yang belanja di e-commerce Business-to-Consumer (B2C) seperti yang populer saat ini.

"Saya bisa katakan justru prospek ke depan untuk e-commerce yang melakukan semacam intermediasi antara pedagang kecil dengan supplier besar akan lebih solid fundamentalnya," ujar Bhima.

Bhima kemudian memaparkan bukti keberhasilan jenis usaha ini dengan menyebut sebuah e-commerce bernama Taobao milik Alibaba Group yang kemudian menciptakan konsep Taobao Village.

Ia juga menjelaskan bahwa Taobao Village adalah kampung-kampung yang perekonomiannya meningkat pesat sebagai hasil kerjasama pemerintah Tiongkok dengan platform Alibaba tersebut, dimana Taobao ini menjadi aplikasi super yang membantu UKM desa.

Selain itu, Taobao Village berhasil mempercepat transformasi digital UKM di Cina dan patut dipraktikkan di Indonesia. Menurut Bhima, peningkatan jumlah UKM yang menggunakan aplikasi berdampak baik pada kemampuan ekspor negara tersebut, saat ini bahkan barang-barang mereka bisa menembus Amerika dan Eropa.

"Barangnya dari mana? Barangnya dari UKM, bukan UKM kota, tapi desa," kata Bhima.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian [faz]