60 Pria di Surabaya Ikut KB Vasektomi

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 60 pria di Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Minggu, mengikuti program Keluarga Berencana (KB) Medis Operasi Pria (MOP) atau dikenal dengan istilah vasektomi.

Camat Pakal Eddy Christijanto mengatakan, animo peserta KB pria kali ini naik drastis dibanding pelaksanaan pada Januari lalu. Bahkan kenaikannya mencapai lebih dari dua kali lipat.

"Saat menggelar layanan KB vasektomi bulan lalu pesertanya hanya 23 orang, tapi sekarang banyak. Sebenarnya awalnya kami hanya menargetkan tiga orang yang ikut, tapi yang mendaftar ternyata sangat banyak," ujarnya.

Selain itu, kata Eddy, pelaksanaan layanan KB vasektomi saat ini tidak hanya diikuti warga Kecamatan Pakal saja, melainkan ada beberapa warga dari kecamatan lain yang ikut ambil bagian.

"Ada empat orang dari Kecamatan Sambikerep dan enam orang dari Kecamatan Semampir," ujarnya.

Eddy mengatakan, layanan KB vasektomi yang digelar bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas KB) Kota Surabaya dan BKKBN Provinsi Jawa Timur ini rencananya akan jadi agenda rutin Kecamatan Pakal tiap bulan.

"Ini juga sebagai bentuk dukungan Kecamatan Pakal terhadap program KB nasional," katanya.

Menurut dia, KB vasektomi dipilih karena tidak semua kaum perempuan cocok dengan alat kontrasepsi yang ada. Di sisi lain, tidak hanya kaum perempuan yang bisa mengikuti program KB, kaum pria pun juga bisa melakukannya.

Untuk Kecamatan Pakal sendiri peminat vasektomi terus mengalami peningkatan tiap tahun. Pada 2010 ada 15 akseptor KB vasektomi, sementara pada 2011 jumlahnya bertambah menjadi 20 orang.

Program KB MOP atau vasektomi memang jadi salah satu target yang ingin dicapai Bapemas KB Kota Surabaya tahun ini. Pasalnya, jumlah akseptor KB laki-laki jauh lebih sedikit dibanding perempuan.

"Kami terus melakukan sosialisasi di kecamatan-kecamatan agar para bapak juga ikut tergerak melakukan KB," kata Kepala Bapemas KB Kota Surabaya, Ikhsan.

Dalam sosialisasi tersebut, Bapemas KB turut melibatkan kaum pria yang sudah menjadi akseptor KB MOP. Tujuannya agar bisa menarik minat sesama kaum laki-laki yang belum menjadi akseptor KB MOP.

"Para akseptor KB MOP ini bisa memberikan testimoni bahwa vasektomi sepenuhnya aman bagi pria," kata Ikhsan.

Ikhsan mengatakan Kota Surabaya sendiri sudah berhasil memenuhi target pencapaian program KB yang ditetapkan BKKBN Provinsi Jawa Timur, yakni sebesar 112 persen atau sebanyak 66 ribu pasangan usia subur (PUS).

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.