637 ekor hewan ternak di Bengkulu masih penanganan pmk

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa saat ini kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bengkulu menurun dan saat ini tersisa sekitar 637 ekor.


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu M. Syarkawi di Kota Bengkulu, Sabtu mengatakan bahwa saat ini kasus PMK di Provinsi Bengkulu mulai terkendali.

"Saat ini kasus PMK di Provinsi Bengkulu mulai terkendali meskipun ada satu wilayah yang saat ini kasus PMK nya terus bertambah," ucapnya.

Wilayah tersebut yaitu Kabupaten Mukomuko namun selama dua hari terakhir wilayah tersebut tidak ada penambahan kasus baru.

Kasus PMK di Provinsi Bengkulu sejak awal 2022 hingga saat ini tercatat sekitar 11.061 ekor dan kasus sembuh mencapai 10.330 ekor.

Dengan 61 ekor hewan yang mati akibat terinfeksi PMK dan sekitar 34 ekor hewan ternak yang dilakukan pemotongan bersyarat.

Lanjut Syarkawi, saat ini tim petugas vaksinasi terus gencar melaksanakan vaksin terhadap hewan ternak yang belum terinfeksi PMK.

"Selain itu petugas di lapangan juga terus melakukan pemantauan dan perawatan terhadap hewan ternak yang positif PMK," ujarnya.

Saat ini 24.783 ekor hewan ternak jenis sapi dan kerbau di Provinsi Bengkulu telah menerima vaksin PMK dosis pertama dan kedua.

Capaian tertinggi vaksin PMK di Provinsi Bengkulu yaitu Kabupaten Seluma sebanyak 6.000 ekor dan Kabupaten Mukomuko yaitu 5.450 ekor.


Sedangkan capaian terendah vaksinasi PMK yaitu di Kabupaten Lebong yaitu 129 ekor dan Kabupaten Rejang Lebong sekitar 800 ekor.