65,72 juta jiwa telah mendapat vaksin dosis ketiga

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan sebanyak 65.721.330 jiwa telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau mengalami penambahan harian sebanyak 13.259 jiwa pada Minggu hingga pukul 12.00 WIB.

Adapun mereka yang telah mendapat vaksin dosis kedua pada Minggu bertambah 4.284 jiwa, sehingga total menjadi 172.099.765 jiwa sejak program vaksinasi digulirkan. Sementara penduduk Indonesia yang telah mendapat vaksin dosis pertama sudah menyentuh 205.248.786 jiwa atau bertambah 3.068.

Mereka yang telah mendapat vaksinasi dosis keempat, utamanya tenaga kesehatan, sudah mencapai 702.421 atau mengalami penambahan sebanyak 1.141 jiwa. Pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi bagi 234.666.020 jiwa.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa penggunaan vaksin COVID-19 produksi dalam negeri yang telah diresmikan akan mendukung Indonesia untuk memenuhi kebutuhan booster di dalam negeri.

"Diresmikannya penggunaan vaksin dalam negeri yakni Indovac dan Inavac akan mencukupi kebutuhan booster COVID-19," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril.

Baca juga: Per Sabtu COVID-19 bertambah 6.179 kasus Jakarta sumbang terbanyak

Baca juga: Stok Sinovac kosong, vaksinasi anak di Sulsel dihentikan Dinkes

Ia menambahkan saat ini pemerintah juga masih memiliki persediaan sekitar 6 juta vaksin COVID-19 yang akan memenuhi kebutuhan vaksin booster di Indonesia.

"Memang pada bulan Agustus, September, Oktober ada kekurangan vaksin. Saat ini ada 6 jutaan vaksin dan sudah didistribusikan sebanyak 2,5 juta," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Syahril meminta masyarakat untuk menyegerakan melakukan vaksinasi hingga dosis lengkap agar dapat memproteksi diri di tengah kenaikan kasus yang terjadi saat ini.

"Vaksin tujuannya untuk meningkatkan antibodi, saat ini untuk dosis ketiga kita targetkan 50 persen, dan seterusnya sampai 70 persen lebih," kata dia.

Baca juga: Dinkes Gunungkidul tunda vaksinasi COVID-19 karena stok vaksin habis

Baca juga: 48 persen COVID-19 subvarian XBB terdeteksi di Batam

Baca juga: Kemenkes: Vaksin COVID-19 produk dalam negeri dukung kebutuhan booster