66 Kebakaran Terjadi Selama Ramadan di Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mencatat terjadi 66 kasus kebakaran selama bulan Ramadhan sejak 21 Juli hingga 20 Agustus di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan berbagai macam penyebab.

"Wilayah Jakarta Timur menempati posisi pertama daerah yang sering terjadi kebakaran," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis.

Wilayah Jakarta Utara menempati posisi kedua yang tercatat menjadi daerah kerap terjadi musibah kebakaran, disusul wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Rikwanto mengatakan penyebab kebakaran berasal dari arus pendek (konsleting) listrik sebanyak 35 kasus, ledakan kompor atau tabung elpiji (tiga kasus) dan penyebab lainnya (28 kasus).

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan pihak kepolisian bertugas mengamankan lokasi kebakaran dari upaya penjarahan barang milik korban, dan melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran melalui Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

Rikwanto meminta pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyosialisasikan penggunaan instalasi listrik yang legal sesuai dengan prosedur, dan mengambil tindakan atau penertiban terhadap masyarakat yang menggunakan instalasi listrik secara ilegal.

Pihak Polda Metro Jaya juga membantah adanya dugaan musibah kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk terkait dengan kegiatan Pemilihan Umum Kepalda Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

"Kita belum menemukan kaitannya kebakaran dengan kegiatan Pilkada DKI Jakarta, terlalu dini untuk menduga itu," ujar Rikwanto


Sebelumnya, salah satu politikus mencurigai musibah kebakaran di wilayah Jakarta pada beberapa terakhir ini, karena faktor kesengajaan yang melanda pada kantong suara pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Joko Widodo - Basuki Tjahaya Purnama (Jokowi-Ahok). (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.