68 guru besar teguhkan ULM sebagai PTN terbaik di Kalimantan

Sebanyak 68 guru besar meneguhkan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di pulau Kalimantan yang menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

"Alhamdulillah hari ini ULM dengan akreditasi institusi A kembali menambah dua guru besar sehingga total 68 profesor memperkuat kualitas tri dharma perguruan tinggi," kata Rektor ULM Prof Sutarto Hadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis.

Tak ingin berpuas diri, Sutarto memastikan guru besar bakal terus ditambah hingga mendekati jumlah ideal sejalan dengan keberadaan program studi dan dosen di ULM.

Dia mengungkapkan kini ada 22 dosen bergelar doktor yang telah mengajukan pengusulan guru besar dan sedang berproses di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Sutarto menyebut ULM memiliki 100 guru besar jadi target realistis untuk bisa diwujudkan jika 22 orang tersebut dapat disetujui semua usulannya menjadi profesor tahun ini.

Baca juga: Prodi Teknik Geologi ULM masuk tahap penilaian Kemendikbudristek

Baca juga: ULM targetkan pendapatan Rp350 miliar setelah berstatus BLU

"Akselerasi penambahan guru besar jadi lompatan besar bagi kemajuan ULM yang berkontribusi mencetak sumber daya manusia berpendidikan tinggi," jelasnya didampingi Ketua Senat ULM Prof Muhammad Hadin Muhjad.

Adapun dua guru besar baru yang dikukuhkan yaitu Prof Emmy Lilimantik dari Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM dengan orasi ilmiah berjudul "E-Commerce untuk memperluas pangsa pasar produk perikanan".

Kemudian Prof Atiek Winarti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM dengan orasi ilmiah berjudul "Pembelajaran transformatif berbasis kecerdasan majemuk dalam pembelajaran kimia di era disrupsi".

Baca juga: ULM cetak 26 Doktor Ilmu Pertanian perkuat SDM di Kalimantan

Baca juga: ULM ingin dapatkan calon mahasiswa terbaik di jalur SBMPTN 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel