68 Kasus Baru Varian Omicron Mayoritas Pasien Tak Memiliki Gejala dan Ringan

·Bacaan 1 menit
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan penerima vaksin COVID-19 yang dikirim SMS terintegrasi dengan program PeduliLindungi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan kasus Covid-19 varian Omicron bertambah 68 menjadi 136 orang pada Jumat, 31 Desember 2021.

Dari 68 kasus baru itu, sebanyak 29 pasien tak memiliki gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

"Dari 68 Kasus Konfirmasi Omicron tersebut, sebanyak 29 orang tidak memiliki gejala, 29 orang sakit dengan gejala ringan, 1 orang sakit dengan gejala sedang, dan 9 orang lainnya tanpa keterangan," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dikutip dari siaran pers, Minggu (2/1/2022).

Dia mengungkapkan 68 kasus baru varian Omicron tersebut berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, 11 pasien diantaranya merupakan warga negara asing (WNA).

''Semua kasus merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, dengan asal negara kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat," katanya.

Nadia menyampaikan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari penghitungan prediksi peningkatan kasus akibat Omicron dibandingkan dengan Delta dan dengan mempertimbangkan tingkat penularan dan risiko keparahan, maka didapat hasil bahwa kemungkinan akan terjadi peningkatan penambahan kasus yang cepat akibat Omicron.

Namun, peningkatan kasus tersebut diiringi dengan tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit atau ICU yang lebih rendah dibandingkan dengan periode Delta.

"Artinya varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi tapi dengan risiko sakit berat yang rendah," ujar Nadia.

Tetap Waspada

Kendati begitu, Nadia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus corona varian Omicron karena situasi dapat berubah dengan cepat.

Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian, serta upaya mitigasi lainnya harus tetap berjalan.

Nadia juga menghimbau masyarakat untuk menahan diri tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang sangat tinggi. Misalnya, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, hingga Amerika Serikat.

''Kita harus bekerjasama melindungi orang terdekat kita dari tertular COVID-19. Mari kita menahan diri,'' kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel