68 Perusahaan Berencana IPO di BEI, Tapi Tak Ada BUMN

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat puluhan perusahaan berencana untuk melantai atau melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021. Namun dari jumlah tersebut tidak ada satupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Yunita Linda Sari menjelaskan, ada sebanyak 68 perusahaan calon emiten dalam pipeline atau daftar evaluasi pencatatan perdana saham alias initial public offering (IPO) pada tahun ini.

"Saat ini (untuk) minat IPO ada 68 perusahaan di pipeline, yang menunda juga banyak tergantung kebutuhan," ungkap dia dalam acara Pelatihan dan Media Gathering di Bali, Jumat (9/4/2021).

Kendati demikian, dia memastikan dari 68 perusahaan yang berencana melantai di pasar modal tersebut tidak terdapat satupun dari kalangan perusahaan pelat merah. "Saat ini belum ada BUMN," tekannya.

Jumlah emiten yang masuk di BEI pada tahun ini terus menunjukkan peningkatan. Kendati demikian, nilai yang dihimpun dari emiten-emiten tersebut justru mengalami penyusutan dibandingkan beberapa tahun yang lalu.

"Tahun ini raising fund banyak sekali walaupun nominalnya tidak seberapa dibandingkan zaman dua atau tiga tahun lalu walau sedikit tapi value-nya besar. Tapi, sekarang perusahaannya banyak tapi rata-rata dari yang di-offer tidak sebanyak dulu," tegasnya.

Total Emiten di BEI

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen.   (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurutnya, saat ini jumlah emiten yang telah masuk di pasar modal mencapai 803. Terdiri dari 671 emiten saham, 52 emiten obligasi/sukuk, dan 80 emiten saham dan obligasi sukuk.

"Atau tumbuh sekitar 12,6 persen dari 713 emiten di tahun lalu," ucapnya.

Sedangkan, nilai kapitalisasi pasar kapitalisasi pasar saham hingga Kamis (8/4) sebesar Rp 7.173 triliun atau naik 2,93 persen dibanding per 30 Desember 2020 sebesar Rp 6.968 triliun.

"Jadi, kalau year to date-nya naiknya sudah 2,93 persen. Alhamdulillah naik," tandasnya.