7-11-1983: Pembunuhan Misterius Keluarga Pengusaha AS David Hendricks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bloomngton - Seorang pengusaha bernama David Hendricks merasa khawatir saat berpergian ke daerah Wisconsin karena tidak ada kabar dari keluarganya sepanjang akhir pekan. Ia akhirnya menelepon polisi di Bloomington, Illinois, Amerika meminta memeriksa rumah dan juga keluarganya pada 7 November 1983.

Dilansir dari History, Sabtu (7/11/2020), polisi dan tetangga kemudia menggeledah rumahnya pada keesokan harinya, lalu menemukan jasad istri Hendricks dan ketiga anaknya yang telah dimutilasi. Semua bagian tubuhnya sudah terpotong menggunakan kapak dan pisau daging.

Karena hanya ada sedikit tanda dari bukti adanya upaya masuk paksa ke rumah, polisi menganggap bahwa TKP itu mencurigakan.

Jika dilihat dari mayat tersebut, pembunuh itu melakukannya dengan brutal, namun senjata yang digunakan sudah dibersihkan dan dibiarkan rapi di dekat mayat tersebut.

Ketika Hendricks kembali ke Bloomington, Amerika, polisi menanyai dan memeriksa pakaian dan mobilnya untuk mencari noda darah yang tertinggal.

Tetapi, pencarian itu tidak membuahkan hasil yang meyakinkan dikarenakan alibi Hendricks yang kuat terhadap dirinya yang telah pergi ke Wisconsin, Amerika sebelum tengah malam pada tanggal 4 November saat itu. Meskipun tanpa petunjuk yang lain, polisi mulai memeriksa lebih dalam cerita Hendricks.

Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Ilustrasi (Liputan6.com/Johan Fatzry)
Ilustrasi (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Hendricks mengaku, pada sekitar pukul 7.30, 4 November, dirinya mengajak keluarganya keluar untuk makan pizza. Lalu mengajak keluarganya bermain di sebuah tempat hiburan dan pulang ke rumah pukul 9.30, beberapa jam kemudian sehabis itu Hendricks berangkat untuk perjalanan bisnisnya.

Pemeriksa medis menyimpulkan setelah mereka mempelajari tubuh anak-anak tersebut bahwa cerita Hendricks kurang pas. Hal itu karena biasanya makanan akan meninggalkan jejak dii lambung dan bergerak ke usus kecil dalam waktu dua jam dan ketiga anak tersebut, topping pizza vegetarian masih ada pada perut mereka.

Hal ini membuat para peneliti memperkirakan waktu kematian mereka itu sekitar pukul 09.30, ketika Hendricks masih berada di rumah. Kemudian polisi mendakwa Hendricks atas pembunuhan dalam keluarganya, meskipun motif tersebut masih kurang.

Keluarga Hendricks sangat religius, mereka termasuk kelompok mirip puritan bernama Plymouth Brethren yang dikenal sebagai suatu gerakan keagamaan. Pengacara Hendricks menolak satu-satunya bukti fisik yang memberatkannya, yaitu dikarenakan aktifitas fisik atau trauma dapat mempengaruhi laju dalam pencernaan. Tetapi, tetap saja juri memutuskan Hendericks bersalah atas empat tuduhan pembunuhan.

Pria itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 21 Desember 1988. Kemudian pada 1991, Hendricks diadili kembali dan dinyatakan tidak bersalah atas kasus pembunuhan tersebut.

Reporter: Romanauli Debora

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: