7,2 Juta UMKM Bergabung dalam Program Bangga Buatan Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 7,2 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah ikut bergabung dalam program Bangga Buatan Indonesia (BBI). Para UMKM ini telah berhasil bertransformasi dari UMKM dengan sistem tradisional ke sistem digital.

Untuk diketahui, Program Bangga Buatan Indonesia merupakan jalan pemerintah mendorong para pelaku UMKM untuk bertahan di tengah pandemi dengan mengajak masuk ke pasar digital atau online. Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu.

"Saat ini 7,2 juta UMKM onboarding di program Bangga Buatan Indonesia," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Webinar Semangat dan Aksi Perempuan Andalan untuk Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Berdasarkan studi dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa potensi ekonomi digital masih terbuka lebar. Hal ini didukung beberapa faktor lain yang salah satunya 58 persen penduduk Indonesia telah menggunakan e-commerce dalam untuk berbelanja.

Terlebih, di tahun 2021, tercatat sudah ada transaksi mencapai Rp 336 triliun. Untuk itu, berbagai potensi ini harus bisa dimanfaatkan UMKM dengan memanfaatkan potensi digital yang telah disediakan.

"Di tahun 2021 (transaksi) sudah mencapai Rp 337 triliun," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Koordinasi antar Pemangku

Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Demi memaksimalkan potensi yang ada, Airlangga menilai perlu adanya koordinasi antar pemangku kepentingan. Selain itu pelaku usaha juga harus dibekali akses pasar, finansial, teknologi melalui pemberdayaan atau pendidikan.

"UMKM ini perlu dibekali akses pasar, akses finansial, akses teknologi dengan melakukan pemberdayaan atau pendidikan," kata dia.

Dia menambahkan, pemberdayaan UMKM bisa dilakukan kementerian/lembaga dan perbankan. Khusus pelaku UMKM perempuan, Airlangga minta dibantu dengan prioritas program KUR super mikro tang NPL-nya rendah.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel