7.366 Calon Peserta Didik Baru Sudah Dapatkan PIN Terkait PPDB SMA/SMK di Jatim

Liputan6.com, Jakarta - Peserta untuk mengajukan identification number (PIN) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di laman ppdbjatim.net mencapai 41.263 hingga Senin siang, (8/6/2020).

"Pada hari Senin hingga pukul 14.14 WIB peserta pengajuan PIN mencapai 41.263 dan 7.366 di antaranya sudah mendapatkan PIN tersebut," ujar Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan Jawa Timur Alfian Majdie, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/6/2020).

Alfian menuturkan, banyaknya pengakses laman ppdbjatim.net karena ada masalah seperti sulitnya membuka laman tersebut.

"Masalahnya biasanya karena jaringan provider. Kami memakai kapasitas server 64 core. Bahkan mulai pukul 07.00 sampai 21.00 WIB kami memakai 128 core. Ini sudah mencukupi," tutur dia.

Dia menuturkan, jika pengunjung laman PPDB berada pada lokasi dengan jaringan yang buruk, mereka akan kesulitan membuka laman. Kekhawatiran orangtua biasanya timbul setelah kesulitan membuka laman selama lima menit.

"Mereka merasa panik saat proses membuka laman lama. Jadi mohon memastikan jaringan lancar selama menjangkau laman PPDB," tutur dia.

Sementara itu, jika ada masyarakat yang terbatas secara fasilitas gawai, bisa diedukasi melalui call center, baik call center sekolah maupun call center Dinas Pendidikan Jatim.

"Kami tidak membuka layanan pengambilan PIN di sekolah karena mengutamakan protokol kesehatan bagi anak-anak. Agar mereka minim melakukan kontak di luar rumah," ujar dia.

Orangtua Datang ke Sekolah

Kendati PPDB SMA/SMK sepenuhnya dilaksanakan secara dalam jaringan (daring), masih banyak orangtua dan calon peserta didik baru yang berdatangan ke sekolah untuk pengambilan PIN

"Saya datang ke sekolah untuk mencari info soal PPDB SMK, di rumah sudah coba tidak bisa-bisa. Loading-nya lama, makanya ingin tahu jelasnya dengan datang ke sekolah," kata salah satu orangtua calon peserta didik baru Pujining Diana ditemui di SMKN 2 Surabaya.

Pujining datang ke sekolah dengan harapan dapat dibantu panitia PPDB untuk mendaftarkan anaknya di jurusan Listrik SMKN 2 Surabaya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Surabaya Djoko Pratmodjo Yudhi Utomo, mengatakan sementara ini sekolah hanya melayani pemberian informasi PPDB Jatim pada para orangtua atau siswa yang datang ke sekolah.

"Kami tidak melayani pengambilan PIN. Karena ada pengambilan titik koordinat rumah yang harus diambil dari rumahnya masing-masing. Kecuali ada kebijakan untuk pengambilan PIN kolektif seperti tahun sebelumnya baru kami layani," tutur dia.

Djoko menegaskan, hingga siang hari sekitar 200 orangtua sudah datang sejak pagi. Para orangtua ini banyak yang masih yakin jika mendapat informasi langsung dari sekolah.

"Kami menyediakan dua loket informasi dengan standar protokol kesehatan seperti jaga jarak dan cuci tangan. Ada juga dua unit media publikasi video," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini