7,8 Juta Data Pelanggan Pascabayar T-Mobile Bocor

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sistem perusahaan telekomunikasi yang bermarkas di Jerman, T-Mobile, dilaporkan telah disusupi hacker dan jutaan pelanggannya terkena dampak serangan ini.

Perusahaan mengatakan bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap serangan siber pada sistemnya tersebut mengungkapkan bahwa beberapa data pribadi dari sekitar 7,8 juta pelanggan pascabayar disusupi hacker.

Mengutip Reuters, Rabu (18/8/2021), perusahaan diberitahu tentang serangan hacker tersebut pada akhir pekan lalu, setelah sebuah forum online mengklaim bahwa data pribadi penggunanya bocor.

"Data dari sekitar 850.000 pelanggan prabayar dan lebih dari 40 juta catatan pelanggan terdahulu dan calon pelanggan juga dicuri," kata T-Mobile.

Data yang terekspos termasuk nama depan dan belakang pelanggan, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, dan informasi SIM, namun T-Mobile menyebut tidak ada indikasi rincian tentang keuangan mereka.

T-Mobile mengakui telah terjadi pelanggaran data di sistemnya pada Senin, 16 Agustus 2021, dan mengklaim titik masuk yang digunakan hacker untuk mengakses data telah ditutup.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sejumlah Tips Lindungi Data Pribadi di Media Sosial

Ilustrasi data pribadi, perlindungan data pribadi, privasi pengguna.  Kredit: Tayeb MEZAHDIA via Pixabay
Ilustrasi data pribadi, perlindungan data pribadi, privasi pengguna. Kredit: Tayeb MEZAHDIA via Pixabay

Data pribadi menjadi hal yang harus dijaga agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Meski begitu, saat memakai media sosial, pengguna mau tidak mau memberikan data pribadi. Misalnya informasi seperti tanggal lahir, email, atau nomor telepon untuk syarat daftar menjadi pengguna.

Perlu diingat juga bahwa saat ini marak terjadi kejahatan siber yang menarget data pribadi pengguna. Berdasarkan data BSSN, sejak Januari hingga Mei 2021, tercatat ada lebih dari 448 juta serangan siber di Indonesia, termasuk kebocoran informasi pribadi.

Biasanya hacker menggunakan teknologi digital untuk mencuri data pengguna dari perusahaan-perusahaan teknologi seperti e-commerce hingga lembaga pemerintah.

Untuk itu, pengguna layanan digital, sangat penting untuk melindungi data pribadi. Berikut adalah sejumlah tips untuk melindungi data pribadi kamu.

1. Jangan berikan data pribadi kamu ke orang tidak dikenal

Pengguna layanan digital atau pemilik data pribadi harus berhati-hati dengan nomor telepon atau email yang tidak dikenal, terutama jika mereka sedang tidak melakukan apa pun di media sosial yang membutuhkan verifikasi data.

Bisa jadi ada pihak tidak bertanggung jawab yang ingin meminta data untuk bisa mengakses akun media sosial dan menggunakannya untuk tindak kejahatan.

Untuk itu, pengguna perlu memastikan nomor telepon yang menghubungi atau alamat email yang diterima merupakan email resmi dari penyedia layanan media sosial.

Pengguna juga perlu berhati-hati saat menerima tautan atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu. Pastikan untuk selalu mengecek kebenaran email sebelum memberikan respon atas email tersebut. Jangan pernah klik link atau tautan dari email-email yang tidak jelas.

2. Jangan Bagikan Kata Sandi Pada Siapa pun

Ilustrasi (iStock)
Ilustrasi (iStock)

Tips kedua adalah jangan pernah membagikan kata sandi atau password kepada siapa pun. Pasalnya, kata sandi merupakan hal yang personal agar sesorang bisa mengakses layanan online, termasuk akun media sosial.

3. Pilih Kata Sandi yang Kuat dan Rutin Diganti

Selain menjaga kerahasiaan kata sandi, orang jahat di luar sana memiliki banyak cara untuk mencoba meretas akun-akun milik orang lain demi mendapatkan akses ke data pribadi.

Untuk itulah, pengguna sebaiknya memilih kata sandi atau password yang kuat. Disarankan kata sandi yang dipilih merupakan kombinasi antara huruf, angka, atau tanda baca agar lebih sulit untuk ditebak.

Pastikan untuk tidak memakai tanggal lahir atau nama ibu sebagai kata sandi. Selain itu, penggantian kata sandi secara rutin juga banyak diasarankan oleh ahli keamanan siber.

4. Aktifkan Fitur Verifikasi Dua Langkah (2FA)

Ilustrasi aplikasi two-factor-authentication (2FA) Authy. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Ilustrasi aplikasi two-factor-authentication (2FA) Authy. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Fitur two-factor-authority atau verifikasi dua langkah (2FA) kini jadi fitur keamanan yang umum disediakan pada layanan digital seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter, dan lain-lain.

Fitur ini mendukung pengguna agar lebih terhindar dari tindakan-tindakan peretasan atau pembobolan akun oleh pihak lain.

Pengguna disarankan mengaktifkan fitur 2FA ini, jadi ketika pengguna login melalui perangkat lain, selain diminta memasukkan kata sandi, pengelola layanan juga akan mengirimkan kode atau persetujuan masuk, salah satunya melalui SMS.

Dengan begitu, ketika ada pihak yang mencoba masuk ke akun digital kamu, mereka tidak bisa langsung masuk setelah mengetikkan kata sandi, tetapi butuh persetujuan kedua, dalam hal ini bisa berupa kode yang dikirim melalui SMS.

Infografis Waspada WhatsApp Rentan Dibobol Hacker

Infografis Waspada WhatsApp Rentan Dibobol Hacker. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Waspada WhatsApp Rentan Dibobol Hacker. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel