7 Arena Olahraga Bakal Dihibahkan ke Pemda Papua Usai PON XX, Ini Daftarnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana Rp 1,3 triliun untuk membangun 44 venue olahraga di 4 kabupaten/kota di Papua dalam rangka penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang sedang berlangsung di Papua.

Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, Purwanto mengatakan usai pelaksanaan PON XX Papua dan Peparnas pada November 2021 mendatang, ada 7 arena olahraga yang akan dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk dikelola dan dimanfaatkan.

Ketujuh arena olahraga tersebut antara lain arena aquatic, Istora Papua Bangkit, arena kriket, hockey indoor dan outdoor, arena sepatu roda, arena panahan dan arena dayung.

Selain itu Pemerintah juga akan menghibahkan Kawasan Kampung Harapan, Kawasan Doyo Baru, sistem drainase Kabupaten Jayapura dan sanitasi dengan nilai total mencapai Rp 1,350 triliun.

"Nilai seluruh BMN yang dimaksud sebesar Rp 1.350,67 miliar," kata Purwanto dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (8/10).

Lebih rinci Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan untuk wilayah Papua, Papua Barat dan Maluku, Nikodemus Sigit menjelaskan arena aquatic yang akan dihibahkan berlokasi di Kawasan Olahraga Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Pembangunan arena olahraga air ini sebesar Rp 409,4 miliar yang didanai dari APBN.

Arena aquatic memiliki luas lahan 28 ribu meter persegi dengan kapasitas kursi penonton sebanyak 1.760 kursi penonton. Pembangunannya pun telah mendapatkan sertifikasi standar olimpiade dari FINA.

"Ini semua standar internasional, kita dapatkan sertifikasi dari Federasi Renang Internasional (FINA),"kata Niko.

Istora Papua Bangkit juga akan dihibahkan pemerintah pusat. Arena ini berada di lokasi yang sama dengan arena aquatic. Pembangunan menghabiskan dana Rp 284,9 miliar dari APBN. Luas lahannya mencapai 33.016 meter persegi dengan kapasitas 3.674 kursi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Arena Olahraga Berikutnya

Lalu Mohammad Zohri pelari 100 meter putra asal Nusa Tenggara Barat (kanan) meninggalkan lawan-lawannya saat beraksi pada PON XX Papua 2021 di Stadion Atletik  Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (6/10/2021). (Foto: PB PON XX PAPUA 2021/Peksi Cahyo)
Lalu Mohammad Zohri pelari 100 meter putra asal Nusa Tenggara Barat (kanan) meninggalkan lawan-lawannya saat beraksi pada PON XX Papua 2021 di Stadion Atletik Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (6/10/2021). (Foto: PB PON XX PAPUA 2021/Peksi Cahyo)

Selain itu ada arena panahan yang juga berlokasi sama dengan arena aquatic dan Istora Papua Bangkit. Arena ini dibangun dengan anggaran Rp 23 miliar dari APBN dengan luas lahan 33.600 meter persegi. Adapun luas bangunannya 1.300 meter persegi dan luas arena memanah 15.541 meter persegi.

Arena hockey dan kriket berlokasi di Sport Complex Doyo Bary, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Arena ini menghabiskan dana APBN sebanyak Rp 294,8 miliar. Berdiri di atas lahan 133.509 meter persegi dengan kapasitas masing-masing 1.900 kursi hockey indoor, 1.250 kursi hockey outdoor dan 2.585 kursi arena kriket. Pembangunan arena ini juga telah mendapatkan sertifikasi standar internasional dari Federasi Hockey Internasional (FHI).

Arena dayung berlokasi di Teluk Youtefa, Kota Jayapura dengan anggaran pembangunan Rp 18 miliar dari APBN. Arena ini memiliki luas lahan 19.771 meter persegi dengan luas lintasan 1,7 hektar dan luas gedung perahu 1.753 meter persegi.

Masih di Kota Jayapura, arena sepatu roda dibangun di Buper Waena, Heram dengan anggaran Rp 90,2 miliar. Arena ini memiliki luas lahan 19.800 meter persegi dengan kapasitas 650 kursi dan memiliki standar internasional.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel