7 Arti Simbol Segitiga pada Botol Plastik, Kenali Kegunaannya

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan produk plastik tak bisa lepas dari kehidupan manusia. Mulai dari tempat makanan dan minuman, perabot rumah, hingga mainan anak. Keamanan menggunakan plastik pun menjadi pro dan kontra karena diangggap dapat merusak lingkungan dan kesehatan. 

Biasanya pada botol plastik, Anda akan menemukan simbol segitiga kecil di bawah. Simbol ini biasanya disertai dengan kode angka tertentu. Namun, tahukah Anda apa arti simbol tersebut?

Simbol segitiga ini merupakan simbol daur ulang. Namun, simbol ini tidak berarti produk tersebut dapat didaur ulang. Simbol ini hampir selalu ditemukan pada sebagian besar botol plastik, wadah, dan kemasan produk plastik lainnya.

Di dalam setiap segitiga panah, ada angka yang berkisar dari satu hingga tujuh. Tujuan dari angka tersebut adalah untuk mengidentifikasi jenis plastik yang digunakan untuk produk dan tidak semua plastik dapat didaur ulang atau bahkan dapat digunakan kembali.

Maka dari itu penting untuk mengetahui arti simbol-simbol ini dalam penggunaan produk plastik. Berikut arti simbol segitiga pada botol dan produk plastik lainnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat(21/2/2020).

Angka 1 (PET/PETE)

Angka 1 (PET/PETE) (sumber: Pixabay)

Botol atau kemasan plastik lainnya dengan simbol segitiga 1 (PET/PETE) adalah salah satu plastik yang paling umum digunakan dalam produk konsumen. Bahan plastik ini biasa ditemukan di sebagian besar botol air kemasan. Botol atau wadah dengan simbol ini dimaksudkan untuk aplikasi sekali pakai.

Angka 1 di dalam segitiga menunjukkan plastik tersebut adalah polietilen tereftalat, yang disingkat menjadi PET atau PETE. Produk yang terbuat dari plastik 1 (PET) tidak bisa digunakan kembali sebagai wadah minuman atau makanan.

Penggunaan berulang meningkatkan risiko pencucian dan pertumbuhan bakteri. Meski begitu, plastik ini masih bisa didaur ulang dengan mudah.

Angka 2 (HDPE)

Angka 2 (HDPE) (sumber: Pixabay)

Angka 2 di dalam segitiga menunjukkan plastik tersebut adalah polietilen densitas tinggi, high-density polyethylene atau HDPE. Plastik ini bisa ditemukan di dalam botol susu, botol sampo, wadah mentega dan yogurt, botol oli motor, tas belanja dan sampah, dan pembersih rumah tangga dan botol deterjen.

HDPE adalah plastik yang paling sering didaur ulang dan dianggap sebagai salah satu bentuk plastik paling aman. Plastik HDPE sangat tahan pakai dan tidak terurai di bawah paparan sinar matahari atau pemanasan atau pembekuan yang ekstrem. Untuk alasan ini, HDPE digunakan untuk membuat meja, kursi, dan perabot lainnya.

Meski aman untuk mengemas minuman dan makanan. Plastik jenis ini dianjurkan hanya digunakan sekali pakai saja.

Angka 3 (PVC) (sumber: Pixabay)

Angka 3 di dalam segitiga menunjukkan plastik adalah vinil atau polivinil klorida. PVC adalah plastik lunak dan fleksibel yang digunakan untuk membuat pembungkus makanan plastik bening, botol minyak goreng, mainan anak-anak, dan kemasan blister untuk berbagai produk konsumen.

Produk PVC tidak boleh digunakan kembali untuk aplikasi dengan makanan atau untuk penggunaan anak-anak. PVC dijuluki "plastik beracun" karena mengandung banyak racun yang dapat larut selama seluruh siklus hidupnya.

Kandungan DEHA (Diethylhydroxylamine) yang ada di dalamnya akan bereaksi saat bersentuhan langsung dengan makanan. Reaksi ini bisa berbahaya bagi kesehatan ginjal dan hati.

Angka 4 (LDPE)

Angka 4 (LDPE) (sumber: Pixabay)

Angka 4 di dalam segitiga menunjukkan plastik tersebut adalah polietilen densitas rendah, low-density polyethylene atau LDPE. Plastik ini biasa ditemukan di tas belanja, botol yang bisa diremas, dan plastik pada makanan beku atau roti. Tas belanja plastik yang digunakan di sebagian besar toko saat ini dibuat menggunakan plastik LDPE.

LDPE dianggap kurang beracun dibandingkan plastik lainnya, dan relatif aman untuk digunakan. Produk yang dibuat menggunakan plastik LDPE dapat digunakan kembali dengan jangka waktu pendek, tetapi tidak selalu dapat didaur ulang karena sulit dihancurkan.

Angka 5 (PP)

Angka 5 (PP) (sumber: Pixabay)

Angka 5 di dalam segitiga mengindikasikan plastik tersebut adalah polypropylene atau PP. Botol dan wadah lainnya yang memiliki kode ini merupakan jenis pilihan plastik terbaik untuk minuman dan makanan. Plastik polypropylene tangguh dan ringan, dan memiliki kualitas tahan panas yang sangat baik.

Plastik ini berfungsi sebagai penghalang terhadap kelembaban, minyak dan bahan kimia. Simbol ini kerap tertulis pada botol dan wadah makanan plastik yang bisa digunakan berkali-kali. Botol minuman dengan kode ini dianggap aman untuk digunakan kembali. Plastik ini juga mudah untuk didaur ulang.

Angka 6 (PS)

Angka 6 (PS) (sumber: Pixabay)

Angka 6 di dalam segitiga menunjukkan plastik tersebut adalah polystyrene (PS). Polystyrene adalah plastik yang murah, ringan dan mudah dibentuk dengan berbagai macam kegunaan. Bahan paling sering digunakan untuk membuat gelas dan piring styrofoam sekali pakai, pembungkus makanan, karton telur, dan sendok garpu piknik plastik.

Karena secara struktural lemah dan sangat ringan, polystyrene mudah putus dan mudah tersebar ke seluruh lingkungan alami. Pantai di seluruh dunia memiliki serpihan-serpihan polistiren ini yang merusak ekosistem.

Penggunaan plastik ini sangat tidak disarankan untuk makanan dan minuman. Polystyrene dapat melepaskan styrene yang bersifat karsinogen. Zat ini bisa keluar terutama ketika dipanaskan. Bahan kimia yang ada dalam polystyrene telah dikaitkan dengan kesehatan manusia dan disfungsi sistem reproduksi. Polystyrene harus dihindari sedapat mungkin.

Angka 7 (Other)

Angka 7 (Other) (sumber: Pixabay)

Setiap plastik yang tidak jatuh di bawah salah satu dari enam jenis di atas memiliki kode 7 di dalam segitiga. Plastik ini biasanya terbuat dari SAN (Styrene Acrylonitrile), ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene), dan PC (Polycarbonate. Biasanya produk dengan simbol ini akan mencantumkan kode SAN, ABC, atau PC.

SAN biasa ditemukan pada termos, piring makan, sikat gigi, atau mangkuk mixer. ABS bisa ditemukan di wadah makanan dan minuman, mainan anak, dan pipa. Sementara PC bisa ditemukan pada beberapa botol bayi.

Namun, penggunaan botol dan wadah makanan dengan PC sangat tidak disarankan. Ini karena plastik dengan bahan PC bisa menghasilkan BPA yang bisa menganggu kesehatan.