7 Bahan Pengganti Kecap Ikan, Tetap Sedap dan Lebih Sehat

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Di dapur terdapat berbagai macam bumbu serta penyedap rasa yang digunakan agar sebuah makanan menjadi lebih lezat, salah satu di antaranya yakni kecap ikan. Berbeda dengan kecap pada umumnya yang terasa manis, kecap ikan memiliki tekstur yang cenderung lebih cair dan berwarna bening, rasanya pun terasa asin. Meskipun, kecap ikan juga dikemas dalam bentuk botol pada umumnya.

Penggunaan kecap ikan dalam sebuah masakan lazimnya digunakan pada masakan Oriental. Namun, beberapa masakan lainnya juga seperti masakan Thailand dan Indonesia terkadang juga menggunakan kecap ikan untuk mendapatkan citarasa yang lebih sedap.

Beberapa makanan yang biasa kita jumpai dan menggunakan kecap ikan adalah tumis, bumbu oseng, dan berbagai makanan lainnya. Dengan menggunakan kecap ikan, rasa atau aroma ikan dapat terasa. Beberapa makanan yang menggunakan kecap ikan lainnya yakni sushi, shabu-shabu, kimchi, sapo tahu, dan sup bakso ikan.

Kecap ikan terbuat dari fermentasi ikan dan garam yang dibuat dalam jangka waktu yang cukup lama. Sehingga ketika digunakan akan menambah citarasa ikan pada masakan. Meskipun bagi mayoritas orang rasa tersebut dinilai menjadi lebih sedap, namun ada pula orang yang merasa tidak cocok dengan citarasa dari kecap ikan.

Berikut ini merupakan tujuh bahan penyedap rasa yang bisa menjadi alternatif pengganti kecap ikan. Dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Kamis (29/10/2020).

1. Saus kedelai

Ilustrasi kecap asin atau soy sauce. (iStock)
Ilustrasi kecap asin atau soy sauce. (iStock)

Salah satu bahan penyedap rasa yang dapat menggantikan kecap ikan yakni saus kedelai atau soy sauce. Saus kedelai ini kadang kala juga dikenal sebagai kecap asin. Saus ini terbuat dari fermentasi kedelai, garam, biji-bijian, serta air.

Kandungan asam amino dan sodium didalamnya, membuat saus ini terasa gurih dan asin. Selain itu, saus ini sangat direkomendasikan bagi para vegan yang ingin menghindari makanan yang melibatkan bahan baku hewani.

2. Tamari

Mengusung jargon “Looks Good Tastes Good”, dengan warna yang lebih hitam serta tekstur yang kental, Kecap Sedaap Kedelai Hitam Spesial akan membuat masakan menjadi lebih lezat dan kaya nutrisi./ Photo by Caroline Attwood on Unsplash
Mengusung jargon “Looks Good Tastes Good”, dengan warna yang lebih hitam serta tekstur yang kental, Kecap Sedaap Kedelai Hitam Spesial akan membuat masakan menjadi lebih lezat dan kaya nutrisi./ Photo by Caroline Attwood on Unsplash

Hampir mirip dengan soy sauce, Tamari juga dapat digunakan untuk menggantikan kecap ikan. Meski kadang kala sering tertukar dengan saus kedelai, namun Tamari memiliki cara pembuatan yang sedikit berbeda. Tamari dibuat dari fermentasi air, garam, pasta miso, fermentasi jamur koji, dan moromi.

Tamari juga dapat menjadi alternatif bagi Anda yang alergi atau sensitif terhadap gluten karena saus ini tidak mengandung biji-bijian. Meskipun protein kedelai di dalamnya terasa kuat, namun rasa yang dihasilkan tidak segurih soy sauce.

3. Kaldu jamur dan kedelai

ilustrasi kaldu jamur/Photo By Anna Hoychuk from Shutterstock
ilustrasi kaldu jamur/Photo By Anna Hoychuk from Shutterstock

Ketika hendak memasak sup atau kaldu dan tiba-tiba saja kehabisan kecap ikan, maka Anda bisa menggantinya dengan kaldu jamur dan kedelai. Caranya pun sangat mudah, yakni dengan mencairkan 7-14 gram jamur shitake kering dengan 45 ml saus kedelai, kemudian keduanya dicampur dengan 1 liter air.

Setelah dicampurkan, diamkan selama kurang lebih 15 menit hingga airnya menguap separuh. Kembali diamkan lagi selama 10 menit kemudian Anda bisa menyaringnya dan mendapatkan kaldunya. Olahan kaldu jamur dan kedelai ini dinilai lebih untuk tubuh dan dapat disimpan dalam periode yang lama.

4. Saus ikan vegan

Kacang Kedelai / Sumber: iStockphoto
Kacang Kedelai / Sumber: iStockphoto

Ketika banyak orang yang menggemari kecap ikan, namun ada pula orang-orang yang sedang menjalani diet vegan atau memiliki alergi terhadap ikan. Maka dari itu, saus ikan vegan dapat menjadi alternatif. Saus ikan vegan terbuat dari saus kedelai yang dipadukan dengan jamur shitake dan juga amino cair.

Amino cair ini dibuat dengan cara memadukan ekstrak nira yang difermentasi dengan air dan garam. Kandungan kedelai dan jamur pada saus ini membuat rasanya gurih dan mirip dengan kecap ikan namun tidak disertai rasa amis.

5. Rumput laut

Ilustrasi Rumput Laut (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi Rumput Laut (sumber: iStockphoto)

Salah satu bahan lain yang dapat menggantikan kecap ikan yakni rumput laut. Dengan kandungan asam amino glutamat di dalamnya, membuat rumput laut terasa gurih sekaligus bernutrisi. Contoh dari olahan rumput lain yakni kombu dan nori.

Namun, bagi orang yang menghindari sensasi gurih dan rasa amis ikan bisa memilih wakame ketimbang kombu. Dalam rumput laut wakame mengandung glutamat yang lebih rendah ketimbang yang lainnya. Olahan rumput laut ini sangat pas ketika dicampurkan pada sajian kaldu, saus, dan salad. Sedangkan olahan rumput laut dalam bentuk kering seperti nori biasa dipadukan untuk membuat sushi, kimbab, dan camilan ringan.

6. Amino kelapa

Ilustrasi santan kelapa (Photo by Tijana Drndarski on Unsplash)
Ilustrasi santan kelapa (Photo by Tijana Drndarski on Unsplash)

Meski tak diketahui oleh banyak orang, ternyata amino kelapa yang dibuat dari fermentasi nira kelapa dengan warna gelap mirip kecap ini bisa digunakan sebagai bahan pengganti kecap ikan. Penggunaan amino kelapa ini direkomendasikan terutama bagi mereka yang sedang menjalani diet vegan yang menghindari biji-bijian, gluten, dan kedelai.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan kecap ikan, amino kelapa cenderung lebih manis dan rendah sodium.

7. Saus Tiram

Ilustrasi resep masakan, saus tiram. (Photo by jcomp on Freepik)
Ilustrasi resep masakan, saus tiram. (Photo by jcomp on Freepik)

Saus tiram atau oyster sauce merupakan salah satu penyedap rasa yang cukup populer dalam masakan Oriental. Meskipun demikian, teksturnya cenderung lebih kental dibandingkan dengan kecap ikan sehingga belum tentu cocok dengan berbagai masakan. Meski demikian, hal ini bisa diakali dengan cara menambahkan air agar mendapatkan konsistensi yang tepat.