7 Bahaya Tidur Terlalu Lama Saat Menjalani Puasa

Fimela.com, Jakarta Bulan puasa adalah saatnya mencari pahala yang berlipat ganda. Banyak orang memanfaatkan bulan puasa untuk memperbanyak ibadah, namun ada juga yang menghemat waktu puasa untuk tidur.

Meskipun tidur selama menjalani puasa dikatakan sebagai bagian dari ibadah, namun ternyata terlalu banyak tidur bisa mengurangi pahala puasa. Selain itu terlalu banyak tidur juga tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Berikut bahaya tidur terlalu lama, ketika sedang menjalani puasa, yang dilansir dari Merdeka.com:

Badan Akan Merasa Lemas

ilustrasi badan lemas karena terlalu banyak tidur/pexels

Tidur terlalu lama saat menjalani ibadah puasa, bisa berbahaya bagi kesehatan, dan bisa mengurangi pahala puasa.

Terlalu lama tidur akan membuat badan merasa lemas, karena tubuh menjadi pasif, dan otot tidak bekerja secara maksimal.

Selain itu metabolisme dan organ di dalam tubuh tidak bekerja maksimal. Maka kondisi tubuh akan lemas, dan membuat seseorang menjadi lebih malas untuk melakukan aktivitas.

Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

ilustrasi sistem kekebalan tubuh menurun/pexels

Terlalu banyak tidur saat berpuasa, bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun, dan membahayakan tubuh karena mudah terserang penyakit.

Tidur terlalu lama membuat organ tubuh menjadi tidak beraktifitas. Kurangnya aktifitas organ tubuh, sangat berpengaruh terhadap produktivitas sel-sel tubuh.

Tubuh yang kekurangan sistem kekebalan tubuh, bisa sangat mudah terserang penyakit seperti flu. Untuk itu lakukanlah olahraga sesekali untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Menaikkan Berat Badan

ilustrasi tidur menaikkan berat badan/pexels

Ternyata terlalu banyak tidur bisa membuat berat badan jadi naik. Padahal seharusnya pada saat bulan puasa, merupakan saat terbaik untuk memperbaiki berat badan menjadi ideal.

Tidur terlalu lama bisa membaut kadar lemak di dalam tubuh meningkat. Sehingga bisa menyebabkan berat badan naik. Selain itu bisa membuat tubuh menjadi obesitas.

Tubuh yang mengalami obesitas akan mudah terserang penyakit, seperti mengganggu sistem kerja hati, dan juga organ-organ vital lainnya.

Meningkatkan Depresi

ilustrasi tidur membuat depresi/pexels

Terlalu banyak tidur saat puasa, bisa menyebabkan meningkatnya hormon depresi, sehingga bahaya untuk kesehatan mental.

Kebiasaan tidur lebih dari 10 jam, bisa membuat perasaan yang awalnya hanya, kemudian meningkatkan menjadi depresi.

Oleh karena itu, sebaiknya Sahabat Fimela harus menghindari tidur berlebihan selama puasa. Isilah waktu luang denga berbagai kegiatan positif yang bisa menambah pahala puasa. Agar kondisi tubuh dan kesehatan mental terjaga dengan baik.

Mengganggu Kesehatan Jantung

ilustrasi tidur tidak baik untuk jantung/unsplash

Berdasarkan sebuah penelitian, bahaya tidur terlalu lama saat menjalani puasa, bisa membuat kesehatan jantung menurun. Orang yang terlalu banyak tidur, akan memiliki resiko terkena nyeri pada dada 2 kali lebih tinggi, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah pada jantung.

Sebuah penelitian lain juga mengungkap, bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam, akan memiliki risiko 34 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung. Saat menjalani puasa, lebih baik gunakan waktu untuk berolahraga, untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

Menurunkan Kinerja Otak

ilustrasi tidur mempengaruhi kinerja otak/pexels

Tidur terlalu lama saat menjalani puasa, sangat berbahaya bagi kesehatan otak, karena bisa membantu menurunkan sistem kinerja otak.

Tidur lebih dari 9 jam, bisa mempengaruhi dan mengganggu sisten kognitif, dan juga sistem kerja pada otak.

Tetapi jika kebutuhan tidur Sahabat Fimela tercukupi selama 7 jam hingga 8 jam, hal tersebut bisa memberikan manfaat positif bagi organ otak. Kinerja otak akan menjadi lebih baik dan sistem kognitif dapat bekerja secara optimal.

Membuat Diabetes

ilustrasi tidur membuat diabetes/pexels

Diabetes adalah penyakit yang berbahaya. Seseorang yang terlalu lama tidur, bisa terserang penyakit diabetes.

Tidak ada aktifitas seharian, akan membuat kinerja organ pada tubuh berkurang, dan aliran darah tidak lancar.

Aliran darah yang tidak lancar, bisa membuat kadar gula darah pada tubuh meningkat, dan membuat orang terserang penyakit diabetes.