7 Benda yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Baking Soda, Bisa Merusak

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Baking soda menjadi bahan serbaguna untuk kebutuhan rumah tangga. Selain dimanfaatkan dalam membuat kue dan memasak, baking soda punya manfaat alternatif. Baking soda adalah pembersih serbaguna yang bisa digunakan untuk membersihkan perabot, pakaian, hingga beragam benda lainnya.

Tetapi ada beberapa contoh di mana baking soda menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada keuntungan. Meskipun dapat membantu melakukan sebagian besar tugas rumah tangga, pastikan untuk tidak menggunakannya saat membersihkan perabot atau benda-benda tertentu.

Beberapa logam lebih reaktif terhadap baking soda. Penggunaan baking soda pada jenis logam tertentu bisa menyebabkan perubahan warna. Meskipun tidak benar-benar merusak logam, ini membuat tampilan perabot ini jadi tidak enak dipandang.

Menggunakan baking soda pada benda atau perabot ini dapat menimbulkan kerusakan dan perubahan warna. Berikut benda yang tidak boleh dibersihkan dengan baking soda, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(2/11/2020).

Kaca

Ilustrasi gelas (iStock)
Ilustrasi gelas (iStock)

Benda atau permukaan apapun yang terbuat dari kaca tidak disarankan dibersihkan dengan baking soda. Baking soda adalah pembersih abrasif. Sifat abrasif ini bisa menggores kaca atau cermin ketika dibersihkan.

Kaca yang tergores atau bahkan terkikis akan mudah pecah atau retak. Untuk membersihkan permukaan kaca atau cermin, Anda bisa menggunakan cairan pembersih kaca yang tersedia di pasaran. Untuk membuat pembersih kaca sendiri, campurkan 1 cangkir alkohol gosok, 1 cangkir air, dan 1 sendok makan cuka.

Aluminum

Ilustrasi Alat Masak Panci. (iStockphoto)
Ilustrasi Alat Masak Panci. (iStockphoto)

Anda masih tetap bisa membersihkan perabot aluminum dengan baking soda. Namun, penting untuk segera membilasnya. Baking soda penting untuk diingat untuk segera membilasnya. Terlalu lama membiarkan baking soda di perabot aluminum menyebabkan oksidasi yang akan mengubah permukaan menjadi coklat.

Ini terjadi karena aluminium lebih tipis dan lebih berpori. Baking soda dapat menyebabkannya teroksidasi dan akhirnya berubah warna. Ini dapat menyebabkan perabot aluminium berubah warna dan cepat rapuh.

Marmer

Meja marmer (sumber: Pixabay)
Meja marmer (sumber: Pixabay)

Benda atau permukaan yang terbuat dari marmer juga tidak boleh dibersihkan dengan baking soda. Seiring waktu, baking soda akan menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung atas dan akhirnya meninggalkan goresan pada marmer. Meskipun baking soda bersifat abrasif dan marmer adalah batuan yang kokoh, aplikasi berulang dapat merusak lapisan penutup di permukaan.

Beberapa tips pembersihan merekomendasikan penggunaan baking soda pada permukaan ini. Tapi para produsen batu justru memperingatkan untuk tidak menggunakan baking soda untuk membersihkan marmer karena potensi kerusakan yang dapat terjadi dalam jangka panjang.

Furnitur kayu

Ilustrasi meja kayu. Sumber: Pixabay
Ilustrasi meja kayu. Sumber: Pixabay

Baking soda bukan produk pembersih terbaik untuk furnitur kayu. Kerusakan terutama bisa terjadi jika baking soda dicampur dengan air atau cuka. Ini dapat dengan mudah merusak lapisan akhir atau pernis kayu. Lebih buruk lagi, partikel dari bubuk dapat meresap ke dalam pori-pori kayu.

Mirip dengan furnitur kayu, baking soda juga tidak disarnakan digunakan pada lantai kayu. Sebaiknya gunakan pembersih yang dibuat khusus untuk lantai kayu. Untuk furnitur kayu, Anda bisa menggunakan sabun cuci piring yang diencerkan untuk membersihkannya.

Alat makan perak

ilustrasi sendok (Pixabay)
ilustrasi sendok (Pixabay)

Jika Anda memiliki peralatan makan perak yang sudah tua atau antik, hindari menggunakan baking soda untuk membersihkannya. Baking bisa sangat abrasif untuk jenis permukaan ini. Baking soda bisa menggores permukaan perak.

Meskipun merendam peralatan makan dalam air dan soda kue dapat menghilangkan noda dengan cepat, campuran ini terlalu abrasif bagi peralatan makan perak antik. Ini bisa mengubah warna dan merusak permukaan perak.

Kombinasi kain pembersih dan larutan air hangat yang dikombinasikan dengan deterjen lembut akan berhasil mengatasi noda ringan. Pastikan untuk mengeringkannya secara menyeluruh sebelum disimpan.

Jangan pernah menggunakan sikat berbulu keras untuk menghilangkan noda pada permukaan atau bahan lain, karena berisiko menggores perak.

Alat makan emas

Alat makan emas (sumber: Pixabay)
Alat makan emas (sumber: Pixabay)

Jangan pernah membersihkan piring berlapis emas atau peralatan emas Anda dengan baking soda. Emas adalah logam yang sangat lembut dan soda kue adalah pembersih abrasif. Ini akan menggores lapisan akhir dan menyebabkan pelapisan emas luntur.

Jika Anda memiliki alat makan dengan aksen emas asli, berhati-hatilah dengan baking soda. Bilas sendok garpu berlapis emas dan lap dengan kain lembut untuk menghilangkan partikel makanan dan debu. Jika partikelnya tidak hilang, rendam di wastafel dengan air panas dan semprotkan sabun cuci piring cair lembut selama dua menit.

Pembersihan tepat waktu setelah digunakan dan penyimpanan yang tepat akan memastikan bahwa piring porselen berbingkai emas tetap cerah dan indah selama bertahun-tahun yang akan datang.

Benda dengan celah dalam

Ilustrasi keyboard (pixabay.com)
Ilustrasi keyboard (pixabay.com)

Baking soda biasa meninggalkan residu putih berdebu setelah mengering. Oleh karena itu, Anda tidak boleh menggunakannya untuk membersihkan permukaan dengan alur atau celah yang dalam. Ini dapat membuat residu akan tertinggal dan dapat menumpuk.

Salah satu contoh benda dengan celah yang dalam adalah keyboard komputer. Alih-alih membersihkannya dengan baking soda, Anda cukup membersihkan permukaan ini dengan kain mikrofiber.