7 Candi di Malang Penuh Nilai Sejarah, Eksotis Menarik Perhatian

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Malang merupakan kawasan wisata dengan beragam destinasi. Mulai dari taman rekreasi, pegunungan, agrowisata, hingga sejarah, semuanya bisa ditemukan di Malang. Salah satu destinasi yang menarik untuk dijelajahi adalah candi.

Di Malang ada sejumlah candi yang menyimpan kisah sejarah tersendiri. Candi di Malang merupakan bukti adanya kejayaan masa kerajaan di daerah ini. Candi di Malang didominasi oleh candi peninggalan kerajaan Singosari yang sempat berjaya pada masanya.

Candi-candi ini kini menjadi tempat wisata sejarah yang menarik dikunjungi. Beberapa candi bahkan masih dijadikan tempat beribadah warga setempat. Berikut 7 candi di Malang, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(26/10/2020).

Candi Singosari

Candi Singasari, Malang  (sumber: iStockphoto)
Candi Singasari, Malang (sumber: iStockphoto)

Candi Singosari atau Singasari terletak di Desa Candi Renggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Cungkup atau Candi Menara, karena pada masanya candi Singosari adalah candi yang tertinggi.

Beberapa candi di Jawa Timur, terutama yang terletak di sekitar kota Malang, mempunyai kaitan sejarah yang erat dengan Kerajaan Singosari.

Tempat wisata bangunan Candi Singosari terletak di tengah halaman. Tubuh candi berdiri di atas batur kaki setinggi sekitar 1,5 m, tanpa hiasan atau relief pada kaki candi. Sepintas bangunan Candi Singosari terlihat seolah bersusun dua, karena bagian bawah atap candi berbentuk persegi, menyerupai ruangan kecil dengan relung di masing-masing sisi.

Candi Jago

Candi Jago, Malang  (sumber: iStockphoto)
Candi Jago, Malang (sumber: iStockphoto)

Candi Jago terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Saat ini Candi Jago masih berupa reruntuhan yang belum dipugar.

Keseluruhan bangunan candi berbentuk segi empat dengan luas 23 x 14 m. Candi Jago dipenuhi dengan panel-panel relief yang terpahat rapi mulai dari kaki sampai ke dinding ruangan teratas.

Bangunan candi menghadap ke barat, berdiri di atas batur setinggi sekitar 1 m dan kaki candi yang terdiri atas 3 teras bertingkat. Makin ke atas, teras kaki candi makin mengecil sehingga pada lantai pertama dan kedua terdapat selasar yang dapat dilewati untuk mengelilingi candi.

Candi Kidal

Candi Kidal  (sumber: Wikipedia)
Candi Kidal (sumber: Wikipedia)

Candi Kidal terletak lembah Gunung Bromo dengan ketinggian 52 Meter di atas permukaan laut. Candi ini tepatnya berada di desa Rejokidal, kecamatan Tumpang, sekitar 20 km sebelah timur kota Malang.

Candi Kidal merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan Singosari. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Anusapati, Raja kedua dari Singosari. Anusapati dibunuh oleh Panji Tohjaya dalam perebutan kekuasaan Singosari. Kematian ini juga diyakini sebagai bagian dari kutukan Mpu Gandring.

Candi Kidal memiliki 3 bagian yaitu kaki, tubuh dan atap. Atap candi terdiri atas 3 tingkat yang semakin keatas semakin kecil.

Candi Badut

Candi Badut, Malang  (sumber: iStockphoto)
Candi Badut, Malang (sumber: iStockphoto)

Candi Badut berlokasi di kawasan Tidar, bagian barat kota Malang. Candi Badut diduga diperkirakan dibangun jauh sebelum masa pemerintahan Airlangga, yaitu masa dimulainya pembangunan candi-candi lain di Jawa Timur. Candi ini termasuk candi tertua di Jawa Timur.

Kata Badut diduga berasal dari bahasa Sanskerta Bha-dyut yang berarti sorot Bintang Canopus atau Sorot Agastya. Para ahli menyatakan bahwa Candi Badut merupakan peralihan gaya bangunan Klasik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Candi ini juga memiliki kemiripan dengan Candi Dieng di Jawa Tengah dalam hal bentuk serta reliefnya yang simetris.

Candi Jawar

Candi Jawar (Sumber: malangkab.go.id)
Candi Jawar (Sumber: malangkab.go.id)

Candi Jawar juga dikenal sebagai Candi Samudro. Candi Jawar terletak di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading. lokasi candi tersebut memang istimewa, karena, dikelilingi pemandangan pepohonan khas kawasan pegunungan.

Diceritakan bahwa dahulu Raden Wijaya sang pendiri Majapahit sering mengunjungi Candi Jawar yang dekat dengan Semeru tersebut untuk menghadap kepada Sang Pencipta.

Candi ini ditemukan sekitar tahun 1982-1983 dengan kondisi terpendam di dalam tanah. Kini candi Jawar digunakan oleh sekitar 74 keluarga Hindu di Kecamatan Ampel Gading sebagai pura untuk beribadah.

Candi Songgoriti

Candi Songgoriti  (sumber: Wikipedia)
Candi Songgoriti (sumber: Wikipedia)

Candi Songgoriti atau Sanggariti adalah sebuah candi yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Candi ini berada di dekat satu sumber air panas yang menjadi destinasi favorit di Malang dan Batu. Songgoriti adalah candi tertua di Jawa Timur yang belum diketahui secara pasti kapan masa pembangunannya.

Candi ini diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Mpu Sindok, yakni sekitar abad ke 9 sampai 10 Masehi. Menurut cerita rakyat setempat, dahulu lokasi candi tersebut merupakan kawah dari gunung berapi yang mengeluarkan air panas. yang akhirnya datanglah Mpu Supo yang membangun candi diatas kawah tersebut sehingga airnya tidak mengalir ke mana-mana.

Candi Songgoriti berukuran 14,36 x 10 meter, tinggi 2,44 meter. Terdapat relung atau cekukan pada tubuh candi yang digunakan untuk tempat berdirinya arca.

Candi Sumberawan

Candi Sumberawan merupakan satu–satunya stupa yang berhasil ditemukan di Jawa Timur. (Liputan6.com/Zainul Arifin)
Candi Sumberawan merupakan satu–satunya stupa yang berhasil ditemukan di Jawa Timur. (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Candi Sumberawan berada di di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Candi ini berjarak sekitar 6 km dari Candi Singosari yang juga merupakan peninggalan Kerajaan Singosari.

Candi Sumberawan hanya berbentuk sebuah stupa. Candi ini dibuat dari batu andesit dengan ukuran panjang 6,25 m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya