7 Cara Anda Bisa Selamatkan Bumi dengan Hemat Energi di Rumah

Merdeka.com - Merdeka.com - Pola konsumsi energi dunia saat ini kebanyakan masih bersumber dari bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam yang tidak ramah lingkungan. Bahan bakar fosil ini kemudian digunakan sebagai pembangkit listrik, bensin, dan kegiatan sehari-hari lainnya.

Bahan bakar fosil yang menjadi ‘baterai’ kehidupan ini sangat boros dan tidak berkelanjutan. BRIN menyebut sejak tahun 1991, produksi minyak bumi Indonesia terus menurun, lama-lama akan habis.

Pola konsumsi energi yang tinggi ini kemudian mengeluarkan emisi gas kaca yang tinggi, yang mana memperparah krisis iklim bumi. Diperlukan perubahan dalam skala besar untuk bisa memutar waktu.

Anda mungkin merasa tidak berdaya—apa yang bisa dilakukan dari diri sendiri sebagai langkah awal untuk membantu menanggulangi krisis ini? Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghemat energi.

7 Tips Hemat Energi dari Rumah

Perubahan pola hidup menjadi lebih hemat energi bisa dilakukan dengan mudah. Saat ini, memang sudah banyak peralatan elektronik untuk rumah yang memiliki fitur yang lebih ramah lingkungan—meskipun biasanya lebih mahal. Berikut beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi konsumsi energi.

Manfaatkan Matahari

Matahari menyinari Indonesia selama 12 jam sehari, sepanjang tahun. Manfaatkan energi gratis ini sebagai ‘lampu’ di rumah Anda di pagi hari. Bukalah gorden dan jendela di pagi hari agar cahaya dan udara masuk untuk menerangi dan menyegarkan rumah.

Bagi Anda yang hendak merenovasi rumah, sangat disarankan untuk membuat jendela yang tersebar dan sesuai dengan ukuran rumah agar dapat menghemat energi.

Ganti Lampu Rumah ke LED

Selian membuka jendela selebar-lebarnya, hal lain yang bisa dilakukan untuk hemat energi dari segi lampu adalah dengan menggunakan bohlam LED. Dilansir dari EnergySage, lampu LED 75-80% lebih hemat energi dibandingkan lampu konvensional.

Lebih sedikit jumlah energi yang dibutuhkan untuk menerangi rumah, semakin sedikit pula biaya tagihan listrik Anda.

ilustrasi colokan elektronik
ilustrasi colokan elektronik

pexels-Steve Johnson

Cabut Peralatan Elektronik

Smartphone sekarang sudah banyak memiliki baterai yang tahan lama, sehingga Anda bisa mencabut charger HP Anda jika sedang tidak digunakan. Selain itu, matikan atau cabut penanak nasi Anda begitu nasi matang.

Selain hemat listrik, memanaskan nasi terus-menerus justru membuat nasi menjadi kerak. Mencabut peralatan elektronik dari stop kontak dapat menghemat 5-10% tagihan listrik Anda.

Jangan Mandi Terlalu Lama

Membicarakan hemat energi, pompa air menjadi salah satu perangkat elektronik yang menggunakan energi besar. Jika mandi terlalu lama, maka semakin banyak air yang keluar.

Akibatnya, pompa akan terus bekerja untuk menyediakan banyak air dari dalam tanah ke keran air Anda. Hemat air, hemat pula tagihan air Anda tiap bulan!

Jadwalkan Cuci Baju

Meskipun mencuci baju dengan tangan dirasa lebih hemat, namun sebenarnya lebih banyak memakan air. Menggunakan mesin cuci memang lebih sedikit menggunakan air, tapi terlalu sering mencuci baju justru menjadi kontraproduktif.

Oleh karena itu, jadwalkan cuci baju secara teratur dan ketika baju sudah menumpuk. Dengan begitu, pengeluaran air dan listrik tidak akan membengkak.

Bersih-Bersih Secara Manual

Kini memang tersedia berbagai peralatan elektronik untuk membantu Anda membersihkan rumah. Vacuum cleaner atau penyedot debu menjadi salah satu yang dimiliki tiap rumah.

Kurangi penggunaan vacuum cleaner dengan menggunakan sapu biasa untuk membersihkan rumah dari kotoran dan debu sehari-hari.

Gunakan Fitur Timer

Pendingin ruangan memang selalu ada di rumah orang Indonesia, baik itu AC maupun kipas angin. Biasanya pendingin ruangan akan terus dibiarkan nyala selama tidur semalaman yang mana mengonsumsi banyak energi.

Semakin malam, udara akan semakin dingin sehingga menyalakannya semalaman suntuk akan boros. Oleh karena itu, gunakan fitur timer supaya AC/kipas angin bisa mati sendiri dan menghemat penggunaan listrik.

Pada Dasarnya...

ilustrasi poster bumi
ilustrasi poster bumi

pexels-Artem Podrez

Ada berbagai hal yang bisa Anda lakukan untuk menghemat energi dan mengurangi jejak karbon. Pada dasarnya, yang perlu dilakukan adalah untuk sebisa mungkin mengurangi jumlah konsumsi.

Kini memang banyak berbagai perangkat elektronik ramah lingkungan. Namun jangan kemudian langsung mengganti seluruh perangkat elektronik di rumah yang sudah ada yang masih berfungsi dengan baik.

Hal ini justru hanya akan menambah emisi karbon yang dihasilkan dari pembelanjaan Anda serta menambah limbah elektronik. Kecuali benar-benar butuh dan mampu, Anda tidak perlu mahal-mahal mengganti seluruh alat elektronik di rumah.

Reporter: Prilisa Septi Hariani

[mgs]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel