7 Cara Memulai Hidup Sustainable Living di Masa Pandemi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sustainable living, hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan harus diterapkan sejak dini. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 mengangkat tema restorasi ekosistem. United Nations Environment Programme (UNEP) menyelenggarakan beberapa acara untuk mendorong inisiatif dan keterlibatan orang-orang untuk melindungi lingkungan.

Dalam hal ini, UNEP dalam penyelenggaraan acara yang dilakukan secara virtual, mengajak masing-masing individu untuk mengambil tindakan, memikirkan kembali dampak lingkungan serta mengajak kita untuk membuat perubahan cerdas pada gaya hidup jika ingin terus menyebut bahwa Bumi adalah rumah kita.

Seiring kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, semua hal harus dilakukan dari rumah. Lifestyleasia.com memberikan beberapa ide bagi Anda agar bisa berpartisipasi dalam gerakan yang diinisiasi oleh UNEP, yakni #GenerationRestoration.

Beralih ke botol air dan sedotan yang dapat digunakan kembali

Penggunaan botol dan sedotan plastik sekali pakai akan berdampak buruk bagi ekosistem laut. Mulailah langkah awal hidup ramah lingkungan untuk menjaga ekosistem dengan menggunakan barang-barang yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali seperti sedotan logam atau bambu, dan botol minum bebas BPA, kaca, baja tahan karat atau tembaga.

Memulai sustainable diet

Tanpa disadari, makanan kita dapat meninggalkan jejak karbon yang besar jika tidak bersumber dari cara pengolahan atau sumber makanan yang ramah lingkungan. Agar bisa memerangi masalah ini, Anda dapat memulai diet baru di rumah dengan beralih ke produk nabati yang berkelanjutan atau musiman. Contohnya, dengan menjalankan Diet Keto vegan dan vegetarian, sehingga akan ada penghentian makanan berbasis hewani dan hal itu merupakan salah satu upaya terbaik untuk opsi pengurangan karbon.

Buang wadah plastik sekali pakai di rumah

Sekitar 40 persen dari plastik yang digunakan di seluruh dunia adalah plastik sekali pakai. Dengan beralih ke alternatif yang berkelanjutan seperti wadah kaca atau kotak makan stainless steel, maka kita akan lebih berkontribusi pada upaya hidup ramah lingkungan.

Bersihkan udara dalam ruangan

Bersihkan udara di dalam ruangan / Sumber: iStockphoto
Bersihkan udara di dalam ruangan / Sumber: iStockphoto

Membersihkan ventilasi AC, mengganti filter HVAC, dan membersihkan barang-barang elektronik rumah tangga seperti lemari es merupakan salah satu upaya dan langkah awal untuk mengurangi polusi udara karena tanpa disadari polusi udara juga berdampak di dalam ruangan dan hal itu berasal dari berbagai sumber seperti debu dan bau.

Masak makanan ramah lingkungan

Masak makanan di rumah dengan menggunakan bahan makanan ramah lingkungan yang berasal dari pasar petani setempat. Lalu, coba untuk membuat makanan yang bersifat zero-waste pula.

Menggunakan peralatan hemat energi

Menggunakan peralatan hemat energi adalah investasi pada lingkungan. Sehingga, kapanpun memungkinkan, berinvestasilah pada peralatan hemat energi sehingga bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan. Contohnya adalah beralih ke bola lampu LED yang mengonsumsi lebih sedikit energi dan secara signifikan akan mengurangi tagihan listrik dalam jangka panjang.

Mulai membuat kompos

Ilustrasi/copyrightshutterstock/sasirin pamai
Ilustrasi/copyrightshutterstock/sasirin pamai

Pengomposan adalah cara terbaik untuk memperbaiki taman di rumah dan mengurangi jumlah sampah dari rumah Anda yang dibuang ke TPA. Mulailah melakukan kompos dengan mengambil semua sisa dari dapur Anda seperti kulit telur, sisa sayuran, bubuk kopi, kantong teh, dan koran bekas untuk ditumpuk menjadi satu. Lalu, tumpukan tersebut akan berubah menjadi tanah kompos setelah beberapa minggu yang berfungsi sebagai pupuk alami untuk tanaman.

Penulis: Chrisstella Efivania

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel