7 Cara Mendapatkan Kolagen Alami untuk Kulit Anti Keriput

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kolagen merupakan protein struktural yang paling melimpah di tubuh dan kulit. Memikiki manfaat membuat kulit lebih kencang, elastis, bahkan awet muda.

Kolagen juga ditemukan di banyak area tubuh seperti kulit, tulang, tulang rawan, dan otot. Tubuh akan membuat pasokan kolagen sendiri melalui fibroblas (dengan asumsi blok bangunan asam amino hadir dari makanan ). Pada dasarnya, sel-sel ini mengambil asam amino (konstituen protein) yang kita konsumsi dan kemudian mengubahnya menjadi protein.

TERKAIT: Kolagen 2in1, Dapat Diminum dan Dijadikan Masker Wajah

TERKAIT: Jadi Kunci Kulit Awet Muda, Bagaimana Efektivitas Kolagen?

TERKAIT: 4 Serum Mengandung Vitamin C Hingga Kolagen

Sayangnya semakin bertambahnya usia, kolagen akan terus menurun yang akan menciptakan tanda-tanda penuaan seperti garis-garis halus, kendur, pucat hingga tidak elastis.

"Tubuh kita selalu menyeimbangkan produksi dan degradasi kolagen. Saat kita muda, tubuh kita memproduksi lebih banyak kolagen daripada yang kita rusak. Keseimbangan itu salah arah seiring bertambahnya usia karena regenerasi jaringan menurun,” kata dokter kulit bersertifikat Gary Goldenberg, M.D., asisten profesor klinis dermatologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York tentang penurunan kolagen.

Poin pastinya berbeda untuk setiap orang, tetapi biasanya pertengahan hingga akhir 20-an adalah taruhan yang bagus. Setelah itu, kolagen menurun pada tingkat yang stabil sebesar 1% per tahun, setiap tahun.

Bagi mereka yang mengalami menopause, kolagen turun lagi selama waktu itu, mengalami penurunan kolagen 30% selama jangka waktu itu, dan kemudian stabil menjadi penurunan sekitar 2% setiap tahun sesudahnya. Selain itu, kolagen juga dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup alami seperti paparan sinar UV, stresor, dan asupan sehari.

Tidak heran jika orang terus mencari cara untuk mengembalikan kolagen. Berikut ini beberapa hal mengembalikan kolagen secara alami, mulai dari asupan makanan hingga gaya hidup.

1. Kaya akan asan amino

Tips menggoreng dada ayam./Copyright shutterstock.com
Tips menggoreng dada ayam./Copyright shutterstock.com

Idealnya, mengonsumsi makanan yang kuat dengan berbagai macam nutris dan makanan yang tidak memacu proses peradangan dalam tubuh. Khusus untuk kolagen, sahabat Fimela bisa mengonsumsi makanan yang memiliki profil asam amino itu sendiri seperti ayam (dengan kulit), daging tanpa lemak, lentil, dan kacang-kacangan.

2. Vitamin C dan E

ilustrasi manfaat jeruk nipis/Pixel-Shot/shutterstock
ilustrasi manfaat jeruk nipis/Pixel-Shot/shutterstock

Kalian juga harus mengkonsumsi makanan tinggi vitamin C dan E (untuk sintesis kolagen dan cross-linking). Banyak terdapat dibuah-buahan dan sayuran seperti jeruk, tomat, brokoli. Vitamin E bisa didapatkan pada buah alpukat.

3. Vitamin K

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Alesia.B
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Alesia.B

Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan kale, bersama dengan brokoli dan kubis Brussel, kaya akan vitamin K, nutrisi untuk meningkatkan sirkulasi darah dan koagulasi.

Bayam juga sarat dengan seng, yang telah terbukti membantu mengurangi peradangan dan membantu mencegah jerawat.

4. Kelola stres

ilustrasi perempuan bekerja/copyright By TORWAISTUDIO (Shutterstock)
ilustrasi perempuan bekerja/copyright By TORWAISTUDIO (Shutterstock)

Stres menyebabkan peningkatan hormon seperti kortisol, yang menurut penelitian dapat menurunkan produksi kolagen. Selain itu, ketika kita stres, tubuh kita mengarahkan nutrisi ke organ-organ seperti paru-paru dan otak, yang berarti kulit tidak mendapatkan banyak sumber daya untuk menghasilkan jumlah kolagen yang sehat.

5. Tidur

copyright by Maridav (Shutterstock)
copyright by Maridav (Shutterstock)

Tidur nyenyak itu nyata: Siklus REM sebenarnya adalah saat tubuh mampu melakukan sebagian besar peremajaan selnya, termasuk kolagen. Selama waktu ini kulit melihat lonjakan HGH (hormon pertumbuhan manusia) dalam siklus tidur malam hari. Pelepasan HGH membantu membangun kembali jaringan tubuh dan memacu peningkatan produksi sel untuk menggantikan sel-sel yang hilang secara alami sepanjang hari.

6. Berjemur

Yuk, Berjemur Demi Vitamin D yang Cukup! (Antonio Guillem/Shutterstock)
Yuk, Berjemur Demi Vitamin D yang Cukup! (Antonio Guillem/Shutterstock)

Rutin berjemur sebab cahaya alami adalah bagian penting dari gaya hidup sehat. Karena mengandung vitamin D yag dibutuhkan oleh tubuh.

7. Telur

Ilustrasi Telur Credit: unsplash.com/Louis
Ilustrasi Telur Credit: unsplash.com/Louis

Makanan yang banyak mengandung kolagen berikutnya adalah putih telur. Meskipun telur tidak mengandung jaringan ikat seperti banyak produk hewani lainnya, putih telur memiliki prolin dalam jumlah besar, salah satu asam amino yang diperlukan untuk produksi kolagen.

Putih telur tinggi protein tetapi rendah kalori. Bahkan, putih telur mengemas sekitar 67% dari semua protein yang ditemukan dalam telur.

Konsumsi putih telur secara teratur dapat membantu peremajaan jaringan dan sel yang menghasilkan kulit lebih halus. Putih telur adalah sumber yang luar biasa untuk mencegah tanda-tanda awal penuaan seperti keriput dan garis-garis halus.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel