7 Cara Meningkatkan Kadar Oksigen dalam Darah, Latih Pernapasan hingga Atur Pola Makan

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah perlu Anda ketahui. Hal ini terutama berguna bagi seseorang yang tengah mengalami kondisi kekurangan oksigen dalam darah atau hipoksemia. Dengan kadar oksigen yang rendah justru akan memicu masalah kesehatan.

Darah bertugas mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Dengan kekurangan oksigen dalam darah, maka bisa mengganggu kinerja tubuh. Bagi seseorang yang mengalami kekurangan oksigen dalam darah akibat kondisi apa pun termasuk penyakit Covid-19, sangat penting untuk bisa meningkatkan kadarnya ke ambang normal.

Secara medis, kadar oksigen dalam darah disebut juga dengan saturasi oksigen. Anda bisa mengukurnya dengan menggunakan alat oximeter, tes gas darah, atau tes pernapasan.

Untuk lebih rinci, berikut ini ada beberapa cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jum’at (9/7/2021).

Gejala Kekurangan Oksigen dalam Darah

ilustrasi sesak napas/freepik
ilustrasi sesak napas/freepik

Pada orang sehat, saturasi oksigen akan berkisar antara 95-100 persen. Sementara pada orang dengan masalah paru-paru seperti PPOK dan asma, saturasi akan berada di bawahnya. Kadar oksigen yang rendah atau hipoksemia ditandai dengan tingkat saturasi di kisaran 90-92 persen. Angka ini menandai adanya masalah pada paru-paru dan kebutuhan oksigen tambahan. Di bawah 90 persen, Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Oleh sebab itu Anda perlu untuk mengetahui gejala kekurangan oksigen dalam darah agar dapat mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ini ada beberapa kondisi yang bisa terjadi sebagai gejala kekurangan oksigen dalam darah, diantaranya:

1. Sakit kepala

2. Sesak napas

3. Detak jantung cepat

4. Batuk-batuk

5. Napas ngos-ngosan

6. Linglung

7. Kulit pucat atau membiru

Jika kekurangan oksigen dalam darah terus belanjut atau tidak mendapatkan penananganan tepat, organ vital di tubuh seperti jantung dan otak bahkan bisa rusak. Kondisi ini pun bisa berakibat fatal.

Cara Meningkatkan Kadar Oksigen Dalam Darah

Berolahraga. (dok. Cliff Booth via Pexels/ Brigitta Bellion)
Berolahraga. (dok. Cliff Booth via Pexels/ Brigitta Bellion)

Bagi seseorang yang tengah menderita kekurangan oksigen dalam darah seperti karena penyakit paru-paru, setiap hal kecil bisa sangat berarti. Meningkatkan asupan oksigen seseorang dengan cara apa pun merupakan ide yang bagus. Berikut ini beberapa cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara alami yang bisa dipertimbangkan, yaitu:

1. Perbaiki Sirkulasi Udara

Ketika cuaca memungkinkan, coba buka jendela Anda. Akses ke udara segar sangat penting untuk bernapas lebih mudah. Namun, ingat bahwa penting untuk lebih dulu memantau kualitas udara di luar. Jika Anda tinggal di daerah perkotaan dan tidak dapat membuka tempat karena polusi atau kabut asap, pertimbangkan untuk menyediakan sistem penyaringan udara dalam ruangan atau alat-alat yang bisa memurnikan udara di rumah secara alami. Dalam memilih pembersih udara elektronik ini, Anda disarankan untuk cermat dan bijak karena di antaranya menghasilkan ozon yang mengiritasi paru-paru.

2. Perkaya Tanaman Hijau Di Sekitar

Apabila memungkinkan, coba masukkan tanaman hidup ke dalam rumah Anda karena bisa meningkatkan ketersediaan oksigen dalam ruangan. Tanaman pakis adalah pilihan yang bagus untuk produksi oksigen ekstra di rumah. Pakis relatif mudah untuk tetap hidup dan tidak membutuhkan banyak sinar matahari.

3. Olahraga Rutin

Olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk memperbaiki sistem pernapasan. Olahraga bukan hanya meningkatkan kapasitas paru-paru, tapi juga dapat menjaga berat badan tetap ideal dan jantung lebih sehat. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter tentang pilihan olahraga terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Tapi secara umum, cara terbaik untuk memulai olahraga adalah melalui latihan aerobik. Salah satu latihan aerobik berdampak rendah terbaik di luar sana adalah berjalan kaki. Bangun rutinitas yang baik untuk meningkatkan oksigen ini dengan olahraga rutin setidaknya 30 menit setiap hari.

4. Perbaiki Pola Makan

Selain olahraga, pengaturan pola makan atau diet penting juga dilakukan untuk menunjang kesehatan. Tubuh Anda membutuhkan berbagai nutrisi penting dan vitamin agar dapat berfungsi dengan baik. Jadi sangat penting bagi kesehatan Anda untuk memberikan setiap organ keseimbangan yang tepat dari bahan kimia yang dibutuhkannya. Untuk membangun oksigen di dalam tubuh, coba perbanyak konsumsi makanan yang kaya antioksidan dan zat besi.

Antioksidan diyakini dapat membantu tubuh untuk menggunakan oksigen lebih efisien sehingga memasuki aliran darah dalam jumlah yang tepat. Untuk antioksidan yang baik, coba tambahkan blueberry, cranberry, kacang merah, stroberi, plum, dan blackberry ke dalam diet Anda.

Sementara, diet tinggi zat besi dapat meningkatkan kemampuan tubuh Anda untuk memproses oksigen dan membuat Anda merasa lebih bertenaga. Beberapa makanan yang sanggup menyediakan zat besi lumayan yakni daging sapi, daging unggas, ikan, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau (kangkung, brokoli, dan seledri).

5. Melatih Pernapasan

Mungkin terdengar aneh, tetapi secara umum banyak orang tidak tahu cara bernapas yang benar. Baik itu dalam berlari, meditasi, angkat besi, atau bahkan melahirkan, kita sering kali perlu diinstruksikan untuk bernapas dengan benar. Faktanya, pernapasan yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen darah sekitar 20 persen. Untuk mengatasi hal ini, cobalah latihan pernapasan dalam yang berfungsi untuk menciptakan energi, membersihkan paru-paru dan meningkatkan jumlah oksigen dalam darah.

6. Perbaiki Postur Tubuh

Postur tubuh yang buruk dapat memiliki efek yang signifikan pada pernapasan dan asupan oksigen. Secara alami, membungkuk atau berada dalam posisi tubuh yang banyak tekanan dapat mengurangi kapasitas paru-paru dalam menyerap oksigen sampai 5 persen. Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah, pastikan Anda memperbaiki postur tubuh. Ketika muncul tanda kekurangan oksigen, coba berdiri dengan tegak, lalu putar bahu ke belakang, busungkan dada ke depan, dan atur dagu dalam posisi tegak. Setelah postur tubuh sudah benar, mulai bernapas perlahan-lahan sampai kondisi membaik.

7. Berhenti Merokok

Setelah dua minggu tidak merokok, banyak orang menemukan bahwa sirkulasi dan kadar oksigen secara keseluruhan meningkat secara signifikan. Fungsi paru-paru bahkan bisa meningkat 30 persen dalam waktu singkat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel