7 Cara Menyelamatkan Pernikahan di Ambang Perceraian

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela mungkin sering kali mendengar bahwa tingkat perceraian begitu meningkat. Namun, pernikahan yang tidak bahagia tidak harus berakhir dengan perceraian. Jika setidaknya salah satu dari sepasangan kekasih masih memiliki keinginan untuk menyelamatkan hubungan, itu tentu bisa saja dilakukan.

Sering kita melihat banyak pasangan yang memiliki masalah dan sudah di ambang perceraian. Bahkan beberapa ada yang sudah mengajukan gugatan dan menyerahkan surat-surat perceraian namun mereka dapat kembali pada hubungannya dan kembali bahagia. Nah, tentunya ada beberapa langkah yang dapat membantu setiap pasangan untuk menghentikan perceraian seperti di bawah ini.

1. Terima Perasaan Pasanganmu

Sangat normal untuk merasa panik atau kalah jika pasanganmu ingin bercerai, tetapi ini tidak berarti bahwa dia tidak mau datang. Agar hal yang tidak diinginkan terjaadi, langkah pertama dalam prosesnya adalah menerima bahwa pasanganmu ingin bercerai. Kalian berdua berhak atas perasaanmu sendiri, dan sangat penting untuk menerima posisinya tanpa berusaha mengubahnya.

2. Validasi Perasaan Pasanganmu

Meskipun mungkin tampak seperti hal terakhir yang ingin dirimu lakukan. Cobalah untuk mendekati pasanganmu dan validasi mengapa mereka melakukan ini. Meskipun mungkin dirimu tidak setuju dengan pendapat pasanganmu, benar-benar memvalidasi bahwa dirimu memahami sudut pandang dari pandangan pasangan mengapa dia ingin meninggalkanmu, itu juga diperlukan.

3. Jangan Bertindak Buruk

ilustrasi sedih/photo created by freepik - www.freepik.com
ilustrasi sedih/photo created by freepik - www.freepik.com

Banyak orang yang akana bertindak buruk, bukan lebih baik ketika mereka berada dalam situasi sulit. Bahkan dirimu akan berpandangan buruk akan segala hal. Cobalah untuk menjadi orang yang berpikir dewasa, baik hati dan penuh kasih yang membuat pasanganmu jatuh cinta, bukan yang cemas dan marah saat menghadapi masa sulit ini.

4. Cobalah untuk Mundur

Ketika orang yang dirimu cintai ingin meninggalkan pernikahan, kencederungan yang dilakukan adalah mungkin mengejarnya. Tetapi memohon dan melakukan pengejaran adalah yang tidak ingin dirimu lakukan dalam kasus ini. Mirip dengan bagaimana mundurnya pasanganmu memicu pengejaran. Pengejaranmu hanya akan membuatnya ingin pergi sesegera mungkin. Dirimu harus tenang, beri ruang pada pasanganmu. Dirimu harus bertindak dengan cara yang memungkinkan dia untuk merindukanmu.

5. Kendalikan Diri Sendiri

Dirimu mungkin berpikir perceraian ini sebagian besar adalah kesalahan pasanganmu dan memiliki daftar hal-hal yang kamu ingin dia berubah. Tetapi satu-satunya hal yang dapat dikendalikan adalah diri sendiri. Pada akhirnya kalian berdua harus berubah agar bahagia. Mundur dan buat sistem pendukungan teman dan keluarga.

6. Bangun Kontak Kembali

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Supagrit Ninkaesorn
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Supagrit Ninkaesorn

Setelah mengikuti beberapa langkah pertama, pasanganmu kemungkinan besar akan sadar sampai tingkat tertentu, bahkan jika itu hanya dengan setuju untuk bertemu untuk minum kopi setelah satu atau dua minggu dirimu memberikan jarak. Setelah dirimu bertemu lagi, fokuslah pada interaksi positif dan bahagia alih-alih langsung mengerjakan hubungan. Seiring waktu, setelah beberapa tekanan dihilangkan dan dirimu dapat tertawa dan tersenyum bersama lagi, dirimu dapat menilai apakah kalian berdua masih tertarik untuk menyelesaikannya.

Buat Aturan Dasar Baru

Tingkatkan motivasi untuk perubahan, perasaanmu sama pentingnya tetapi kalian berdua harus belajar untuk saling menjaga.

Jadi perhatikan apa yang terjadi ketika dirimu berusaha dan memberikan kepercayaan pada hubunganmu. Apakah pasanganmu membalas setelah beberapa minggu atau bulan? Dirimu dapat meminta terapis pasangan untuk membantu prosesnya.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel