7 Cara Merawat Sarung Tangan Kiper agar Lebih Awet

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebagai seorang kiper, wajib tentunya untuk menggunakan sarung tangan. Sarung tangan kiper dibuat dengan konstruksi khusus sehingga mampu menjaga telapak dan jari tangan dari risiko cedera. Sebab, sebagai seorang kiper harus menahan tendangan bola yang sangat keras dari para pemain lawan yang hendak mencetak angka.

Namun terkadang banyak kiper yang kurang menghiraukan kebersihan dari sarung tangan yang dikenakan. Padahal, membiarkan sarung tangan kotor sehabis pertandingan bisa membuat bahan dari sarung tangan cepat rusak. Jika sudah rusak, bisa mengurangi kemampuannya untuk menjauhkan dari risiko cedera.

Sebenarnya cara merawat sarung tangan kiper cukup mudah. Namun cara merawat sarung tangan kiper yang baik tidak cukup sampai proses pencuciannya saja. Proses penyimpanan hingga pemahaman mengenai masa pakai dari sarung tangan kiper juga penting dipahami.

Jadi, untuk membahas lebih dalam bagaimana cara merawat sarung tangan kiper yang tepat dimulai dari langkah paling awal, berikut ini Liputan6.com telah merangkumnya dari berbagai sumber, Jumat (23/10/2020).

1. Gunakan Sarung Tangan Cadangan

Kiper atau penjaga gawang memegang peranan penting dan memiliki rentang karier yang panjang.
Kiper atau penjaga gawang memegang peranan penting dan memiliki rentang karier yang panjang.

Cara merawat sarung tangan kiper yang pertama dimulai dengan memahami kapan sarung tangan tersebut harus digunakan. Ada baiknya menyediakan dua jenis sarung tangan, yang pertama untuk latihan dan yang kedua untuk pertandingan. Sebab, keadaan sarung tangan yang digunakan untuk pertandingan, hendaknya dalam kondisi yang optimal. Jika tidak dijaga kondisinya, maka bisa menurunkan performa, terutama pada bagian karet yang berfungsi menghambat laju bola.

2. Rawat Ketika Pertandingan

Ilustrasi Kiper (Image by Tania Dimas from Pixabay)
Ilustrasi Kiper (Image by Tania Dimas from Pixabay)

Cara merawat sarung tangan kiper tidak hanya dilakukan setelah dilakukan pertandingan, tapi juga ketika sedang pertandingan. Maksudnya, ketika mengenakan sarung tangan harus tahu kondisi dan situasi tempat saat bertanding.

Sebagai contoh, saat pertandingan di bawah cuaca panas, penggunaan sarung tangan kiper jenis latex perlu dilembapkan pada bagian telapak tangan. Sebab bagian tersebut mudah mengering, tapi jangan dibasahi dengan air terlalu banyak. Sebab bisa membuat sarung tangan menjadi lebih licin.

3. Lakukan Pencucian dengan Tepat

Ilustrasi Kiper (Image by 7721622 from Pixabay)
Ilustrasi Kiper (Image by 7721622 from Pixabay)

Cara merawat sarung tangan kiper selanjutnya, masuk pada tahap pencucian. Untuk mencuci sarung tangan kiper tidak bisa sembarangan. Itulah mengapa, perlu dilakukan beberapa tips berikut ini:

a. Bersihkan tiap sarung tangan secara terpisah dan hati-hati.

b. Siram sarung tangan dengan air hangat.

c. Kemudian tambahkan detergen ringan atau pembersih khusus sarung tangan kiper agar tanah, kotoran dan keringat cepat hilang.

d. Bilas sarung tangan menggunakan air bersih, kemudian buang air yang tertampung. Jangan peras sarung tangan, karena bisa menyebabkan jahitan sarung tangan menjadi robek.

e. Gantung sarung tangan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Jauhkan dari sinar matahari langsung agar tidak menyebabkan bahan karet yang ada di sarung tangan mengering dan pecah-pecah.

f. Untuk mempercepat proses pengeringan sarung tangan, gunakan bantuan dari kertas koran yang diselipkan ke bagian salam sarung tangan.

4. Semprot Pewangi

Ilustrasi Kiper (Image by faumor from Pixabay)
Ilustrasi Kiper (Image by faumor from Pixabay)

Setelah melewati proses pencucian hingga bersih, maka selanjutnya sarung tangan kiper bisa diberi semprotan pewangi. Penyemprotan pewangi ini sebenarnya bisa menjadi opsi, sebab bau dari sarung tangan mungkin kurang sedap bagi beberapa orang.

Namun jangan salah, pewangi yang digunakan tidak bisa sembarangan. Pastikan pewangi yang disemprot merupakan pewangi khusus untuk sarung tangan kiper atau yang disebut dengan deo. Biasanya pewangi ini juga digunakan untuk menyemprot bagian dalam helm. Pewangi khusus ini jenisnya berbeda dengan pewangi jenis lainnya, sebab didesain khusus untuk merawat bahan latex, kain atau busa.

Tapi ingat, sebelum dilakukan penyemprotan ada baiknya untuk memastikan jika sarung tangan sudah kering seluruhnya. Selain itu bagian yang disemprot cukup dalamnya saja.

5. Masukkan Sarung Tangan ke Plastik atau Box

Ilustrasi Kiper (Image by Tomasz Chmielewski from Pixabay)
Ilustrasi Kiper (Image by Tomasz Chmielewski from Pixabay)

Cara merawat sarung tangan kiper selanjutnya yaitu dengan memasukkannya ke plastik atau kotak penyimpanan seperti jenis toples makanan. Hal ini sangat disarankan supaya bahan latex sendiri tidak mudah rusak dan sarung tangan juga tidak mudah kotor. Namun pastikan dulu sebelum menyimpannya, sarung tangan sudah kering baik dari cairan pewangi atau air bekas cucian. Sebab jika belum benar-benar kering dan sudah disimpan, maka tinggi risiko timbulnya jamur.

6. Tambahkan Silica Gel

Silica Gel
Silica Gel

Penggunaan silica gel akan membantu menjaga kondisi dari suhu di dalam tempat penyimpanan agar tidak terlalu lembap. Hal ini penting agar kondisi karet yang ada pada sarung tangan tidak cepat rusak. Selain itu, adanya silica gel bisa mencegah tumbuhnya jamur pada sarung tangan.

7. Sering Diangin-Anginkan

Ilustrasi Kiper (Image by RoboMichalec from Pixabay)
Ilustrasi Kiper (Image by RoboMichalec from Pixabay)

Cara merawat sarung tangan kiper yang terakhir ini sebenarnya sering luput dari perhatian. Banyak yang menganggap jika sarung tangan yang disimpan dengan baik tidak akan mudah kotor dan tetap awet. Padahal, jika sarung tangan dibiarkan dalam tempat penyimpanan dalam waktu lama, meski sudah diberi silica gel masih berpotensi mengalami tumbuhnya jamur.

Itulah mengapa, pastikan jangan terlalu menyimpan sarung tangan kiper. Sesekali keluarkan dari kotak penyimpanan dan angin-anginkan. Hal ini juga berguna untuk menjaga elastisitas karet yang digunakan sarung tangan agar tidak kaku.