7 Cara Meringankan Gangguan Bipolar yang Bisa Diterapkan di Mana Saja

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Perubahan emosi yang sangat drastis merupakan salah satu gejala yang dialami oleh seorang pengidap gangguan bipolar, dari mania (perasaan sangat senang) menjadi depresif (sangat terpuruk), ataupun sebaliknya. Pada kasus tertentu, adanya perasaan emosi dapat terjadi tanpa adanya fase normal, dapat berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Gejala mania dapat terlihat saat munculnya pemikiran untuk mengambil keputusan buruk atau cenderung impulsif. Penderita bisa secara tiba-tiba melakukan hubungan seksual yang tidak sehat, menyalahgunakan NAPZA, dan hal lainnya yang mampu merugikan diri sendiri serta orang lain.

Karena suasana hati yang berubah dengan sangat drastis, penderita gangguan bipolar cenderung tidak minat pada seluruh aktivitasnya, dan biasanya akan sulit untuk menjalani hari.

Gangguan bipolar tidak dapat disembuhkan secara seutuhnya, namun hal yang harus kita sadari adalah gangguan bipolar bisa kita ringankan dengan beberapa perawatan dan kebiasaan yang baik. Dilansir Merdeka.com, Jumat (29/10), Berikut beberapa cara untuk meringankan gangguan bipolar secara alami dan mudah, sehingga bisa kamu terapkan dimana saja.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pola Hidup Sehat

ilustrasi diet makan sayur/Photo by Louis Hansel on Unsplash
ilustrasi diet makan sayur/Photo by Louis Hansel on Unsplash

Saat anda sedang merasa tertekan, sangat mudah untuk menjerumuskan anda untuk masuk ke dalam suatu kebiasaan buruk. Contohnya ketika anda sedang lapar namun tidak makan apapun karena alasan malas, atau ketika anda terus makan meski sudah merasa kenyang.

Hal yang sama dalam pola tidur. Ketika anda sedang mengalami fase depresi, cenderung tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak. Kebiasaan lifestyle yang buruk ini dapat memicu gejala depresi lebih buruk lagi. Nyatanya, jalani rutinitas harian yang sehat bisa mempertahankan kebiasaan baik.

Untuk memulai kebiasaan pola hidup yang baik, anda bisa tingkatkan asupan sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian, Jadwalkan waktu makan, lakukan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam, dan terakhir jadwalkan waktu bangun dan tidur di setiap harinya.

Lakukan Aktivitas yang Menyenangkan

Ilustrasi kegiatan berbelanja dengan menerapkan protokol kesehatan. (Foto:Shutterstock)
Ilustrasi kegiatan berbelanja dengan menerapkan protokol kesehatan. (Foto:Shutterstock)

Cobalah untuk melakukan berbagai hal yang anda sukai dan membuat anda bahagia. Saat anda sedang di luar dari perasaan depresi, biasanya akan sangat mudah untuk menentukan dan menemukan dalam aktivitas tertentu, seperti membaca, mendengarkan musik, atau membuat kue.

Lain halnya jika diri anda sedang mengalami fase depresi dan mendadak merasa tertekan, mungkin anda cenderung tidak memiliki motivasi dan semangat untuk melakukan apa pun. Meski suasana hati sedang tidak kondusif, penting untuk terus melakukan kegiatan yang bisa kita nikmati. Sehingga metode ini akan membantu anda untuk meningkatkan perasaan yang jauh lebih baik lagi.

Tetap Aktif

Ilustrasi orang berolahraga untuk meningkatkan kesehatan mental. (dok. Alex McCarthy/Unsplash.com)
Ilustrasi orang berolahraga untuk meningkatkan kesehatan mental. (dok. Alex McCarthy/Unsplash.com)

Para peneliti dari studi yang dirilis oleh Journal of Science and Medicine in Sport, percaya jenis olahraga tertentu dapat membantu meringankan gejala depresi. Anda bisa mencobanya dengan olahraga ringan, seperti jalan snatai, jogging, atau bersepeda dengan intensitas rendah hingga sedang.

Para ahli menyarankan untuk mendapatkan hasil yang baik, berolahraga setidaknya tinga hingga empat hari per minggu, selama 30 hingga 40 menit sekali.

Meditasi

Pentingnya Persiapkan Mental Sebelum Mulai Berolahraga, Apa Saja Kiatnya? (dok. Cliff Booth via Pexels/ Brigitta Bellion)
Pentingnya Persiapkan Mental Sebelum Mulai Berolahraga, Apa Saja Kiatnya? (dok. Cliff Booth via Pexels/ Brigitta Bellion)

Salah satu cara lainnya, yaitu bisa melakukan meditasi menggunakan pendekatan terapi kognitif. Orang yang bermeditasi dengan terapi ini memperlihatkan penurunan depresi. Semakin banyak waktu bermeditasi, semakin sedikit gejala bipolar yang dialami.

Terapi Cahaya

Sylvia Fully bermeditasi. (Foto: Instagram @sylvia_fully88)
Sylvia Fully bermeditasi. (Foto: Instagram @sylvia_fully88)

Salah satu cara lainnya, yaitu untuk melakukan terapi cahaya. Ritme sirkadian orang yang memiliki gangguan bipolar mungkin sudah terganggu, yang berarti jam biologis sudah tidak bekerja dengan baik. Menurut studi Dialogues in Clinical Neuroscience, cobalah untuk lakukan strategi mengatur ulang jam internal dan meningkatkan manajemen bipolar.

Termasuk perubahan paksa dalam waktu tidur. Mengacu berdasarkan prinsip-prinsip ritme sirkadian dan fisiologi tidur. Mengontrol paparan rangsangan lingkungan yang bekerja pada ritme biologis. Untuk mencapai efek terapeutik dalam pengobatan kejiwaan, ini termasuk manipulasi siklus tidur-bangun, paparan yang terkontrol terhadap terang dan gelap.

Jangan Mengisolasi Diri Sendiri

Ilustrasi bekerja, bercanda bersama teman di kantor. (Photo by Brooke Cagle on Unsplash)
Ilustrasi bekerja, bercanda bersama teman di kantor. (Photo by Brooke Cagle on Unsplash)

Saat sedang menduduki fase depresi, mungkin anda merasa seperti sendirian. Namun, penting untuk tidak mengasingkan diri karena hal tersebut hanya dapat memicu gejala depresi menjadi lebih lagi. Cobalah untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti ikut komunitas atau hanya sekedar nongkrong.

Habiskan waktu anda bersama teman dan keluarga atau mengobrol dengan mereka secara teratur. Dapat dukungan dari lingkungan sekitar dapat membantu anda merasa lebih nyaman dan percaya diri.

Konsumsi Minyak Ikan

(Sumber: iStockphoto)
(Sumber: iStockphoto)

Selain dari perawatan alternatif, cara lainnya untuk meringankan gangguan bipolar secara alami bisa melalui beragam jenis makanan. Salah satunya dengan konsumsi suplemen minyak ikan. Minyak ikan dan ikan merupakan sumber umum dari dua dari tiga jenis utama asam lemak omega-3, di antaranya asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA).

Asam lemak ini mampu memengaruhi bahan kimia di otak, yang erkait dengan gangguan mood pada penderita bipolar.

Penulis : Azarine Natazia

Infografis: Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Obat Medis

Infografis: Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Obat Medis (Liputan6.com / Abdillah)
Infografis: Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Obat Medis (Liputan6.com / Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel