7 Cara Tepat Mencegah Motor Kesayangan Overheat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Motor yang mengalami overheat, pastinya akan menyusahkan pemilik kendaraan. Jika sudah begitu, pastinya akan ada biaya tambahan untuk memperbaiki roda dua kesayangan.

Sejatinya, masalah overheat bisa diatasi dan dikenali ciri-cirinya. Terjadinya masalah ini, sebenarnya dapat dicegah agar tidak merusak mesin secara umum. Pemilik motor harus memahami cara yang bisa dilakukan untuk mencegah overheat pada mesin.

Dilansir laman Federal Oil, berikut tips mencegah mesin motor mengalami overheat:

Mengganti Cairan Coolant Secara Teratur

Cairan coolant ini ada pada motor yang dilengkapi dengan komponen pendingin pada mesinnya. Pemilik harus memperhatikan penggantian cairan coolant atau pendingin ini agar tetap berfungsi dengan baik, dan minimal diganti sekali dalam setahun.

Fungsi dari cairan coolant ini adalah untuk menjaga suhu pada mesin agar tetap stabil. Cairan coolant berfungsi untuk menjaga suhu mesin motor agar tidak terlalu panas.

Apabila cairan coolant tersebut tidak diganti secara rutin, semakin lama akan kehabisan dan tidak dapat berfungsi secara optimal.

Rajin Membersihkan Radiator

Radiator merupakan komponen yang ada motor dengan sistem pendingin udara. Fungsi dari radiator ini sama dengan cairan coolant yang ada pada motor dengan sistem pendingin mesin. Radiator ini perlu dibersihkan agar mesin pada motor tidak mengalami overheat.

Pembersihan radiator berfungsi untuk membersihkannya dari debu yang menempel. Debu ini berasal dari udara yang disaring oleh fan radiator. Kotoran dari debu ini akan terus menumpuk apabila tidak dibersihkan secara teratur. Dengan demikian hal ini tidak akan mengganggu kinerja radiator.

Mengganti Oli Mesin Secara Teratur

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya overheat pada mesin motor adalah mengganti oli secara teratur.

Komponen pelumas ini sangat diperlukan untuk mesin motor, sehingga ketersediaan dan kebersihannya harus dijaga dengan menggantinya secara rutin.

Penggantian oli motor ini dilakukan pada saat motor sudah menempuh jarak minimal 2000 kilometer atau sekitar 2 hingga 3 bulan. Pemilik harus memperhatikan pergerakan speed meter atau menjadwalkan secara rutin penggantian oli agar kendaraan tetap dalam keadaan baik.

Memilih Oli dengan Tepat

Pemilihan oli merupakan hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pergantian. Pemilik harus mengerti jenis oli yang tepat untuk mesin motornya. Jika merasa bingung, pemilik bisa bertanya kepada bengkel resmi mengenai jenis oli manakah yang terbaik.

Jenis oli yang digunakan untuk motor berjenis matic dan bergigi berbeda. Hal ini dikarenakan perbedaan kapasitas yang dimiliki oleh kedua jenis motor tersebut. Dengan demikian, pemilik harus mengetahui sejak awal jenis oli yang tepat untuk motornya.

Mengecek Air Radiator

Air radiator juga merupakan komponen yang harus dicek secara rutin untuk memastikan ketersediaan. Radiator yang tidak dalam keadaan maksimal bisa menjadi gangguan utama dari adanya gangguan mesin pada motor.

Pengecekan air radiator ini sebaiknya dilakukan saat sebelum memulai perjalanan. Cara pengecekan air radiator harus dilakukan secara berkala seperti oli motor, yaitu 2 hingga 3 bulan sekali.

Rajin Mengecek Suhu Radiator

Hal berikutnya yang harus dicek secara rutin adalah suhu dari radiator motor. Seiring dengan canggihnya motor, pengecekan suhu ini dapat dilakukan dengan lebih mudah. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengecek indikator suhu pada layer speed meter.

Mengecek Fan Pada Radiator

Fan radiator berfungsi sebagai kipas atau pendingin udara yang mengalir pada mesin motor. Pengecekan fan perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa kinerjanya tetap maksimal.

Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen?

Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen? (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: