7 Cara untuk Mengatasi Ruam dan Bintik Kemerahan pada Wajah Bayi

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Sebagian besar bayi mengalami ruam atau bintik kemerahan pada kulitnya, terutama pada bagian wajah. Biasanya, ruam ini tidak berbahaya dan bisa hilang begitu saja tanpa pengobatan.

Namun, memang terkadang kondisi ruam pada wajah bayi ini dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius, sehingga perlu adanya perhatian khusus dari orang tua terhadap bintik-bintik kemerahan yang muncul pada kulit bayi.

Orang tua perlu mampu membedakan antara ruam yang tidak berbahaya dan yang berbahaya sekaligus. Dalam hal ini, orang tua perlu tahu pula caranya mengatasi kondisi tersebut.

Penyebab adanya ruam pada kulit bayi

Dikutip dari whattoexpect.com, Ruam yang terjadi pada bayi penyebabnya sangat beragam. Ada yang terjadi karena paparan iritasi atau alergi, bahkan bisa saja disebabkan oleh infeksi jamur, parasit, virus atau bakteri.

Biasanya, ruam cenderung berwarna merah, namun tampilannya terkadang berbeda, dari bersisik, mengeluarkan cairan, atau bahkan berbentuk seperti jerawat.

Dilansir dari Medical News Today, terdapat 7 cara untuk mengatasi ruam atau bintik kemerahan ini pada kulit bayi sesuai dengan jenis ruamnya. Yuk, simak penjelasan berikut!

Cara mengatasi ruam pada bayi

Ilustrasi/copyright shutterstock.com
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

1. Eczema

Menurut National Eczema Association, kondisi kulit yang mengalami eczema ini cenderung muncul di pipi, dagu, dahi, atau bahkan kulit kepala. Biasanya, ruamnya akan menjadi kering, merah, dan gatal.

Terkadang, penyebab ruam ini muncul adalah karena keringat akibat udara yang panas, kulit kering, iritasi dari sabun atau detergen yang digunakan, atau karena bahan pakaian yang tidak cocok dengan kulit bayi.

Dalam menangani kondisi kulit ini, cara mengatasinya adalah dengan menggunakan pelembap, atau salep yang sudah sesuai resep dokter, dan fototerapi.

2. Cradle Cap

Ruam jenis ini biasanya muncul di kulit kepala. Namun, biasanya juga dapat muncul di daerah pipi, terutama di sekitar mata dan hidung. Ruam jenis ini akan mengandung cairan seperti minyak. Dan tampilannya seperti bercak putih yang bersisik atau berkerak.

Ruam jenis ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang sendirinya. Tapi, jika ruamnya bersisik, kamu bisa mengoleskan petroleum jelly ke bagian kulit yang bersisik tersebut.

3. Baby Milia

Ilustrasi/copyright unsplash.com/Minnie Zhou
Ilustrasi/copyright unsplash.com/Minnie Zhou

Seperti yang kita ketahui permasalahan kulit seperti milia ini sering terjadi pada orang dewasa. Namun, tak terkecuali bayi pun juga bisa merasakannya. Terkadang, bayi yang baru lahir mengalami milia, yakni benjolan kecil berwarna putih di area wajahnya.

Jangan khawatir, karena milia cenderung akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Jadi, tidak ada perawatan khusus yang diperlukan, dan hindari penggunaan krim dan salep pada kulit bayi, terutama yang sedang mengalami milia. Karena ini akan menyumbat pori-porinya dan menyebabkan munculnya milia lebih banyak.

4. Newborn acne

Tak hanya orang dewasa, bayi pun juga mengalami tumbuhnya jerawat pada wajahnya. Biasanya jerawat ini berwarna merah, dan muncul sekitar usia 2-6 minggu setelah bayi dilahirkan.

Berdasarkan American Academy of Dermatology, sekitar 20 persen bayi yang baru lahir mengalami kondisi kulit seperti ini. Biasanya jerawat akan muncul di pipi, hidung, dagu, dan bagian wajah lainnya.

Kondisi kulit ini tidak perlu dikhawatirkan, karena ini akan hilang dalam beberapa minggu atau bulan. Orang tua perlu membasuh kulit bayi yang terdapat jerawat dengan lembut, dan menghindari produk perawatan kulit bayi yang berminyak.

5. Slapped cheek syndrome

Ruam dengan jenis ini biasanya tidak menyakitkan, dan hanya terjadi selama beberapa hari saja. Bentuknya kemerahan dan muncul di pipi, terkadang bisa terasa gatal, namun tidak membuat iritasi kulit.

Dalam kondisi ini, biasanya ringan dan bisa hilang tanpa pengobatan. Namun, untuk membantu mengurangi bintik kemerahan pada wajah, bisa menggunakan acetaminophen dan ibuprofen.

Tapi, penggunaan obat tersebut harus sesuai dengan saran dan resep dokter, ya!

6. Alergi Makanan

Ilustrasi/copyright pexels.com/Hasan Albari
Ilustrasi/copyright pexels.com/Hasan Albari

Biasanya, ruam atau bintik kemerahan ini terjadi akibat alergi makanan yang mengandung telur, susu, kacang, ikan, gandum, ataupun kedelai.

Jika alerginya ringan, biasanya hanya akan muncul bintik kemerahan pada kulit anak. Namun, jika alerginya cenderung berat, bisa terjadi gejala mual hingga muntah, mata berair, hingga kesulitan bernapas.

Untuk mengatasi hal tersebut, kamu perlu menghindari makanan yang menjadi pemicu alergi, dan menggunakan obat sesuai dengan resep dokter sehingga bisa ditangani dengan tepat.

7. Sunburn

Sebagian besar kita pasti pernah mengalami ruam kemerahan karena terbakar sinar matahari. Terkadang, ruam kemerahan ini tidak hanya gatal, namun sampai memuat kulit bengkak dan terluka.

Kulit yang terbakar biasanya akan terlihat merah muda atau bahkan merah dan terasa hangat jika disentuh. Namun, semakin parah luka bakarnya, semakin besar pula kemungkinan menjadi menyakitkan dan bengkak.

Maka dari itu, untuk penanganan kasus ini adalah mengantisipas terjadinya sunburn dengan penggunaan sunblock atau sunscreen, dan jangan terlalu lama terkena sinar matahari.

Penulis: Chrisstella Efivania

Cara Ampuh Mengatasi Ruam Popok pada Bayi
Cara Ampuh Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel