7 Dampak Negatif Konsumsi Kedelai Berlebihan, Ganggu Pencernaan

Liputan6.com, Jakarta Kedelai merupakan produk alami yang kaya protein dan vitamin. Kedelai hadir dalam beragam bentuk mulai dari susu, edamame, tahu, tempe, dan banyak lagi. Kedelai kerap dijadikan alternatif daging dan susu karena kandungan protein nabatinya.

Kedelai sangat bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Kedelai dapat membantu menurunkan kolesterol, mencegah peradangan, membangun otot, hingga menyehatkan jantung. Namun jika dikonsumsi berlebihan, kedelai bisa memberi dampak negatif.

Dampak ini bisa memengaruhi siapa saja, khususnya bagi orang dengan kondisi tertentu. Konsumsi kedelai berlebihan bisa memengaruhi hormon, tiroid, hingga proses penyerapan nutrisi lainnya. Mengetahui dampak negatif konsumsi kedelai berlebihan sangat penting bagi Anda yang mengonsumsi produk kedelai.

Berikut dampak negatif konsumsi kedelai berlebihan, dirangkum dari berbagai sumber, Senin(15/6/2020).

Pengaruhi fungsi tiroid

Ilustrasi kelenjar tiroid (iStockphoto)

Dilansir Liputan6.com dari Healthline, kedelai mengandung goitrogen. Zat ini dapat berdampak negatif pada tiroid dengan menghalangi penyerapan yodium. Goitrogens dalam kedelai jika dikonsumsi berlebihan dapat menghalangi sintesis hormon tiroid dan menyebabkan hipotiroidisme dan kanker tiroid.

Beberapa penelitian juga telah menemukan bahwa isoflavon kedelai tertentu, termasuk genistein, dapat menghalangi produksi hormon tiroid. Namun, penelitian ini masih berbasis hewan dan diperlukan penelitian lebih lanjut.

Pengaruhi hormon

Ilustrasi susu kedelai (dok. Pixabay.com/bigfatcat/Putu Elmira)

Kedelai mengandung fitoestrogen yang diyakini bisa memengaruhi hormon pria jika dikonsumsi berlebihan. Pria yang mengonsumsi makanan kedelai cenderung memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah, tetapi masih normal, dalam kebanyakan kasus.

Kadar protein kedelai yang tinggi terkadang juga bisa meningkatkan panjang siklus menstruasi dan menurunkan kadar hormon FSH. Kedelai mengandung estrogen turunan tanaman yang disebut isoflavon. Jika makan kedelai terlalu banyak, isoflavon dapat berdampak negatif pada tubuh wanita. Pastikan untuk tidak mengonsumsi kedelai lebih dari 60 gram per hari.

Pengaruhi pencernaan

ilustrasi sistem pencernaan/pixabay

Penelitian menunjukkan senyawa tertentu yang ditemukan dalam kedelai dapat secara negatif memengaruhi kesehatan pencernaan. Senyawa seperti aglutinin kedelai dapat memengaruhi pencernaan dengan memengaruhi fungsi struktur dan penghalang usus. Namun, penelitian ini masih berbasis hewan dan masih dikembangkan lebih lanjut.

Kedelai juga dapat mengandung beberapa antinutrien lain, termasuk inhibitor trypsin, faktor penghambat α-amilase, fitat, dan banyak lagi. Efek ini sebenarnya bisa dihindari dengan pengolahan kedelai yang tepat. Memasak, merendam, menjadikannya kecambah dan memfermentasi produk kedelai sebelum dikonsumsi dapat membantu mengurangi kandungan antinutrien dan meningkatkan daya cerna.

Sebabkan alergi

Kacang Kedelai dan Susu Kedelai / Sumber: iStockphoto

Kedelai juga bisa menimbulkan alergi bagi sebagian orang. Alergi kedelai terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengartikan protein tidak berbahaya yang ditemukan dalam kedelai sebagai bahaya dan menciptakan antibodi terhadap mereka.

Alergi terhadap kedelai, produk kedelai, adalah alergi makanan umum. Seringkali, alergi kedelai dimulai pada masa bayi dengan reaksi terhadap susu formula berbasis kedelai.

Tanda-tanda dan gejala alergi kedelai ringan termasuk gatal-gatal atau gatal di dalam dan sekitar mulut. Alergi kedelai membuat seseorang harus membatasi konsumsi kedelai, bahkan harus menjauhinya.

Sebabkan kekurangan mineral

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Davizro Photography

Kedelai dikenal dengan konsentrasi asam fitatnya yang tinggi. Kedelai memiliki kandungan fitat yang lebih tinggi daripada biji-bijian atau kacang-kacangan lainnya. Asam fitat bisa mengganggu penyerapan zat besi, seng dan kalsium. Mengonsumsinya berlebihan dapat meningkatkan risiko defisiensi mineral.

Mengolahnya seperti merendam dan memasaknya dianggap belum cukup untuk mengurangi efek ini. Satu-satunya cara untuk secara signifikan mengurangi kandungan fitat kedelai adalah melalui fermentasi.

Menghalangi penyerapan protein

Ilustrasi/copyrightshutterstock/vanillaechoes

Meskipun kedelai dikemas dengan protein tanpa lemak, kedelai juga dikemas dengan trypsin dan protease inhibitor. Ini merupakan enzim yang bisa menghambat proses pencernaan protein.

Jika dikonsumsi berlebihan kedelai bisa menyebabkan beberapa tekanan lambung bersama dengan kekurangan dalam penyerapan asam amino. Merendam dan mengolah kedelai bisa mengurangi efek negatif ini.

Sebabkan gas berlebih

Perut Kembung

Kedelai mengandung serat dan oligosakarida, senyawa prebiotik yang membantu memberi makan bakteri usus yang sehat. Tetapi kedelai juga diketahui menyebabkan perut kembung. Konsumsi kedelai berlebihan bisa membuat perut menghasilkan gas berlebih.

Susu kedelai dan makanan kedelai lainnya mengandung galactooligosaccharides. Ini merupakan jenis karbohidrat yang mungkin sulit dicerna bagi sebagian orang. Kedelai sulit dicerna, yang dapat menyebabkan gas, kembung, dan rasa tidak nyaman pada umumnya. Ini juga bisa membuat seseorang sering kentut jika dikonsumsi berlebihan.

Bentuk kedelai yang difermentasi, seperti miso, tempe, atau kecap lebih mudah dicerna daripada makanan kedelai yang tidak difermentasi.