7 Fakta Gempa yang Getarkan Malang

·Bacaan 9 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,5 menggetarkan wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur pada pukul 06:54:58 WIB Minggu, 11 April 2021.

Sebelumnya, pada Sabtu, 10 April 2021, gempa juga terjadi wilayah yang sama dengan kekuatan 6,1. Informasi ini disampaikan Kepala Badan Mitigasi dan Gempa Bumi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono.

Menurut Daryono, lindu tersebut merupakan gempa susulan (aftershock) ke-8 yang terjadi dari gempa utama (mainshock) berkekuatan M 6,1 pada Sabtu 10 April 2021.

"Hingga hari Minggu pagi ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 8 kali, dengan magnitudo berkisar 3,1 hingga 5,3," kata Daryono dikutip dari akun Twitternya @DaryonoBMKG, Minggu, 11 April 2021.

Sementara itu, menurut Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno, sejumlah wilayah terdampak dan merasakan gempa di Kabupaten Malang.

"Sejumlah wilayah merasakan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity atau MMI V sampai II. 24 wilayah yang terdampak gempa yakni daerah Turen, Karangkates, Malang, Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat," kata Bambang dari keterangannya, Sabtu, 10 April 2021.

Kemudian, lanjut dia, gempa juga dirasakan di Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar, Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, dan Banjarnegara.

Berikut fakta-fakta terkait gempa yang terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur dihimpun Liputan6.com:

Terasa di 24 Wilayah

Dua warga mengamati rumah yang mengalami kerusakan akibat dampak dari Gempabumi Selatan Malang M 6,1 di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4). (Dok BPBD Kabupaten Malang)
Dua warga mengamati rumah yang mengalami kerusakan akibat dampak dari Gempabumi Selatan Malang M 6,1 di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4). (Dok BPBD Kabupaten Malang)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah terdampak dan merasakan gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, 10 April 2021.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, sejumlah wilayah merasakan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity atau MMI V sampai II.

Adapun 24 wilayah yang terdampak gempa yakni daerah Turen, Karangkates, Malang, Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat.

Kemudian gempa juga dirasakan di Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar, Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, dan Banjarnegara.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Bambang dari keterangannya, Sabtu, 10 April 2021.

Bambang menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Bambang.

Adapun penjelasannya, skala I MMI Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. skala II getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Untuk skala III, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sedangkan skala IV, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Skala V MMI berarti getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Gempa Dimutakhirkan Jadi Bermagnitudo 6,1

Petugas Babinsa TNI AD membersihkan reruntuhan atap yang ambruk akibat gempa di salah satu ruang kelas di MAN 2 Malang, Turen, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi pada Sabtu (10/9) siang menyebabkan kerusakan berat di MAN 2 Malang. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)
Petugas Babinsa TNI AD membersihkan reruntuhan atap yang ambruk akibat gempa di salah satu ruang kelas di MAN 2 Malang, Turen, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi pada Sabtu (10/9) siang menyebabkan kerusakan berat di MAN 2 Malang. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Gempa bumi dengan magnitudo 6,7 di Kota Malang, Jawa Timur dimutkahirkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi 6,1.

Seperti dilansir dari Antara, dilaporkan pusat gempa berada di laut dengan jarak 96 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, dengan kedalaman 80 kilometer.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), gempa yang terjadi pada pukul 14.00 WIB, juga memicu guncangan sedang hingga kuat di beberapa wilayah Jawa Timur. Sedangkan di Kota Malang, guncangan dirasakan dengan intensitas sedang selama 12 detik.

"Hal serupa dirasakan masyarakat Blitar yang merasakan guncangan kuat selama 30 detik. Mereka berhamburan keluar bangunan karena panik. Di kabupaten Lumajang, masyarakat di sana merasakan guncangan selama 20 detik. BPBD memantau masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Saat ini, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berkoordinasi dengan beberapa BPBD yang merasakan guncangan gempa. Termasuk melakukan pemantauan dan kaji cepat di lapangan untuk memastikan dampak kejadian.

"BNPB terus memonitor pascagempa dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga dalam mengantisipasi bahaya gempa bumi," ucap dia.

Berstatus Tanggap Darurat Bencana

Potongan-potongan genteng dan puing-puing lainnya berserakan di tanah sebuah sekolah setelah gempa bumi di Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Gempa bumi yang kuat merusak bangunan di pulau utama Indonesia di Jawa dan mengguncang tempat wisata di Bali, kata pejabat. (AP Photo/Hendra Permana)
Potongan-potongan genteng dan puing-puing lainnya berserakan di tanah sebuah sekolah setelah gempa bumi di Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Gempa bumi yang kuat merusak bangunan di pulau utama Indonesia di Jawa dan mengguncang tempat wisata di Bali, kata pejabat. (AP Photo/Hendra Permana)

Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menetapkan status tanggap darurat usai gempa berkekuatan magnitudo 6,1 sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu 10 April 2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono mengatakan, sebanyak 21 kecamatan di wilayah tersebut terdampak gempa dengan pusat gempa di barat daya daerah itu.

"Kami menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi," kata Sadono di Malang, seperti dilansir Antara, Sabtu malam.

Sebanyak 21 kecamatan tersebut, lanjut Sadono, antara lain Gondanglegi, Sumberpucung, Gedangan, Turen, Dampit dan Poncokusumo. Juga di Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Wagir, Wajak, dan Jabung.

Terjadi 8 Kali Gempa Susulan, Tak Berpotensi Tsunami

Kondisi salah satu ruang kelas yang rusak parah akibat gempa di MAN 2 Malang, Turen, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Menurut Kepala Tata Usaha MAN 2 Malang, M Fahtur Ridlo, sebanyak 16 ruangan mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 6,1 pada Sabtu (10/9). (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)
Kondisi salah satu ruang kelas yang rusak parah akibat gempa di MAN 2 Malang, Turen, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Menurut Kepala Tata Usaha MAN 2 Malang, M Fahtur Ridlo, sebanyak 16 ruangan mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 6,1 pada Sabtu (10/9). (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Kabupaten Malang, Jawa Timur kembali diguncang gempa pada Minggu pagi, 11 April 2021 pukul 06:54:58 WIB.

Gempa susulan tersebut berkekuatan lebih kecil yakni magnitudo 5.5, ketimbang lindu yang terjadi sehari sebelumnya.

Kepala Badan Mitigasi dan Gempa Bumi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan, lindu tersebut merupakan gempa susulan (aftershock) ke-8 yang terjadi dari gempa utama (mainshock) berkekuatan M 6,1 pada Sabtu kemarin, 10 April 2021.

"Hingga hari Minggu pagi ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 8 kali, dengan magnitudo berkisar 3,1 hingga 5,3," kata Daryono dikutip dari akun Twitternya @DaryonoBMKG, Minggu, 11 April 2021.

Dia menuturkan, gempa susulan pagi ini memiliki magnitudo update 5,3 dengan episenter terletak di laut pada jarak 71 km arah selatan Kota Kepanjen, Malang, Jawa Timur dan kedalaman 102 km.

Gempa susulan ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi atau patahan pada bagian Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi atau menunjam ke bawah Pulau Jawa. Mekanisme sumber gempa menunjukkan terjadinya pergerakan naik (thrust fault).

"Karena hiposenternya cukup dalam maka guncangan gempa susulan pagi ini dirasakan dalam wilayah luas seperti di Malang III-IV MMI, Pacitan, Wonogiri, Trenggalek III MMI. Nganjuk, Ponorogo, Blitar merasakan guncangan II-III MMI dan di Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo II MMI," terang dia.

Daryono menyebut, gempa susulan pagi ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya yang relatif kecil untuk dapat menjadi gempa pembangkit tsunami. "Di samping memang hiposenternya yang cukup dalam, yaitu 102 km," katanya.

8 Orang Meninggal Dunia, Ratusan Rumah Rusak

Kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa di Dusun Krajan, Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Sejumlah rumah yang rusak berat terpaksa dirobohkan untuk meminimalisir adanya korban jika terjadi gempa susulan. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)
Kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa di Dusun Krajan, Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Sejumlah rumah yang rusak berat terpaksa dirobohkan untuk meminimalisir adanya korban jika terjadi gempa susulan. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Dilansir Antara, Minggu, 11 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa bumi yang terjadi di dekat Kabupaten Malang, Jawa Timur telah menelan korban 8 orang meninggal dunia dengan 16 kabupaten/kota dinyatakan mengalami dampak kerusakan.

"Sampai hari ini terdata korban jiwa yang meninggal dunia ada delapan orang di Jawa Timur dampak dari gempa bumi ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers virtual, Minggu, 11 April 2021.

Rinciannya adalah lima orang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang dan tiga orang korban jiwa di Malang. Kebanyakan dari mereka meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan.

Selain itu terdapat 39 orang yang mengalami luka-luka dan 642 unit rumah mengalami rusak berat, 845 rumah rusak sedang, 1.361 rumah rusak ringan dan 179 unit fasilitas umum rusak.

BNPB menyebutkan gempa magnitudo 6,1 dengan episenter atau pusat gempa berada 90 kilometer selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, itu berdampak pada kerusakan dan korban jiwa di 16 kota/kabupaten.

Daerah yang alami kerusakan dan korban jiwa itu adalah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, Blitar Trenggalek, kota Blitar, kota Malang, kota Kediri, Probolinggo, Ponorogo, Jember, Tulungagung, kota Batu, Nganjuk, Pacitan dan Bondowoso.

Raditya menjabarkan bahwa gempa susulan telah terjadi sebanyak delapan kali, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Guncangan terbesar dirasakan pada hari ini ketika gempa magnitudo 5,3 terjadi di sekitar lokasi yang sama.

Kepala BNPB Doni Monardo juga telah menyambangi lokasi gempa setelah meninjau lokasi bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur.

"Tadi sore Kepala BNPB dari Kupang langsung menuju Malang, Jawa Timur, meninjau lokasi dan telah bertemu dengan ibu Gubernur Jawa Timur, UPT dan pemerintah daerah dan langsung menuju lokasi terdampak," ujar Raditya.

14 Kecamatan di Jember Terdampak Gempa Malang, 23 Rumah Rusak

Kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa di Dusun Krajan, Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Dusun Krajan merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak paling parah dari gempa bermagnitudo 6,1 pada Sabtu (10/4). (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)
Kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa di Dusun Krajan, Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Dusun Krajan merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak paling parah dari gempa bermagnitudo 6,1 pada Sabtu (10/4). (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat sebanyak 14 kecamatan di wilayah setempat terdampak gempa bumi dengan magnitudo 6,7 yang berpusat di Kabupaten Malang pada Sabtu pukul 14.00 WIB.

"Berdasarkan data yang kami himpun bahwa ada 20 titik lokasi terdampak gempa Malang yang tersebar di 14 kecamatan di Jember," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo di Jember, Sabtu malam, 10 April 2021.

Kecamatan yang terdampak gempa itu adalah Patrang, Sumbersari, Sukorambi, Bangsalsari, Panti, Jombang, Wuluhan, Tanggul, Arjasa, Ambulu, Tempurejo, Sumberbaru, Jelbuk, dan Kecamatan Ledokombo, dilansir dari Antara.

"Ada tiga titik yang terdampak gempa di Kecamatan Sukorambi, yakni Desa Klungkung, Karangpring, dan Sukorambi, sedangkan dua titik di Kecamatan Bangsalsari adalah Desa Banjarsari dan Tugusari," tuturnya.

Menurutnya petugas melakukan pendataan terhadap rumah warga yang rusak ringan, sedang dan berat yang tersebar di 14 kecamatan tersebut, namun sejauh ini tidak ada korban jiwa yang meninggal akibat gempa.

Sementara itu, belasan warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dilaporkan dirawat di sejumlah layanan kesehatan usai gempa.

"Sudah tertangani semua, karena hanya luka ringan," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Achmad Cholik di Blitar, Sabtu, 10 April 2021.

Hingga kini, terdapat 11 orang yang dilaporkan mengalami luka. Mereka ada yang dirawat di puskesmas, namun ada juga yang dirawat di rumah sakit wilayah Kabupaten Blitar, dilansir dari Antara.

Dari korban tersebut, kata dia, tersebar di beberapa kecamatan wilayah Kabupaten Blitar, di antaranya di Kecamatan Wates, Bakung, Sutojayan, Doko, dan beberapa daerah lainnya. Mereka mayoritas terkena bangunan yang rusak akibat getaran gempa bumi tersebut.

Selain itu, hingga kini BPBD Kabupaten Blitar juga masih melakukan pendataan rumah warga maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat getaran gempa tersebut. Beberapa laporan yang masuk seperti di Kecamatan Kesamben, Kademangan, Kanigoro, dan beberapa daerah lainnya.

Untuk saat ini, laporan yang masuk ada 23 bangunan baik rumah warga maupun fasilitas publik yakni kantor kecamatan, kantor DPRD Kabupaten Blitar, maupun rumah sakit.

Beberapa laporan kerusakan ada yang roboh, genting runtuh, teras rumah roboh, dinding retak, dan beberapa kerusakan lainnya. "Dari laporan tingkat kerusakan juga beragam, ada yang ringan dan sedang," jelas dia.

Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust

Tim PMI Kabupaten Malang di depan sebuah rumah yang rusak berat. Data sementara ada ratusan rumah rusak mulai kategi berat, sedang dan ringan dampak gempa berkekuatan 6.1 SR di Malang pada Sabtu, 10 April 2021 (PMI Kabupaten Malang)
Tim PMI Kabupaten Malang di depan sebuah rumah yang rusak berat. Data sementara ada ratusan rumah rusak mulai kategi berat, sedang dan ringan dampak gempa berkekuatan 6.1 SR di Malang pada Sabtu, 10 April 2021 (PMI Kabupaten Malang)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, gempa yang terjadi di Malang, Jawa Timur bukanlah termasuk gempa jenis Megathrust, namun Gempa Menengah di Zona Beniof.

"Karena deformasi atau patahan batuan yang terjadi berada pada slab lempeng Indo-Australia yang menunjam dan tersubduksi menukik ke bawah Lempeng Eurasia di bawah lepas pantai selatan Malang," tutur Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam konpers virtual, Minggu, 11 April 2021.

Menurut Raditya, mekanisme sumber gempa Malang berupa pergerakan sesar naik atau thrust fault. Mekanisme sumber sesar naik ini sebenarnya sensitif terhadap potensi tsunami.

"Namun patut disyukuri bahwa gempa ini berada di kedalaman menengah dan dengan magnitudo 6,1 sehingga tidak cukup kuat untuk mengganggu kolom air laut, sehingga gempa ini tidak berpotensi tsunami," jelas dia.

Zona gempa selatan Malang sendiri merupakan kawasan aktif gempa. Berdasarkan catatan, gempa selatan Malang magnitudo 6,1 ini berdekatan pusat gempa merusak Jawa Timur yang terjadi pada masa lalu yakni tahun 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972.

"Dampak gempa ini mencapai skala intensitas maksimum V-VI MMI, dalam peta tingkat guncangan berwarna kuning, sehingga gempa ini berpotensi merusak. Estimasi peta tingkat guncangan BMKG yang dikeluarkan 15 menit setelah gempa cukup akurat dan ternyata benar gempa ini banyak menimbulkan kerusakan bangunan rumah," Raditya menandaskan.

Deretan Gempa Terbesar di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir

INFOGRAFIS: Deretan Gempa Terbesar di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: Deretan Gempa Terbesar di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir (Liputan6.com / Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: