7 Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Indonesia merupakan negara yang terdiri dari pulau-pulau besar mau pun kecil. Jumlah pulau di Indonesia sendiri diperkirakan berjumlah lebih dari 17 ribu pulau. Di dalam pulau-pulau tersebut, tersimpan keanekaragaman masyarakat Indonesia yang tergambar melalui suku, budaya, bahasa, dan lain sebagainya.

Namun, meski masyarakat Indonesia memiliki banyak perbedaan, Bhinneka Tunggal Ika hadir untuk mempersatukan perbedaan tersebut. Dengan keberagaman tersebut, masyarakat Indonesia juga belajar untuk mengembangkan sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

Untuk bisa mengembangkan sikap saling menghormati tersebut, kita sebagai masyarakat Indonesia perlu mengetahui faktor penyebab keberagaman masyarakat sekitar di Indonesia. Apalagi kita hidup berdampingan di bawah naungan bendera merah putih.

Mengetahui faktor penyebab keberagaman masyarakat sekitar di Indonesia akan membuat kita memahami kondisi suatu masyarakat, yang pada akhirnya memunculkan sikap yang saling menghormati.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas 7 faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia yang perlu diketahui. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Ras

Ilustrasi Ras Credit: pexels.com/Samer
Ilustrasi Ras Credit: pexels.com/Samer

Faktor penyebab keberagaman masyarakat sekitar di Indonesia yang pertama dipengaruhi oleh ras. Dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, mendefinisikan ras sebagai golongan bangsa yang didasarkan ciri-ciri fisik dan garis keturunan.

Ras manusia sendiri dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu:

  • Negroid, yaitu ras dengan ciri berkulit hitam dan rambut keriting.

  • Mongoloid, yaitu ras dengan ciri berkulit kuning langsat, rambut kaku, dan bermata sipit.

  • Kaukasoid, yaitu ras dengan ciri berkulit putih, mata biru, dan rambut pirang.

  • Australoid, yaitu ras dengan ciri berkulit hitam (sawo matang)

  • Khoisan (Afrika Selatan).

Di Indonesia sendiri, keberagaman ras dari masyarakatnya dapat dikelompokkan setidaknya menjadi empat golongan, yaitu:

  • Ras Malayan-Mongoloid di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi.

  • Ras Melanesoid di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

  • Ras Asiatic Mongoloid seperti orang China, Jepang, dan Korea yang tersebar di seluruh Indonesia.

  • Ras Kaukasoid, yaitu orang India, Timur Tengah, Australia, Eropa, dan Amerika.

Dengan keberagaman ras yang ada di Indonesia, kita sebagai masyarakatnya harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai agar tidak terjadi konflik antar kelompok masyarakat.

Kondisi Geografis

Ilustrasi Peta Credit:pexels.com/Andrew
Ilustrasi Peta Credit:pexels.com/Andrew

Faktor penyebab keberagaman masyarakat sekitar di Indonesia yang kedua yaitu karena faktor geografis. Seperti yang kita tahu, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau, di mana masing-masing pulau akan berkembang sesuai dengan kondisi alam yang ada di sekitarnya.

Luas wilayah Indonesia yang besar, berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang dimiliki kondisi itu, menjadikan sumber keberagaman tercipta, seperti suku, budaya, ras, dan golongan.

Faktor Iklim

Ilustrasi Iklim Credit: pexels.com/Artem
Ilustrasi Iklim Credit: pexels.com/Artem

Faktor penyebab keberagaman masyarakat sekitar di Indonesia yang ketiga yaitu karena faktor iklim. Di Indonesia, umumnya memiliki iklim tropis yang panas. Iklim yang ada di satu daerah dengan daerah lain pun juga bisa berbeda. Hal ini dinamakan sebagai iklim setempat.

Perbedaan musim hujan dan kemarau antar daerah, perbedaan kondisi alam seperti pantai dan pegunungan inilah yang mengakibatkan adanya perbedaan pada masyarakat Indonesia.

Sejarah

Ilustrasi Sejarah Credit: pexels.com/Suzy
Ilustrasi Sejarah Credit: pexels.com/Suzy

Faktor penyebab keberagaman masyarakat sekitar di Indonesia yang keempat adalah sejarah. Sejarah menyatakan bangsa Indonesia merupakan bangsa imigran yang datang dari daerah Yunan Selatan (Indochina). Pada waktu itu, bangsa Yunan Selatan sudah mulai berkembang dan membawa kebudayaannya ketika masuk ke Indonesia.

Namun, setiap daerah juga tak jarang memiliki sejarahnya sendiri. Misalnya di daerah yang memiliki riwayat kerajaan Islam, maka daerah tersebut juga akan kental dengan ciri dan budaya yang berkaitan dengan sejarah tersebut.

Agama

Ilustrasi Masyrakat Beragama Credit: pexels.com/Abdullah
Ilustrasi Masyrakat Beragama Credit: pexels.com/Abdullah

Faktor penyebab keberagaman masyarakat sekitar di Indonesia yang kelima yaitu agama. Agama merupakan sebuah sistem keyakinan kepada Tuhan. Dengan masuknya agama, juga dapat memengaruhi perkembangan dari budaya di daerah-daerah tertentu.

Di Indonesia sendiri, agama yang diakui secara sah yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meski semua agama tersebut meyakini akan keberadaan dan kekuasaan Tuhan, namun, sistem keyakinan dan ibadah antara satu agama dengan agama yang lain berbeda. Perbedaan agama inilah yang menjadi faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia.

Penerimaan Masyarakat terhadap Perubahan

Ilustrasi Kebersamaan Credit: pexels.com/Mike
Ilustrasi Kebersamaan Credit: pexels.com/Mike

Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia yang berikutnya dilihat dari sikap masyarakat terhadap perubahan yang ada. Sikap masyarakat tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan budaya dan keberagaman.

Ini karena ada masyarakat yang mau menerima masuknya kebudayaan baru, dan ada juga yang menolak masuknya kebudayaan baru. Perbedaan inilah yang menciptakan keberagaman budaya dan pandangan di Indonesia.

Pengaruh Kebudayaan Asing

Ilustrasi Pengaruh Budaya Asing Credit: pexels.com/Ray
Ilustrasi Pengaruh Budaya Asing Credit: pexels.com/Ray

Faktor penyebab keberagaman masyarakat sekitar di Indonesia yang terakhir yaitu karena pengaruh kebudayaan asing. Keberagaman juga bisa muncul karena adanya pengaruh kebudayaan asing yang memiliki ciri yang berbeda. Pengaruh budaya asing ini bisa datang melalui komunikasi atau mereka yang dating langsung ke Indonesia. Hal tersebut menjadikan terjadinya akulturasi atau pencampuran unsur kebudayaan asing dengan kebudayaan Indonesia.