7 Fungsi Cacing Tanah Bagi Ekosistem, Bisa Suburkan Tanaman

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Fungsi cacing tanah sangat penting bagi ekosistem. Cacing tanah kerap dianggap sebagai organisme menjijikkan. Namun, di balik bentuknya yang membuat geli, fungsi cacing tanah bisa menjadi tanda ekosistem yang sehat.

Fungsi cacing tanah kerap dijadikan indikator tanah sehat yang mengandung bahan organik tingkat tinggi. Peran fungsi cacing tanah tak bisa diremehkan begitu saja. Fungsi cacing tanah bahkan bisa meningkatkan kesuburan sebuah area.

Cacing tanah bisa secara signifikan mengubah sifat fisik, kimia dan biologi dari profil tanah. Cacing adalah kontributor utama untuk memperkaya dan memperbaiki tanah bagi tumbuhan, hewan, dan bahkan manusia. Kontribusi cacing tanah bagi lingkungan sangatlah besar.

Fungsi cacing tanah juga bermanfaat langsung bagi manusia. Berikut fungsi cacing tanah bagi ekosistem, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (30/1/2021).

Mengenal cacing tanah

Ilustrasi cacing tanah (iStock)
Ilustrasi cacing tanah (iStock)

Sesuai namanya, cacing tanah merupakan organisme yang hidup di dalam tanah. Cacing tanah diklasifikasikan dalam filum Annelida atau Annelids. Annelida dalam bahasa Latin artinya, “cincin kecil”. Tubuh cacing tanah terdiri dari segmen seperti cincin yang disebut annuli. Segmen ini tercakup dalam setae, atau bulu kecil, yang digunakan cacing untuk bergerak dan menggali.

Cacing tanah menggunakan ruas-ruas untuk berkontraksi atau mengendur secara independen sehingga menyebabkan tubuh memanjang di satu area atau berkontraksi di area lain. Segmentasi membantu cacing menjadi fleksibel dan kuat dalam pergerakannya.

Peran cacing tanah bagi ekosistem

Ilustrasi cacing tanah (iStock)
Ilustrasi cacing tanah (iStock)

Cacing tanah membuat terowongan di dalam tanah dengan cara menggali, yang menganginkan tanah untuk memungkinkan udara, air, dan nutrisi mencapai jauh di dalam tanah. Cacing juga menciptakan ruang bagi udara untuk mencapai akar tanaman.

Cacing tanah memakan tanah yang mengandung bahan organik seperti tumbuhan atau daun yang membusuk. Tanaman tidak dapat menggunakan bahan organik ini secara langsung. Setelah bahan organik dicerna, cacing tanah melepaskan limbah dari tubuhnya yang disebut coran. Coran mengandung banyak nutrisi yang dapat digunakan tanaman. Beberapa orang bahkan menggunakan coran cacing tanah sebagai pupuk taman.

Fungsi cacing tanah bagi ekosistem

ilustrasi cacing tanah (sumber: Pixabay)
ilustrasi cacing tanah (sumber: Pixabay)

Tingkatkan struktur tanah

Fungsi cacing tanah bagi ekosistem yang pertama adalah perannya bagi struktur tanah. Cacing tanah mengubah struktur lingkungan mereka. Berbagai jenis cacing tanah dapat membuat liang horizontal dan vertikal, beberapa di antaranya bisa sangat dalam di tanah. Liang ini membuat pori-pori di mana oksigen dan air dapat masuk dan karbon dioksida dapat meninggalkan tanah.

Cacing tanah, khususnya kotorannya juga sangat penting di tanah dan bertanggung jawab atas beberapa struktur remah tanah yang halus.

Dekomposisi tanah

Cacing tanah memainkan peran penting dalam memecah bahan organik mati dalam proses yang dikenal sebagai dekomposisi. Dekomposisi melepaskan nutrisi yang dikurung dalam tumbuhan dan hewan yang mati dan membuatnya siap untuk digunakan oleh tumbuhan hidup.

Cacing tanah melakukan ini dengan memakan bahan organik dan memecahnya menjadi potongan-potongan kecil yang memungkinkan bakteri dan jamur memakannya dan melepaskan nutrisi.

Fungsi cacing tanah bagi ekosistem

ilustrasi cacing tanah (sumber: Pexel)
ilustrasi cacing tanah (sumber: Pexel)

Suburkan tanah

Fungsi cacing tanah selanjutnya adalah membantu menyuburkan tanaman. Cacing tanah juga bertanggung jawab untuk mencampur lapisan tanah dan memasukkan bahan organik ke dalam tanah. Pencampuran ini meningkatkan kesuburan tanah dengan membiarkan bahan organik tersebar melalui tanah dan nutrisi yang ada di dalamnya tersedia untuk bakteri, jamur dan tumbuhan. Selain itu, saat cacing tanah mati, tubuhnya yang kaya protein mengembalikan pupuk nitrogen ke tanah.

Dukung bakteri dan jamur

Cacing tanah memiliki efek positif pada bakteri dan jamur di tanah. Ketika cacing tanah ada, ada lebih banyak bakteri dan jamur dan mereka lebih aktif. Ini penting karena bakteri dan jamur adalah kunci dalam melepaskan nutrisi dari bahan organik dan membuatnya tersedia untuk tanaman. Mereka juga merupakan sumber makanan penting bagi banyak hewan lain yang hidup di tanah.

Fungsi cacing tanah bagi ekosistem

ilustrasi cacing tanah (sumber: Pixabay)
ilustrasi cacing tanah (sumber: Pixabay)

Meningkatkan ketersediaan hara

Fungsi cacing tanah ini terjadi dalam dua cara: dengan memasukkan bahan organik ke dalam tanah dan dengan membuka nutrisi yang ada di dalam organisme mati dan materi tanaman. Nutrisi seperti fosfor dan nitrogen menjadi lebih mudah tersedia bagi tanaman setelah dicerna oleh cacing tanah dan diekskresikan dalam cetakan cacing tanah. Cacing tanah juga mengambil nutrisi melalui profil tanah, mendekatkannya dengan akar tanaman.

Menyediakan makanan untuk predator

Cacing tanah, seperti semua makhluk, adalah bagian dari jaring makanan. Burung adalah predator bagi cacing. Tetapi cacing tanah juga merupakan makanan bagi tikus, katak, dan banyak organime lain.

Tingkatkan drainase

Fungsi cacing tanah bagi ekosistem yang terakhir adalah mendukung drainase air. Penyaluran dan penggalian ekstensif oleh cacing tanah mengendurkan dan mengaerasi tanah dan meningkatkan drainase tanah. Tanah yang terkena cacing tanah mengering hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan tanah tanpa cacing tanah.

Di tanah tanpa pengolahan, di mana populasi cacing tinggi, infiltrasi air bisa sampai 6 kali lebih besar daripada di tanah budidaya. Rongga yang dibuat cacing tanah juga berfungsi sebagai lorong untuk kapur dan material lainnya. Cacing tanah membuat terowongan yang memungkinkan air hujan dan irigasi menembus tanah.