7 Gejala Alergi Cat Rambut dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mewarnai rambut kini sudah menjadi tren yang sangat populer. Sehingga bergonta-ganti warna rambut sudah bukan hal yang mengherankan. Bahkan kini ada tren warna rambut yang lebih dari satu warna atau dinamakan ‘Ombre style’.

Akibat minat masyarakat yang tinggi maka terdapat banyak brand kecantikan yang mengeluarkan produk cat rambut. Namun, sebenarnya penggunaan dari cat rambut ini pun harus diperhatikan karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya dikategorikan dalam zat kimia yang keras.

Meskipun cat rambut sudah banyak digunakan oleh masyarakat awam, namun hanya sedikit yang mengetahui bahwa zat yang terkandung dalam cat rambut bisa membahayakan kulit. Bahkan, zat kimia tersebut juga bisa menimbulkan gejala alergi bagi beberapa orang.

Berikut ini merupakan gejala alergi terhadap cat pewarna rambut dan cara mengatasinya dengan alami. Dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Rabu (21/10/2020).

Gejala alergi cat rambut

ilustrasi rekomendasi cat rambut/pexels
ilustrasi rekomendasi cat rambut/pexels

Alergi cat rambut biasanya terjadi akibat ada kandungan tertentu pada cat rambut yang dinilai bisa membahayakan tubuh. Kadang alergi tersebut tidak hanya muncul di kulit kepala, melainkan bisa memicu pembengkakan di saluran pernapasan.

Sehingga ketika hendak mengecat rambut harus memperhatikan senyawa kimia yang hendak digunakan. Berdasarkan penelitian yang dirilis pada Journal of Asthma and Allergy, alergi cat rambut umumnya disebabkan adanya kandungan Para-phenylenediamine (PPD) pada cat rambut.

Berdasarkan penelitian tersebut, dari semua komposisi bahan kimia pembentuk cat rambut, PPD dianggap sebagai penyebab utama alergi pada cat rambut. Dalam riset ini juga menyebutkan bahwa angka prevalensi alergi cat rambut akibat kandungan PPD di Asia bisa mencapai 4,3%. Meskipun demikian, alergi juga kadang bisa disebabkan oleh kandungan resorcinol, peroxide, dan amonia.

Kandungan PPD pada cat rambut bisa muncul dalam beragam istilah di antaranya yakni PPDA, 1,4-Benzenediamine, atau Phenylenediamine base, maka cat tersebut tetaplah mengandung PPD.

Berikut ini merupakan gejala yang timbul jika Anda mengalami alergi terhadap cat rambut:

1. Gatal-gatal (pruritus).

2. Bercak kemerahan pada kulit tubuh.

3. Kulit kering.

4. Sensasi tertusuk, perih, dan terbakar.

5. Bentol-bentol berair.

6. Kulit menebal dan bersisik.

7. Luka robekan.

Efek alergi cat rambut pada tubuh

Jangan asal mewarnai rambut sendirian di rumah. Kamu harus perhatikan beberapa hal ini terlebih dahulu biar nggak gagal. (Sumber foto: Huffingtonpost.com)
Jangan asal mewarnai rambut sendirian di rumah. Kamu harus perhatikan beberapa hal ini terlebih dahulu biar nggak gagal. (Sumber foto: Huffingtonpost.com)

Seperti yang sudah disebutkan di atas, alergi cat rambut tidak hanya menyerang kulit kepala saja, namun jika sudah dikategorikan dalam gejala berat maka bisa menyerang tubuh hingga saluran pernafasan. Dalam riset yang dipaparkan pada The Pan African Medical Journal menunjukkan, gejala alergi cat rambut bahkan menyebabkan seseorang mengalami:

-.Pembengkakan wajah dan bibir (angioedema).

- Kerusakan jaringan otot (rhabdomyolysis).

- Peradangan otot pada dinding jantung (toxic myocarditis).

- Gagal ginjal akut.

- Anafilaksis.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa anafilaksis adalah reaksi alergi yang terjadi sangat cepat dan mengancam jiwa. Jika sudah parah, alergi cat juga mampu membahayakan keselamatan jiwa akibat terjadinya pembengkakan saluran pernapasan, laring, sehingga gejala alergi cat rambut yang muncul membuat sulit bernapas.

Ketika tubuh mengalami alergi cat rambut, PPD akan beraksi terhadap sistem pertahanan tubuh sehingga memicu adanya kondisi peradangan yang disebut dengan sitokin. Hal Inilah yang membuat tubuh juga merasakan radang saat alergi cat rambut.

Tak hanya itu, ketika tubuh terpapar zat PPD, tubuh juga akan melepaskan zat tertentu ke dalam aliran darah, zat ini membuat tubuh menghasilkan histamin, yaitu kandungan yang yang memicu alergi.

Cara mengatasi alergi cat rambut

Ilustrasi Pewarna Rambut | unsplash.com/@heftiba
Ilustrasi Pewarna Rambut | unsplash.com/@heftiba

Meskipun produk cat rambut yang telah beredar di pasaran biasanya sudah teruji klinis. Namun, tetap saja beberapa orang bisa mengalami alergi karena memiliki kulit kepala yang lebih sensitif. Maka dari itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi gejala alergi cat rambut sebelum memutuskan untuk mengaplikasikan cat rambut.

Pada umumnya gejala alergi cat rambut akan muncul 48 setelah diaplikasikan. Namun, tak jarang pula alergi bisa muncul lebih cepat. Maka dari itu, untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini merupakan langkah yang bisa Anda lakukan:

- Bilas rambut dan kulit kepala secara menyeluruh dengan shampoo yang lembut atau shampoo tanpa busa untuk menghilangkan sisa cat rambut.

- Gunakan larutan hydrogen peroxide 2% pada kulit yang terkena yang iritasi dan. Hydrogen peroxide bekerja sebagai antiseptik. Namun, jangan bubuhkan pada kulit dengan luka terbuka.

- Larutkan kalium permanganat ke dalam air dengan perbandingan 1:5.000 untuk menghentikan PPD bereaksi pada tubuh.

- Lembapkan kulit dengan campuran minyak zaitun dan jeruk nipis untuk melembutkan kulit kering yang menebal dan bersisik.

- Oleskan krim kortikosteroid untuk mengatasi ruam dan gatal pada kulit. Namun, jangan bubuhkan di dekat mulut dan mata.

- Keramas dengan shampoo yang mengandung kortikosteroid untuk mengatasi alergi cat rambut yang muncul di kulit kepala.

- Minum obat antihistamin untuk mengurangi produksi histamin yang menyebabkan alergi.

Namun jika alergi yang dirasakan sekiranya tidak kunjung membaik meskipun sudah melakukan langkah-langkah di atas, maka Anda harus segera pergi ke dokter terdekat supaya bisa mendapatkan penanganan yang benar. Hal ini karena alergi yang akut bisa sangat membahayakan bagi nyawa.