7 Hal yang Disampaikan Jokowi saat Pidato di HUT ke-49 PDIP

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sejumlah hal saat berpidato di acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDI Perjuangan (PDIP) yang digelar secara virtual, Senin (10/1/2022).

Selain mengucapkan selamat ulang tahun kepada PDIP, menurut Jokowi, di usia partai yang hampir setengah abad, PDI Perjuangan berhasil menjadi partai politik (parpol) terbesar di Indonesia serta konsisten memperjuangan rakyat kecil.

"Alhamdulillah, saat mencapai usianya ke-49, PDI Perjuangan telah berhasil menjadi partai politik terbesar di Indonesia. Merdeka... Menjadi partai politik yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato secara virtual yang disiarkan di kanal Youtube PDI Perjuangan, Senin (10/1/2022).

Selain itu, diungkapkan Jokowi, Indonesia berhasil mengelola tantangan kesehatan yang kompleks akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut terlihat dari kasus Covid-19 di Indonesia yang turun 99 persen dari puncak kasus pada Juli 2021, di mana mencapai 56.000 per hari.

"Kalau kita lihat di bulan Juli (2021), kita betul-betul pada posisi yang penuh kengerian, dengan angka kasus 56.000 per hari dan kasus konfirmasi per 9 Januari kemarin tahun 2022 sebanyak 529 kasus," ujar Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga menekankan, pemerintah terus menjamin akses pendidikan kepada masyarakat. Pemerintah, kata dia, sudah menggelontorkan lebih dari Rp 20 triliun untuk bantuan dana pendidikan dari sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi, selama 2021.

Berikut sederet hal yang disampaikan Jokowi saat berpidato di HUT ke-49 PDI Perjuangan (PDIP) secara virtual, dihimpun Liputan6.com:

1. PDIP Berhasil Jadi Parpol Terbesar di Indonesia

Presiden Joko Widodo memberi keterangan saat meninjau langsung vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 tahun yang digelar di Kompleks SDN Cideng, Gambir, Jakarta, Rabu (15/12/2021). (Foto: Lukas-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo memberi keterangan saat meninjau langsung vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 tahun yang digelar di Kompleks SDN Cideng, Gambir, Jakarta, Rabu (15/12/2021). (Foto: Lukas-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widido atau Jokowi mengucapkan selamat ulang tahun ke-49 kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Di usia hampir setengah abad, kata Jokowi, PDIP berhasil menjadi partai politik (parpol) terbesar di Indonesia serta konsisten memperjuangan rakyat kecil.

"Alhamdulillah, saat mencapai usianya ke-49, PDIP Perjuangan telah berhasil menjadi partai politik terbesar di Indonesia. Merdeka... Menjadi partai politik yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil," kata Jokowi saat menyampaikan pidato secara virtual dilihat di Youtube PDI Perjuangan, Senin (10/1/2022).

Selain itu, dia menyebut PDIP juga konsisten memperjuangkan kedaulatan negara dan kemandirian bangsa. Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada PDIP yang terus mendukung kebijakan pemerintah, khususnya terkait pandemi Covid-19.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan bantuan PDIP Perjuangan dalam menyiapkan kebijakan-kebijakan dan dalam menghadapi masa-masa yang tidak mudah, masa-masa yang sulit akibat pandemi Covid 19," terang Jokowi.

2. Terus Mudahkan Akses Pendidikan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sambutan saat pembukaan Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas ini bertajuk 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sambutan saat pembukaan Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas ini bertajuk 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kemudian Jokowi menekankan bahwa pemerintah terus menjamin akses pendidikan kepada masyarakat. Pemerintah, kata dia, sudah menggelontorkan lebih dari Rp 20 triliun untuk bantuan dana pendidikan dari sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi, selama 2021.

"Akses rakyat terhadap pendidikan juga terus kita jamin utamanya bagi yang kurang mampu. Bantuan pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi juga terus kita lanjutkan," ucap dia.

Dia menyebut pemerintah menganggarkan Rp 11 triliun untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2021. Sementara itu, Rp 9,4 triliun digelontorkan untuk KIP kuliah sepanjang tahun lalu.

"Untuk tahun 2021, Kartu Indonesia Pintar dengan Anggaran sebesar Rp 11 Triliun untuk 21 juta siswa di seluruh tanah air," katanya.

"KIP kuliah yang anggarannya sebesar Rp 9,4 triliun juga telah diberikan kepada 1,1 juta mahasiswa di seluruh tanah air di tahun 2021," sambung Jokowi.

3. Human Capital Index Meningkat

Presiden Jokowi berjalan di tengah sawah saat meninjau irigasi di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (14/2). Program tersebut diharapkan Jokowi bisa meningkatkan daya beli masyarakat. (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)
Presiden Jokowi berjalan di tengah sawah saat meninjau irigasi di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (14/2). Program tersebut diharapkan Jokowi bisa meningkatkan daya beli masyarakat. (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)

Jokowi mengaku bersyukur pendidikan tinggi kini memiliki program Kampus Merdeka atau Merdeka Belajar. Jokowi menyebut program tersebut membantu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan menyediakan magang bersertifikasi di perusahaan-perusahaan ternama.

"Tahun yang lalu 50.000 peserta dan tahun ini kita targetkan 150.000 peserta, di mana 40 persen dari peserta magang adalah talenta-talenta digital yang ingin kita siapkan," tutur Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi menyampaikan bahwa human capital index Indonesia mengalami kenaikan. Hal ini seiring meningkatnya sisi kesehatan dan sisi pendidikan.

"Alhamdulillah human capital index kita juga mengalami kenaikan yang cukup baik dari 0,52 di tahun 2017 menjadi 0,54 tahun 2020. Ini akan terus kita tingkatkan," ucap Jokowi.

4. Indonesia Berhasil Kelola Tantangan Kesehatan

Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terintegrasi akses ibu kota negara di Kalimantan Timur. (Foto: Liputan6.com/Abelda Gunawan)
Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terintegrasi akses ibu kota negara di Kalimantan Timur. (Foto: Liputan6.com/Abelda Gunawan)

Jokowi menyebut Indonesia berhasil mengelola tantangan kesehatan yang kompleks akibat pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari kasus Covid-19 di Indonesia turun 99 persen dari puncak kasus pada Juli 2021, di mana mencapai 56.000 per hari.

"Kalau kita lihat di bulan Juli (2021), kita betul-betul pada posisi yang penuh kengerian, dengan angka kasus 56.000 per hari dan kasus konfirmasi per 9 Januari kemarin tahun 2022 sebanyak 529 kasus," kata dia.

"Turun 99 persen dari puncak di Juli. Ini yang lalu patut kita syukuri," sambung Jokowi.

5. Terus Genjot Vaksinasi Covid-19

Presiden Joko Widodo meninjau langsung vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 tahun yang digelar di Kompleks SDN Cideng, Gambir, Jakarta, Rabu (15/12/2021). Vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun akan menyasar sekitar 26,5 juta anak di seluruh Indonesia. (Foto: Lukas-Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo meninjau langsung vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 tahun yang digelar di Kompleks SDN Cideng, Gambir, Jakarta, Rabu (15/12/2021). Vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun akan menyasar sekitar 26,5 juta anak di seluruh Indonesia. (Foto: Lukas-Biro Pers Sekretariat Presiden

Selain itu, Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah terus mempercepat program vaksinasi Covid-19. Hingga kini, total 288 juta vaksin Covid-19 sudah disuntikkan ke masyarakat Indonesia.

Rinciannya, 81,7 persen untuk vaksin dosis pertama dan 56,1 persen vaksin dosis kedua. Jokowi menuturkan 29 provinsi di Indonesia telah menyuntikkan vaksin dosis pertama mencapai target di atas 70 persen.

"Kita tahu Indonesia masuk 5 besar vaksinasi terbanyak di dunia sebanyak 288 juta vaksin telah disuntikkan ke rakyat," kata Jokowi.

6. Minta Masyarakat Tetap Waspada Varian Omicron

Presiden Joko Widodo berbincang dengan murid seusai menyaksikan drama bertajuk Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. (Liputan6.com/Biropres Kepresidenan)
Presiden Joko Widodo berbincang dengan murid seusai menyaksikan drama bertajuk Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. (Liputan6.com/Biropres Kepresidenan)

Kendati begitu, Jokowi mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada terhadap penularan Covid-19. Khususnya, risiko penyebaran varian Omicron.

"Walau kita berhasil mengendalikan pandemi namun kita harus hati-hati, waspada terhadap kemungkinan risiko pandemi karena vairan Omicron," ucap Jokowi.

Di sisi lain, dia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan PDIP dalam menyiapkan kebijakan-kebijakan. PDIP mendukung pemerintah dalam menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19.

"Selamat ulang tahun PDI Perjuangan yang ke-49. Semoga PDI Perjuangan semakin besar dan semakin jaya," kata Jokowi.

7. Pemerintah Tak Hanya Bangun Jalan Tol dan Bandara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pernyataan tentang impor beras di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pernyataan tentang impor beras di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Terakhir, Jokowi membantah anggapan sejumlah pihak yang menilai bahwa pemerintah hanya fokus membangun infrastruktur yang besar-besar, seperti jalan tol, bandara, hingga pelabuhan.

"Karena orang banyak menganggap bahwa kita hanya membangun yang besar-besar, jalan tol, airport (bandara), pelabuhan. Tidak," kata Jokowi.

Dia menyampaikan, pemerintah telah mengalokasikan puluhan triliun rupiah untuk pembangunan infrastruktur di desa. Jokowi menyebut, alokasi dana desa terus naik setiap tahunnya dari Rp 21 triliun pasa 2015 menjadi Rp 72 triliun di 2021.

"Total sampai saat ini dana desa yang telah disalurkan dari 2015 sampai 2021 mencapai Rp 400,1 triliun Rupiah. Ini sebuah angka yang sangat besar sekali," beber dia.

Jokowi menjelaskan, dana desa yang digelontorkan pemerintah tersebut digunakan untuk membangun jalan desa, embung, dan irigasi. Kemudian, dana tersebut juga dipergunakan untuk membangun jembatan, pasar-pasar desa, hingga tambatan perahu.

"Kita juga membangun jalan desa membangun embung, membangun air bersih di Desa, membangun posyandu di desa, membangun sumur-sumur yang diperlukan di desa, membangun drainase di desa. Karena ini infrastruktur yang dibutuhkan oleh desa-desa," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, pembangunan yang merata di Indonesia akan membangun sebuah peradaban, mempersatukan Indonesia, serta menciptakan lapangan kerja. Selain itu, menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Tanah Air.

"Perhatian besar pemerintah terhadap desa ini kita harapkan akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa dan mempersempit ketimpangan antara desa dan kota," tegas Jokowi.

Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet

Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel