7 Hal yang Perlu Orang Tua Lakukan Ketika Anak Mulai Kasmaran

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hasil penelitian Pew Research Center menyebut bahwa 35 persen remaja usia 13 hingga 17 punya beragam jenis pengalaman dalam hubungan romantis atau kasmaran.

Pengalaman tersebut termasuk dalam hubungan serius dan kurang serius. Tak sedikit orangtua yang bahkan menganggap fase ini sebagai sesuatu yang canggung, sementara yang lainnya menilai jatuh cinta di usia terlalu muda merupakan hal menakutkan.

Anda termasuk orangtua yang mana? Apakah Anda siap menerima curhatan buah hati tercinta bila mereka sedang kasmaran?

Melansir Bright Side, inilah 7 hal yang dapat Anda lakukan untuk mendukung anak remaja Anda yang sedang kasmaran.

1. Kenali siapa pacar mereka

Bertemu dengan pacar anak Anda memberi Anda gambaran tentang orang seperti apa yang mereka habiskan waktu bersama. Ini juga memberi Anda gambaran sekilas tentang kehidupan mandiri anak Anda.

Undang pacarnya untuk makan malam atau melakukan perjalanan bersama. Kegiatan seperti ini akan memperkuat dukungan tulus Anda terhadap hubungan anak remaja Anda. Ini membentuk dasar untuk komunikasi yang lebih terbuka di antara Anda berdua.

2. Jangan meremehkan atau menyangkal perasaan mereka

Sebagai orang tua, pengalaman Anda adalah alasan yang sah untuk mengukur seberapa sepele atau serius sesuatu itu. Namun, itu tidak membenarkan Anda untuk menertawakan perasaan anak Anda.

Akui perasaan cinta, kebahagiaan, dan bahkan frustrasi dan rasa sakit anak Anda. Ingatkan mereka bahwa tidak apa-apa untuk merasa, alih-alih menyuruh mereka melupakan emosi mereka.

3. Jangan terlalu membatasi

Membatasi perilaku anak memang diperlukan mengajarkan mereka mana yang benar dan salah dalam suatu hubungan. Namun, menjadi orang tua yang terlalu mengendalikan kehidupan anak-anak tidak akan berakhir dengan baik bagi siapa pun.

Meskipun remaja memang membutuhkan bimbingan, kebanyakan dari mereka mampu membuat keputusan yang tepat untuk diri mereka sendiri.

Mengatakan 'tidak' pada setiap permintaan anak Anda tanpa menjelaskan alasannya hanya akan mendorong mereka untuk menyimpan rahasia dari Anda. Terapkan sikap yang lebih ramah terhadap hubungan romantis anak remaja Anda dan bersiaplah untuk membimbing mereka kapan pun.

4. Jangan menerapkan helicopter parenting pada anak

Helicopter parenting adalah pola asuh ketika orangtua terlalu berlebihan menjaga anaknya. Orangtua mengawasi setiap aspek kehidupan anak mereka secara konstan sehingga diibaratkan seperti baling-baling pada helikopter. Pola asuh ini ternyata dapat membawa dampak buruk bagi perkembangan anak.

Anda tentu ingin menjadi orang tua yang terlibat selama masa sensitif ini dalam kehidupan anak remaja Anda. Tapi berhati-hatilah untuk tidak terlalu ikut campur dengan urusan mereka.

5. Ajari mereka tentang menetapkan batasan

Ingatkan anak-anak Anda tentang pentingnya mengatakan tidak dalam situasi yang tidak nyaman dan berpegang teguh pada kata-kata mereka. Berikan petunjuk kepada remaja Anda tentang apa yang harus dilakukan jika mereka merasa terpojok atau ditekan oleh pasangannya.

Berjalan pergi atau menelepon Anda segera adalah beberapa tips keselamatan yang dapat Anda ajarkan kepada anak Anda.

Di sisi lain, ajari anak remaja Anda untuk juga menghormati pasangan dan keputusannya. Jika anak-anak Anda merasa nyaman menerima penolakan pasangannya atau pengaturan batasan mereka, maka mereka tidak akan kesulitan melakukan hal yang sama.

6. Jadilah tempat untuk mereka bercerita akan hubungannya

Bersedia berkomunikasi tidak hanya berarti membicarakan topik besar. Ini juga melibatkan mendengar tentang hal-hal yang paling biasa.

Anak remaja umumnya akan memiliki emosi yang kuat yang ingin terus mereka bicarakan. Bahkan jika Anda pernah mendengar semuanya sebelumnya, cobalah untuk tidak terlihat bosan, meremehkan, atau tidak nyaman.

Ketulusan Anda untuk terhubung akan mendorong anak remaja Anda untuk terus datang kepada Anda tidak hanya untuk mengobrol tentang bagaimana kencan mereka berjalan, tetapi juga untuk membahas hal-hal yang lebih serius.

7. Percayai mereka

Mempercayai anak remaja Anda memungkinkan mereka untuk belajar bagaimana berpikir untuk diri mereka sendiri.

Mengajar mereka untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri akan mendorong mereka untuk hanya membuat keputusan yang tepat dalam hubungan mereka.

Anak remaja pasti akan memiliki pertanyaan dari waktu ke waktu. Berkat rasa saling percaya yang telah Anda tanamkan, mereka tidak akan kesulitan mendatangi Anda untuk meminta saran.

Reporter: Lianna Leticia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel