7 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan, Lezat dan Bernutrisi

·Bacaan 8 menit
7 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan, Lezat dan Bernutrisi
7 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan, Lezat dan Bernutrisi

RumahCom--Jamur ternyata punya rasa yang nikmat juga, ya! Berbagai macam menu bisa dibuat dengan bahan dasar jamur, mulai dari yang ditumis, digoreng, hingga jadi bahan pengganti daging untuk menu vegetarian. Selain lezat, jamur juga mengandung banyak nutrisi. Tapi jangan sembarang, tidak semua jamur juga bisa dimakan. Kenali dulu jenis jamur yang layak diolah dan dimakan.

Jamur memang tidak selazim bahan makanan lainnya. Karena budidaya dan habitatnya, bisa jadi masyarakat awam juga enggan untuk mengonsumsi. Tapi jangan salah, ada banyak jenis jamur yang enak disantap dan bergizi juga. Agar Anda bisa memilih jenis jamur yang tepat, simak poin-poin pembahasannya seperti di bawah ini:

  1. Mengenal Jamur yang Lezat dan Bergizi

  2. Manfaat Jamur dan Kandungan Nutrisinya
    1) Kandungan Nutrisi Jamur
    2) Manfaat dan Khasiat Jamur

  3. Jenis jamur yang bisa dimakan
    1. Kancing
    2. Kuping
    3. Shiitake
    4. Tiram
    5. Enoki
    6. Shimeji
    7. Truffle

  4. Waspada Jamur Beracun

Baca Juga: 14 Ide Dapur Kecil Anda Tampak Mewah

Nah, penasaran jenis jamur apa saja yang bisa Anda olah sebagai santapan lezat, langsung saja simak ulasannya di bawah ini!

1. Mengenal Jamur yang Lezat dan Bergizi

Selain enak, ada banyak jenis jamur yang memiliki kandungan gizi tinggi. (Foto: Pexels-Flora Westbrook)
Selain enak, ada banyak jenis jamur yang memiliki kandungan gizi tinggi. (Foto: Pexels-Flora Westbrook)

Selain enak, ada banyak jenis jamur yang memiliki kandungan gizi tinggi. (Foto: Pexels-Flora Westbrook)

Jamur adalah jenis tumbuhan yang tidak memiliki klorofil atau disebut heterotrof, sehingga untuk mendapatkan makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan sekitar melalui hifa, yakni benang-benang halus yang membentuk tubuhnya. Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan tubuh buah, yang dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan. Jenis jamur seperti ini dikenal juga dengan sebutan jamur pangan (edible mushroom).

Budidaya jamur sebagai bahan pangan pun semakin marak dan semakin berkembang. Media tanam untuk budidaya jamur biasanya berupa serbuk kayu, serbuk padi, serbuk jagung dan kapur. Sederhananya, keempat komponen ini diaduk rata dan dimasukkan ke plastik berukuran 18 x 35 mm yang disebut baglog. Baglog akan melalui proses inkubasi, setelah itu sekitar 2-3 minggu kemudian, jamur akan siap dipanen.

Sekarang, menu masakan berbahan dasar jamur sudah tidak asing lagi. Masyarakat menyukai jamur karena rasanya yang lezat, teksturnya yang unik, juga karena jenis olahannya yang bisa bermacam-macam. Bahkan, kini ada juga yang dinamakan kaldu jamur, yang disinyalir sebagai bahan penyedap alami yang lebih sehat ketimbang MSG atau micin.

2. Manfaat Jamur dan Kandungan Nutrisinya

Jamur mengandung banyak antioksidan yang bisa menyehatkan jantung dan menurunkan kolesterol. (Foto: Pexels-Ella Olsson)
Jamur mengandung banyak antioksidan yang bisa menyehatkan jantung dan menurunkan kolesterol. (Foto: Pexels-Ella Olsson)

Jamur mengandung banyak antioksidan yang bisa menyehatkan jantung dan menurunkan kolesterol. (Foto: Pexels-Ella Olsson)

Berdasarkan kandungan nutrisinya, ternyata beberapa jenis jamur punya manfaat ataupun khasiat yang baik bagi jantung. Mau punya rumah di kawasan Tangerang yang di kawasannya banyak terdapat jogging track atau mendukung kegiatan jogging yang sangat baik bagi kesehatan jantung? Cek pilihan rumahnya dengan harga di bawah Rp700 juta di sini!

Selain untuk kesehatan jantung, sebenarnya masih banyak lagi khasiat dan kandungan nutrisi dari berbagai jenis jamur. Berikut penjelasan rincinya.

1) Kandungan Nutrisi Jamur

Jamur ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Hasil penelitian yang diterbitkan di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) mengungkapkan, rata-rata jamu mengandung 19-35% protein yang lebih tinggi dibandingkan beras (7,38%) atau gandung (13.2%). Jamur juga mengandung 9 jenis asam amino esensial, dari total 20 jenis yang diketahui selama ini. Bukan hanya itu, 72 persen kandungan lemak pada jamur juga termasuk lemak tidak jenuh.

Vitamin dan mineral jamur juga tidak kalah banyak. Jamur mengandung vitamin B1, B2, niasin dan biotin, serta mengandung mineral seperti kalium, fosfor, kalsium, sodium, dan magnesium. Sementara jumlah kandungan seratnya berkisar antara 7,4 hingga 24,6% dengan kandungan kalori yang sangat rendah. Tidak heran, jamur sering digunakan sebagai bahan makanan oleh orang-orang yang sedang diet.

Bukan hanya untuk diet. Karena kandungan gizinya yang tinggi, jamur juga sering digunakan sebagai bahan pelengkap menu vegetarian. Meskipun merupakan sumber makanan hayati, namun gizi dan rasanya tidak kalah dari yang lain, sehingga sering digunakan untuk membuat plant based meat, atau daging imitasi untuk melengkapi asupan gizi para pelaku vegetarian.

2) Manfaat dan Khasiat Jamur

Dengan kandungan gizi yang tinggi, jamur menyimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Jamur dikenal mengandung senyawa yang bersifat anti-tumor, antioksidan, dan menurunkan kolesterol. Berikut ini adalah khasiat jamur untuk kesehatan Anda:

  • Mencegah kanker. Kandungan antioksidan pada jamur dapat membantu mencegah berbagai jenis kanker. Hal ini sudah terbukti, karena jamur dapat melindungi sel dari kerusakan DNA dan menghambat pembentukan tumor.

  • Mengontrol diabetes. Kandungan serat yang tinggi membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 serta membantu memperlancar pencernaan.

  • Menjaga kesehatan jantung. Kandungan serat, kalium dan vitamin C berperan dalam menjaga kesehatan jantung dengan membantu mengendalikan tekanan darah.

  • Menurunkan kolesterol. Khasiat ini ditemukan berkat kandungan beta-glukan pada jamur.

  • Menjaga kesehatan janin. Jamur memiliki banyak kandungan asam folat, sehingga dapat menjadi suplemen yang baik untuk wanita hamil.

Keren, Intip 8 Ide Desain Pantry Ini!
Keren, Intip 8 Ide Desain Pantry Ini!

Tips Rumah dan Apartemen

Keren, Intip 8 Ide Desain Pantry Ini!

3. Jenis jamur yang bisa dimakan

Ada beberapa jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi. (Foto: Pexels-carboxaldehyde)
Ada beberapa jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi. (Foto: Pexels-carboxaldehyde)

Ada beberapa jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi. (Foto: Pexels-carboxaldehyde)

Nah, setelah mengetahui sekian banyak manfaat dan khasiat jamur untuk kesehatan, apakah Anda tertarik untuk memasak hidangan berbahan dasar jamur pula? Anda bisa menemukan resep olahan jamur dengan mudah, tapi jangan sampai salah pilih jamur, ya. Berikut ini 7 jenis jamur yang aman dikonsumsi dan rasanya lezat:

1) Kancing

Jenis jamur kancing dikenal juga dengan nama champignon. (Foto: Pexels-alleksana)
Jenis jamur kancing dikenal juga dengan nama champignon. (Foto: Pexels-alleksana)

Jenis jamur kancing dikenal juga dengan nama champignon. (Foto: Pexels-alleksana)

Jenis jamur kancing (Agaricus bisporus) pastilah sudah tidak asing lagi bagi Anda. Bentuknya yang bulat seperti kancing dan berwarna putih mudah ditemukan di supermarket mana saja. Anda pasti banyak menjumpainya sebagai pelengkap makanan seperti pasta atau pizza. Jenis jamur kancing diketahui mampu membantu menurunkan kolesterol, menangkal radikal bebas dan menambah sel darah merah.

2) Kuping

Jenis jamur kuping yang banyak ditemukan di hidangan berkuah. (Foto: Pixabay-Kevin Cannings)
Jenis jamur kuping yang banyak ditemukan di hidangan berkuah. (Foto: Pixabay-Kevin Cannings)

Jenis jamur kuping yang banyak ditemukan di hidangan berkuah. (Foto: Pixabay-Kevin Cannings)

Jamur kuping atau nama ilmiahnya Auricularia auricula-judae adalah jenis jamur yang banyak ditemukan pada hidangan berkuah seperti sup atau capcay. Bentuknya tipis dan lebar dengan tekstur yang kenyal dan warna cokelat. Disinyalir jamur kuping berkhasiat untuk mengatasi panas dalam, menurunkan tekanan darah dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.

3) Shiitake

Jenis jamur shiitake yang banyak ditemukan pada masakan Jepang. (Foto: Pixabay-hjm3141)
Jenis jamur shiitake yang banyak ditemukan pada masakan Jepang. (Foto: Pixabay-hjm3141)

Jenis jamur shiitake yang banyak ditemukan pada masakan Jepang. (Foto: Pixabay-hjm3141)

Jenis jamur shiitake (Lentinula edodes) memiliki kepala yang bulat dan lebar berwarna cokelat dan batang berwarna putih. Teksturnya lembut dan rasanya gurih. Jenis jamur ini banyak ditemukan dalam masakan jepang seperti shabu-shabu atau udon. Bisa digunakan sebagai topping makanan juga. Jenis jamur shiitake dikenal dapat melancarkan peredaran darah, meningkatkan stamina serta mengendalikan kolesterol.

4) Tiram

Jenis jamur tiram berwarna putih dan bentuknya menyerupai tiram. (Foto: Pixabay-NatureFriend)
Jenis jamur tiram berwarna putih dan bentuknya menyerupai tiram. (Foto: Pixabay-NatureFriend)

Jenis jamur tiram berwarna putih dan bentuknya menyerupai tiram. (Foto: Pixabay-NatureFriend)

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) memiliki bentuk lebar-lebar, berwarna putih dan bergerombol seperti payung. Jenis jamur ini mendapatkan namanya karena bentuknya yang menyerupai cangkang tiram. Jenis jamur ini cocok diolah menjadi masakan apa saja, tapi yang paling sedap kalau dibalut tepung dan digoreng hingga jadi jamur krispi.

5) Enoki

Jenis jamur enoki memiliki tekstur yang garing. (Foto: Unsplash-Nathalie Jolie)
Jenis jamur enoki memiliki tekstur yang garing. (Foto: Unsplash-Nathalie Jolie)

Jenis jamur enoki memiliki tekstur yang garing. (Foto: Unsplash-Nathalie Jolie)

Jenis jamur enoki juga berasal dari Jepang, memiliki warna putih dan bentuk panjang kecil dengan kepala bulat di bagian ujungnya. Bentuknya menyerupai tauge. Tekstur jamur enoki lebih garing dan cocok diolah dalam sup seperti shabu-shabu atau sukiyaki, maupun digoreng krispi seperti jamur tiram. Jangan lupa untuk memotong bagian akarnya terlebih dahulu sebelum dimasak, ya.

6) Shimeji

Jamur shimeji cocok untuk melengkapi hidangan sup bersama sayuran lainnya. (Foto: Pexels-Laker)
Jamur shimeji cocok untuk melengkapi hidangan sup bersama sayuran lainnya. (Foto: Pexels-Laker)

Jamur shimeji cocok untuk melengkapi hidangan sup bersama sayuran lainnya. (Foto: Pexels-Laker)

Satu lagi jenis jamur yang berasal dari Jepang, jamur shimeji atau Hypsizygus tessellatus. Jamur ini bentuknya kecil-kecil dan tumbuh bergerombol. Bagian kepalanya bulat menyerupai topi dengan warna cokelat muda. Jenis jamur ini cocok untuk melengkapi hidangan sup atau ditumis bersama sayuran lainnya. Jenis jamur shimeji dikenal dengan khasiat mengatasi nyeri ulu hati dan membantu mengobati masuk angin.

7) Truffle

Truffle adalah jenis jamur paling mahal di dunia. (Foto: Unsplash-amirali mirhashemian)
Truffle adalah jenis jamur paling mahal di dunia. (Foto: Unsplash-amirali mirhashemian)

Truffle adalah jenis jamur paling mahal di dunia. (Foto: Unsplash-amirali mirhashemian)

Jenis jamur truffle dikenal sebagai jamur termahal di dunia, lho. Apakah Anda pernah mencicipi hidangan dengan jenis jamur ini? Bisa jadi belum pernah, ya, karena hidangan jenis jamur ini juga harganya selangit. Jamur ini bisa sangat mahal karena memang terbilang langka. Produksinya cukup sulit dan tidak bisa sembarang dibudidayakan. Jamur truffle harus tumbuh secara alami dan hanya bisa tumbuh di batang pohon ek atau birch.

Memang truffle memiliki aroma yang kuat dan rasa yang lezat jadi tidak heran permintaan pasar juga semakin naik. Selain itu karena kandungan antioksidan yang tinggi, jenis jamur ini dipercaya bisa membantu menurunkan kolesterol, mencegah kanker dan penyakit jantung. Jika Anda tertarik untuk mencicipi jenis jamur ini, mungkin harus mencari ke restoran bintang lima, ya.

Tip Rumah

Agar jamur tidak cepat busuk, simpanlah di wadah atau dengan plastik yang sedikit terbuka agar gas etilen bisa keluar, dan sebaiknya jangan disimpan di kulkas.

4. Waspada Jamur Beracun

Salah satu ciri jenis jamur beracun adalah warna mencolok dan mengeluarkan bau amonia. (Foto: Pexels-Egor Kamelev)
Salah satu ciri jenis jamur beracun adalah warna mencolok dan mengeluarkan bau amonia. (Foto: Pexels-Egor Kamelev)

Salah satu ciri jenis jamur beracun adalah warna mencolok dan mengeluarkan bau amonia. (Foto: Pexels-Egor Kamelev)

Nah, masih ada cukup banyak jenis jamur yang bisa dikonsumsi selain tujuh jenis jamur di atas. Tapi, satu hal yang perlu Anda perhatikan juga adalah bagaimana mengenali jamur beracun dan menghindarinya? Jamur yang dijual di pasaran sebenarnya terjamin bebas akan hal ini, tapi jika menemukan jamur secara alami, ketahui ciri-ciri jamur beracun berikut ini:

  • Warna umumnya lebih mencolok dan bisa bervariasi, mulai dari kuning, hitam, merah hingga jingga

  • Mengeluarkan bau amonia

  • Umumnya memiliki cincin atau cawan pada pangkal batang

  • Tumbuh di tempat yang kotor

  • Jika dipotong dengan pisau dari material stainless steel, akan mengeluarkan noda hitam pada pisau.

  • Berubah warna dan tekstur saat dimasak.

Untuk mencegah mengonsumsi jamur beracun, sebaiknya Anda hindari mencari jamur sendiri di alam liar ya.

Itu dia serba-serbi info seputar jenis jamur yang bisa dimakan. Kandungan gizinya yang tinggi dan rasanya yang nikmati memang membuat hidangan berbahan dasar jamur selalu dicari semua orang. Anda kini juga sudah tahu jenis-jenis jamur yang aman dikonsumsi dan bisa mencoba memasaknya sendiri.

Punya rumah sendiri pastinya ada ada banyak untungnya. Apa saja, sih? Simak video berikut!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya