7 Jenis-Jenis Konjungsi dalam Kalimat dan Paragraf, Lengkap Pengertiannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Jenis-jenis konjungsi ada banyak ragamnya. Konjungsi atau kata hubung merupakan kata atau ungkapan yang berfungsi sebagai penghubung antarkata, antarklausa, atau antarkalimat. Penggunaan konjungsi dalam sebuah kalimat atau paragraf berfungsi agar susunan kata atau kalimat memiliki koherensi (keterkaitan).

Selain itu, konjungsi juga didefinisikan sebagai kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, misalnya kata dengan kata, frasa dengan frasa, dan klausa dengan klausa. Sebagai kata penghubung, konjungsi memiliki ciri khusus yakni tidak terdapat di akhir kalimat dan tidak selalu diikuti nomina (kata benda).

Dalam penggunaannya, konjungsi tidak mengandung suatu makna atau tujuan tertentu. Sebab konjungsi memang hanya berperan sebagai kata penghubung atau kata sambung saja. Beberapa jenis-jenis konjungsi ini antara lain seperti dan, atau, namun, tetapi, dan masih banyak lagi.

Untuk lebih rinci, berikut ini ulasan mengenai pengertian konjungsi menurut para ahli beserta jenis-jenis konjungsi beserta contohnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (5/1/2022).

Pengertian Konjungsi Menurut Para Ahli

Ilustrasi Menulis Kalimat Credit: pexels.com/Tina
Ilustrasi Menulis Kalimat Credit: pexels.com/Tina

Terdapat sejumlah pendapat mengenai pengertian konjungsi menurut para ahli, yaitu:

Moeliono, dkk.

Konjungsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, yaitu kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa.

Taufiqur Rahman

Konjungsi atau kata penghubung merupakan kata yang digunakan untuk menghubungkan antarkalimat, antarklausa serta antarparagraf.

Mulyono

Konjungsi adalah kata yang berfungsi menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antara kata dengan kata, frase dengan frase, kalimat dengan kalimat dan juga paragraf dengan paragraf.

Jenis-Jenis Konjungsi dan Contohnya

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/John
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/John

1. Konjungsi Koordinatif

Jenis-jenis konjungsi yang pertama adalah konjungsi koordinatif. Konjungsi koordinatif adalah menghubungkan dua atau lebih unsur baik kata maupun klausa yang sama pentingnya atau setara. Konjungsi koordinatif hanya menggunakan satu kata untuk menggabungkan dua klausa yang memiliki status setara. Contohnya adalah dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.

2. Konjungsi Subordinatif

Jenis-jenis konjungsi yang lainnya yaitu konjungsi subordinatif. Konjungsi subordinatif adalah menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang sama. Kedua klausa dalam konjungsi subordinatif tidak setara. Klausa yang memiliki tingkatan lebih tinggi disebut induk kalimat sedangkan klausa yang lebih rendah disebut anak kalimat. Berikut pembagian dan contohnya:

a. Penghubung subordinatif atributif: yang.

b. Penghubung subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.

c. Penghubung subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.

d. Penghubung subordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.

e. Penghubung subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.

f. Penghubung subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).

g. Penghubung subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.

h. Penghubung subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.

i. Penghubung subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).

j. Penghubung subordinatif alat: dengan, tanpa.

k. Penghubung subordinatif cara: dengan, tanpa.

l. Penghubung subordinatif komplementasi: bahwa.

m. Penghubung subordinatif perbandingan: sama …. dengan, lebih …. dari(pada).

3. Konjungsi Korelatif

Jenis-jenis konjungsi yang lainnya yaitu konjungsi korelatif. Konjungsi korelatif adalah menghubungkan dua atau lebih unsur (tidak termasuk kalimat) yang memiliki status sintaksis yang sama dan membentuk frasa atau kalimat. Kalimat yang dibentuk agak rumit dan bervariasi, kadang setara, bertingkat, atau bisa juga kalimat dengan dua subjek dan satu predikat. Contohnya adalah baik ... maupun, tidak hanya ..., tetapi juga, bukan hanya ..., melainkan juga, demikian ... sehingga, sedemikian rupa ... sehingga, apa(kah) ... atau, entah ... entah, jangankan ..., ... pun.

4. Konjungsi Antarkalimat

Jenis-jenis konjungsi yang lainnya yaitu konjungsi antarkalimat. Konjungsi antarkalimat adalah merangkaikan dua kalimat, tetapi masing-masing merupakan kalimat sendiri. Berikut pembagian konjungsi antarkalimat dan contohnya:

a. Makna konsekuensi atau akibat: dengan demikian, akibatnya.

b. Makna kebalikan: sebaliknya, berbeda dengan.

c. Makna keadaan setelahnya: kemudian, selanjutnya, setelah itu.

d. Makna keadaan sebenarnya: sebenarnya, sesungguhnya, bahwasanya.

e. Makna keadaan sebelumnya: malahan, bahkan, tak hanya itu.

f. Makna mempertentangkan keadaan sebelumnya: akan tetapi, sayangnya, namun.

g. Makna kesediaan: biarpun begitu, meskipun demikian, walaupun demikian.

Jenis-Jenis Konjungsi dan Contohnya

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Vlada
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Vlada

5. Konjungsi Antarparagraf

Jenis-jenis konjungsi yang lainnya yaitu konjungsi antarparagraf. Konjungsi antarparagraf digunakan untuk mengawali suatu paragraf yang memiliki korelasi dengan paragraf sebelumnya. Contoh dari konjungsi antarparagraf adalah terlebih lagi, disamping, oleh karena itu, berdasarkan, jadi, dan pun.

6. Kata Konjungsi Sederajat

Kata penghubung yang kedudukannya sederajat atau setara terdiri dari beberapa hal berikut:

a. Menggabungkan biasa; dan, dengan, serta.

b. Menggabungkan pilihan: atau.

c. Menggabungkan pertentangan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya.

d. Menggabungkan pembetulan: melainkan, hanya.

e. Menggabungkan penegasan: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan.

f. Menggabungkan batasan: kecuali, hanya.

g. Menggabungkan urutan: lalu, kemudian, selanjutnya.

h. Menggabungkan persamaan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah.

i. Menggabungkan penyimpulan: jadi, karena itu, oleh sebab itu.

7. Kata Konjungsi Bertingkat

Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat dibedakan sebagai berikut:

a. Menyatakan sebab: sebab dan karena.

b. Menyatakan syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apalagi, dan asal.

c. Menyatakan tujuan: agar dan supaya.

d. Menyatakan waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.

e. Menyatakan akibat: sampai, hingga, dan sehingga.

f. Menyatakan sasaran: untuk dan guna.

g. Menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, dan laksana.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel