7 Jenis Kanker yang Paling Sering Menyerang Pria

Liputan6.com, Jakarta Kanker masih menjadi penyakit yang paling ditakuti. Berdasarkan WHO, kanker adalah penyebab kematian nomor dua di dunia, dan bertanggung jawab atas 9,6 juta kematian pada tahun 2018. Secara global, sekitar 1 dari 6 kematian disebabkan oleh kanker.

Kanker bisa terjadi pada siapa saja, pria atau wanita, dari segala umur. Namun, jenis kanker yang sering dialami, bisa berbeda antara pria dan wanita. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti lingkungan, gaya hidup, atau kondisi tubuh.

Menurut data World Cancer Research Fund International, diperkirakan ada 18 juta kasus kanker di seluruh dunia pada tahun 2018. 9,5 juta kasus ini terjadi pada pria dan 8,5 juta pada wanita. Untuk pria, tiga kanker teratas adalah paru-paru, prostat, dan kolorektal. Jenis-jenis kanker ini perlu diwaspadai para pria.

Berikut 7 jenis kanker yang paling sering menyerang pria, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (27/02/2020).

Kanker Paru-paru

Kanker Paru-paru / Sumber: iStockphoto.com

Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada pria di dunia. Orang yang merokok memiliki risiko terbesar terkena kanker paru-paru, meskipun kanker paru-paru juga dapat terjadi pada perokok pasif. Risiko kanker paru-paru meningkat dengan lamanya waktu dan jumlah rokok yang dikonsumsi.

Dokter percaya merokok menyebabkan kanker paru-paru dengan merusak sel-sel yang melapisi paru-paru. Ketika menghirup asap rokok yang penuh dengan zat penyebab kanker (karsinogen), perubahan pada jaringan paru-paru segera dimulai.

Pada awalnya tubuh mungkin dapat memperbaiki kerusakan ini. Tetapi dengan setiap paparan berulang, sel-sel normal yang melapisi paru-paru semakin rusak. Seiring waktu, kerusakan menyebabkan sel bertindak tidak normal dan akhirnya kanker dapat berkembang.

Kanker Prostat

Ilustrasi kanker prostat/copyright shutterstock

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum pada pria. Biasanya kanker prostat tumbuh lambat dan pada awalnya terbatas pada kelenjar prostat, di mana ia mungkin tidak menyebabkan kerusakan serius.

Prostat merupakan  kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani dan mengangkut sperma. Mutasi pada DNA sel abnormal menyebabkan sel tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel normal. Sel-sel abnormal terus hidup, ketika sel-sel lain akan mati. Sel-sel abnormal yang terakumulasi membentuk tumor yang dapat tumbuh untuk menyerang jaringan di dekatnya.

Kanker kolorektal

Kanker kolorektal (Decade 3d Anatomy Online/Shutterstock)

Kanker kolorektal cenderung mempengaruhi pria dan wanita secara setara. Namun, pria cenderung mengembangkannya di usia yang lebih muda. Kanker kolorektal atau kanker usus besar bisa menyerang 1 dari 22 pria. Kanker ini dimulai pada usus besar, bagian terakhir dari saluran pencernaan. Kanker usus besar biasanya memengaruhi orang dewasa yang lebih tua, meskipun itu bisa terjadi pada usia berapa pun.

Biasanya kanker ini dimulai sebagai gumpalan kecil, sel non-kanker (jinak) yang disebut polip yang terbentuk di bagian dalam usus besar. Seiring waktu beberapa polip ini dapat menjadi kanker usus besar. Menurut WHO (World Health Organization) kanker kolorektal adalah tumor paling umum kedua di antara pria dan wanita, setelah tumor paru-paru.

Kanker lambung

Kanker lambung

Kanker lambung atau yang juga dikenal dengan kanker perut. Kanker lambung biasanya dimulai pada sel-sel penghasil lendir yang melapisi perut. Jenis kanker ini disebut adenokarsinoma. Kanker lambung terjadi ketika sel-sel yang biasanya sehat dalam sistem pencernaan bagian atas menjadi kanker dan tumbuh di luar kendali, membentuk tumor. Kanker lambung  cenderung berkembang selama bertahun-tahun.

Kanker lambung secara langsung terkait dengan tumor di perut. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengembangkan sel kanker ini. Faktor-faktor risiko ini termasuk penyakit dan kondisi tertentu. Kanker lambung dikaitkan dengan penderita penyakit refluks gastrointestinal (GERD) imun yang lemah, dengan obesitas dan merokok.

Kanker hati

Kanker hati (Magic-mine/Shutterstock)

Menurut American Cancer Society, pria tiga kali lebih berisiko terkena kanker hati. Kanker hati terjadi ketika sel-sel hati mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA mereka. Terkadang penyebab kanker hati diketahui, seperti dengan infeksi hepatitis kronis. Tetapi kadang-kadang kanker hati terjadi pada orang tanpa penyakit yang mendasarinya dan tidak jelas apa penyebabnya.

Beberapa jenis kanker dapat terbentuk di hati. Jenis kanker hati yang paling umum adalah karsinoma hepatoseluler, yang dimulai pada jenis utama sel hati (hepatosit). Jenis kanker hati lainnya, seperti kolangiokarsinoma intrahepatik dan hepatoblastoma, jauh lebih jarang terjadi.

Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih / Sumber: iStockphoto

Kanker kandung kemih terjadi pada pria lebih sering daripada pada wanita dan biasanya mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua, meskipun itu bisa terjadi pada usia berapa pun. Kanker kandung kemih paling sering dimulai pada sel-sel (sel urothelial) yang melapisi bagian dalam kandung kemih.

Penyebab kanker kandung kemih meliputi merokok dan penggunaan tembakau lainnya, paparan bahan kimia terutama yang bekerja di pekerjaan dengan paparan bahan kimia, paparan radiasi, iritasi kronis pada lapisan kandung kemih, hingga infeksi parasite.

Kanker kerongkongan

Iritasi Kerongkongan / Sumber: iStockphoto

Kanker kerongkongan adalah kanker yang terjadi di tabung panjang berlubang yang membentang dari tenggorokan ke perut. Kanker kerongkongan biasanya dimulai pada sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan. Kanker kerongkongan dapat terjadi di mana saja di sepanjang kerongkongan. Lebih banyak pria daripada wanita yang menderita kanker kerongkongan.

Kanker kerongkongan adalah penyebab keenam paling umum dari kematian akibat kanker di seluruh dunia. Risiko kanker kerongkongan biasanya meliputi kebiasaan merokok, GERD, dan obesitas.