7 Jenis Makanan Penambah Nafsu Makan untuk Buka Puasa

Liputan6.com, Jakarta Umumnya saat berpuasa nafsu makan justru akan meningkat hingga membuat banyak orang berlebihan menyantap hidangan saat buka puasa. Namun tidak jarang ada sebagian orang yang justru kehilangan nafsu makan ketika menjalankan ibadah puasa. 

Tentu bagi mereka, berpuasa bukan sesuatu yang memberatkan karena mereka memang sedang tidak nafsu makan. Solusinya bisa dengan mengonsumsi jenis makanan penambah nafsu makan untuk buka puasa.

Mengonsumsi jenis makanan penambah nafsu makan tentu perlu sekali dilakukan. Jangan sampai sudah menahan haus dan lapar seharian tetapi justru asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak tercukupi dengan seimbang. Pasalnya tidak memiliki nafsu makan yang baik juga bukan pertanda baik untuk tubuh manusia, apalagi saat sedang menjalankan ibadah puasa. Metabolisme tubuh sudah pasti akan terganggu.

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan. Mulai dari psikologis, efek samping obat-obatan, sampai penyakit tertentu. Tetapi umumnya memang disebabkan oleh faktor psikologis yakni stres dan depresi. Otak akan melepas hormon adrenalin yang kemudian membuat jantung berdetak lebih cepat dan membuat sistem pencernaan melambat. Dan dengan mengonsumsi jenis makanan penambah nafsu makan saat buka puasa, masalah nutrisi sedikit banyak dapat diatasi.

Berikut penjelasan mengenai jenis makanan penambah nafsu makan yang sudah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (6/5/2020).

Jenis Makanan Penambah Nafsu Makan

Ilustrasi Selai Kacang (Arisara T/Shutterstock)

Makanan Tinggi Kalori

Saat sedang tidak nafsu makan, tubuh akan menjadi lemas. Hal ini disebabkan karena kalori yang bisa dibakar oleh tubuh menjadi sangat sedikit jumlahnya. Semakin merasa lemas, selera makan pun akan semakin lenyap. Dan ini jelas sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Agar siklus berbahaya ini dapat segera diatasi, makanan yang tinggi kalori bisa menjadi penyelamat tubuh saat buka puasa. Siasati dengan memaksimalkan asupan kalori setiap kali makan, meskipun porsinya tidak banyak. Bisa mengonsumsi roti dengan selai kacang daripada meises cokelat misalnya. Memilih selai kacang karena selain ini sangat tinggi kalori dan kaya protein, serat, dan mineral yang bisa membuat badan terasa lebih bugar. Atau bisa juga dengan mengandalkan ubi, jagung, mentega, keju, santan kelapa, dan salmon.

Rempah-Rempah

Kayu manis, jahe, dan lada merupakan bahan-bahan alami yang dipercaya sangat berkhasiat untuk menambah nafsu makan. Bahan rempah ini bisa ditambahkan pada masakan atau menyeduhnya menjadi teh yang dicampur dengan kayu manis dan jahe. Rempah-rempah inilah yang nantinya mampu merangsang sistem pencernaan menjadi lebih cepat bekerja. Selain itu, jahe juga terbukti ampuh mengurangi sakit perut atau mual yang membuat kebanyakan orang yang tidak memiliki nafsu makan. nafsu makan.

 

Jenis Makanan Penambah Nafsu Makan

Sayuran Hijau

Sayuran Pahit

Ternyata sayuran yang pahit seperti daun singkong, daun pepaya, dan sawi pahit sangat bisa diandalkan untuk merangsang produksi cairan empedu. Fungsi dari cairan empedu ini sangat baik untuk sistem pencernaan dan sangat berguna untuk merangsang nafsu makan. Jika rasa pahit sayuran tersebut justru membuat nafsu makan semakin hilang, siasati cara mengolahnya menjadi sayur kuah yang gurih dan tinggi kalori atau sebisa mungkin olah sampai rasa pahit sayuran ini hilang.

Sayuran Penambah Nafsu Makan

Ada juga sayuran penambah nafsu makan yang dipercaya memiliki khasiat alami meningkatkan nafsu makan. Misalnya saja seperti tomat, mentimun, bawang putih, dan lobak. Hal ini disebabkan karena sayuran ini sangat kaya akan berbagai vitamin dan zat yang bisa membantu mengembalikan nutrisi yang hilang atau melawan infeksi.

Jenis Makanan Penambah Nafsu Makan

ilustrasi/copyright shutterstock.com

Buah-buahan

Bisa juga dengan mulai mengonsumsi buah-buahan sebagai camilan yang sehat, bisa lebih mengenyangkan, dan mampu merehidrasi tubuh saat buka puasa. Selain mengenyangkan dan mampu merehidrasi, pilih juga buah yang bisa mengembalikan nafsu makan. Misalnya saja seperti anggur, lemon, apel, dan beri hitam (blackberry). Buah-buahan ini sangat bisa diandalkan untuk merangsang produksi enzim dan cairan empedu, yang bertugas untuk menjaga sistem pencernaan bisa bekerja dengan baik.

Es Krim

Es krim memiliki tekstur yang sangat lembut, hingga mudah dicerna oleh tubuh manusia. Rasanya pun juga cukup nikmat, jadi tidak heran jika menyantap es krim ternyata dapat membuat kecanduan. Hal ini disebabkan karena es krim dibuat dengan sejumlah gula dan susu, yang dapat membantu merangsang otak layaknya efek obat-obatan yang mendorong perilaku kecanduan.

Saat tubuh terasa tidak sehat, secara otomatis tubuh akan mencari asupan gula untuk meminimalisir. Tetapi jangan terlalu banyak mengonsumsi es krim dengan olahan cokelat, vannila, dan strawberry ya. lebih baik konsumsi es krim yang kaya vitamin seperti es krim yang terbuat dari kacang hijau atau ketan hitam.

Cokelat

Cokelat memiliki cita rasa manis yang cukup nikmat, jadi tidak heran jika saat mengonsumsi cokelat bisa membuat siapa saja menjadi ketagihan saat menyantapnya. Hal ini disebabkan karena cokelat mengandung senyawa alami yang dapat merangsang produksi dopamin atau hormon kebahagiaan dalam otak, sehingga tubuh akan merasa ‘kecanduan’ setelah menyantap cokelat.

Penyebab Tidak Nafsu Makan

ilustrasi stres/copyright By TORWAISTUDIO (Shutterstock)

Infeksi

Ada beberapa infeksi yang bisa menyebabkan nafsu makan hilang. Seperti radang pada paru-paru dan sistem pernapasan (pneumonia, hepatitis, dan influenza). Selain itu, infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh seperti HIV dan leukimia juga memiliki peran sangat besar terhadap selera makan seseorang.

Penyakit

Saat sedang sakit atau tidak enak badan, lumrahnya memang banyak orang akan kehilangan nafsu makan. Terutama jika penyakit ini berkaitan dengan gangguan pencernaan seperti tifus, penyakit Crohn, penyakit Celiac yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap gluten, hingga kanker usus besar.

Selain itu, tidak nafsu makan juga bisa menandakan gangguan kesehatan lain seperti penyakit jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal.

Tidak hanya penyakit yang menyerang fisik, tetapi penyakit yang menyerang kondisi kejiwaan seseorang seperti depresi, serangan kecemasan, atau skizofrenia juga biasanya muncul dengan pertanda hilangnya selera makan.

Stres atau Kelelahan

Penting untuk diketahui bahwa kebanyakan pikiran atau kelelahan juga sangat berisiko memicu hilangnya nafsu makan. Namun, pada setiap orang gejalanya bisa berbeda-beda. Ada juga yang justru menjadi sering merasa lapar kalau banyak pikiran.