7 Jersey Piala Dunia Paling Ikonik Sepanjang Masa

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2022 akan memberi warna tersendiri pada periode akhir tahun ini. Sajian dribel, tembakan sampai sundulan ciamik menjadi 'bahan olahan' yang tak boleh terlewatkan begitu saja.

Qatar 2022 akan berlangsung pada 20 November 2022. Selama sebulan, panggung malam WIB akan berhias ragam pertandingan papan atas. Ratusan juta pasang mata penduduk Indonesia akan menjadi saksi, siapa yang bakal berjaya di event empat tahunan milik FIFA tersebut.

Piala Dunia edisi ke-22 tentunya tak hanya dihiasi aksi sederet pemain bintang seperti Lionel Messi (Argentina), Cristiano Ronaldo (Portugal), dan Karim Benzema (Prancis). Sisi lain yang bakal menarik atensi adalah pamer jersey dari 32 negara peserta.

Sebagian besar peserta sudah merilis jersey yang akan mereka kenakan di Qatar nanti, baik kandang maupun tandang. Kamu suka yang mana? Di bawah ini ada tujuh jersey paling legendaris dalam sejarah Piala Dunia.

 

Nigeria (2018)

Jersey kandang Piala Dunia 2018 Nigeria adalah satu kreasi paling berani dalam sejarah. Dibuat oleh Nike, jersey home mereka meneriakkan streetwear.

Memamerkan kerah bundar, seragam ini menonjol berkat pola zig-zag yang tajam di seluruh kemeja. Menampilkan warna yang lebih terang hijau dan putih polos, lengan hitam-putih bermotif zig-zag.

Sayang, dengan jersey kerennya, Nigeria gagal melangkag ke babak 16 besar alias tersingkir di Grup D.

 

Meksiko (1994)

Meksiko punya kegemaran mengenakan kaus ikonik. Jersey Piala Dunia 1994 bisa dibilang yang terbaik yang pernah mereka miliki. Dibuat oleh Umbro, jersey home Meksiko memiliki kerah polo yang rapi, torso berpola, dan jahitan merah di bagian lengan.

Mengenakan jersey yang dibuat dengan indah, Meksiko melaju hingga babak 16 besar sebelum dijegal Bulgaria melalui adu penalti.

 

Kamerun (2002)

<p>Jersey Kamerun (2002)</p>

Jersey Kamerun (2002)

Sebelum Piala Dunia 2002, Puma membuat seragam kandang dan tandang tanpa lengan untuk Kamerun di Piala Afrika. Memamerkan perlengkapan tanpa lengan yang unik, Kamerun memenangkan turnamen bergengsi tersebut.

FIFA, bagaimanapun, bersikeras jersey tanpa lengan tidak diperbolehkan. Walhasil, Kamerun membuat perubahan jersey untuk Piala Dunia. Alih-alih mengubah semuanya, Kamerun memilih mengenakan lengan hitam di bawah jersey sehingga terlihat seperti rompi.

Sayangnya, penggemar tidak bisa menikmati Samuel Eto'o dkk melangkah lebih jauh. Mereka terpuruk di fase grup.

 

Jerman (2014)

Philipp Lahm, kapten Timnas Jerman ini memutuskan pensiun setelah menjuarai Piala Dunia 2014 saat berusia 31 tahun. Lahm telah bermain dalam 113 pertandingan Timnas Jerman dan saat ini masih bermain untuk Bayern Munchen. (AFP/Fabrice Coffrini)
Philipp Lahm, kapten Timnas Jerman ini memutuskan pensiun setelah menjuarai Piala Dunia 2014 saat berusia 31 tahun. Lahm telah bermain dalam 113 pertandingan Timnas Jerman dan saat ini masih bermain untuk Bayern Munchen. (AFP/Fabrice Coffrini)

Jersey kandang Jerman di edisi ini terukir selamanya dalam ingatan para pendukung mereka. Didesain Adidas, jersey kandang Jerman sangat rapi.

Jerman menggunakan grafik merah marun berbentuk sayap di seluruh batang tubuh dan ada tiga garis ikonik di sepanjang lengan. Tentu saja, Jerman memenangkan Piala Dunia FIFA keempat mereka dengan mengenakan jersey yang sama pada tahun 2014.

Mario Gotze mencetak gol yang sangat penting dalam kemenangan 1-0 atas Argentina.

 

Argentina (1986)

Penyerang Argentina, Diego Maradona, mengangkat trofi Piala Dunia saat usai mengalahkan Jerman Barat pada laga final Piala Dunia 1986 di Meksiko, (29/6/1986). (Photo by - / AFP)
Penyerang Argentina, Diego Maradona, mengangkat trofi Piala Dunia saat usai mengalahkan Jerman Barat pada laga final Piala Dunia 1986 di Meksiko, (29/6/1986). (Photo by - / AFP)

Raksasa Amerika Selatan, Argentina, memiliki seragam yang bagus di Piala Dunia 1986 dengan sedikit variasi di sepanjang jalan. Ini merupakan jersey yang paling ikonik.

Jersey kandang hanya memiliki dua warna: nila dan putih. Garis-garis panjang alternatif dari dua warna mengisi seluruh jersey.

Mengenakan kaus paling sederhana dan berkelas, Diego Maradona memimpin negaranya meraih kemenangan penting di akhir turnamen. Pada babak final, Tim Tango mengalahkan Jerman Barat 3-2.

 

Prancis (1998)

Prancis tantang Brasil di Final Piala Dunia 1998 (AFP/Rabih Moghrabi)
Prancis tantang Brasil di Final Piala Dunia 1998 (AFP/Rabih Moghrabi)

Jersey kandang buatan Adidas memiliki dasar biru tua serta sebuah logo di bagian bawah. Lengan terlihat longgar dengan tiga garis horizontal putih di sekitar perut dan pita merah di batang tubuh.

Dari Zinedine Zidane hingga Thierry Henry, semua orang dengan mudah melakukan penampilan saat mereka melaju ke final di negara sendiri. Di partai pamungkas, tuan rumah menggebuk Brasil 3-0.

 

Brasil (2002)

Ronaldo saat membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2002. (Bola.com/Dok. FIFA)
Ronaldo saat membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2002. (Bola.com/Dok. FIFA)

Brasil merupakan negara paling sukses dalam sejarah turnamen terakbar dan terbesar. Mereka sudah mengantongi lima trofi, termasuk di edisi ini.

Dibuat oleh Nike, jersey kandang terkesan sederhana namun menarik perhatian. Didominasi warna kuning dan hijau, Ronaldo dkk terlihat mencolok di lapangan hijau.

Berbalut jersey ini, Brasil tampil sebagai juara setelah mengalahkan Jerman 2-0 di final.