7 Kampung Wisata Tematik di Kota Malang Sudah Dibuka

·Bacaan 2 menit
Kampung Warna-Warni Malang sudah dibuka untuk kegiatan pariwisata. Ditiap pintu masuk dipasang aplikasi PeduliLindungi (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Malang - Tujuh kampung wisata di Malang kota sudah dibuka untuk wisatawan dengan kuota secara terbatas. Kebijakan itu seiring dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota ini telah turun di level 2.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan ketujuh kampung wisata di Malang kota itu telah dilengkapi aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu syarat yang ditentukan pemerintah.

"Sudah dibuka sejak beberapa minggu lalu. Tentu juga dengan kuota kunjungan yang terbatas," kata Ida Ayu di Malang, Rabu, 3 November 2021.

Tujuh kampung wisata tematik yang sudah buka itu yakni Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Tempe Sanan, Kuburan Londo, Kampung Terapi Hijau, Kampung Heritage Kayutangan, Kampung Celaket dan Kampung Budaya Polowijen.

Status PPKM Kota Malang di level 2 serta telah mendapat restu dari Kemenparekraf jadi dasar pembukaan kampung wisata. QR Code aplikasi PeduliLindungi dari Pusdatin Kemenkes juga sudah dipasang di tujuh kampung wisata tematik tersebut sebagai salah satu syarat masuk.

“Pengunjung harus memakai aplikasi itu, tentu tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” ucap Ida Ayu.

Sementara itu QR Code PeduliLindungi di Kampung Warna-Warni Jodipan telah dipasang di tiga pintu masuk sejak dua Minggu lalu. Meski begitu, belum banyak wisatawan yang berkunjung. Di akhir pekan pun tak sampai 50 orang tamu datang berkunjung.

“Masih sepi, jangankan hari biasa. Akhir pekan pun belum ramai," kata Erniati, seorang warga yang bertugas di loket masuk Kampung Warna-Warni.

Meski begitu, ada kelonggaran terhadap pengunjung yang tak memiliki aplikasi PeduliLindungi. Namun cuci tangan dan penggunaan masker jadi syarat wajib yang harus dipatuhi bila ingin masuk di salah satu ikon wisata di Malang ini.

“Belum semua punya PeduliLindungi. Tapi kalau tak pakai masker ya tidak boleh masuk,” ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pembukaan Kampung Wisata Lainnya

Di Kota Malang ada 17 kampung wisata tematik yang aktif dengan tujuh di antaranya sudah buka untuk kegiatan wisata. Kampung wisata lainnya bisa segera menyusul dibuka dengan catatan juga menyediakan layanan PeduliLindungi.

“Sampai pagi ini sudah tujuh kampung wisata yang mengajukan QR Code PeduliLindungi. Pengelola bisa mengajukan sendiri, bisa juga lewat kami,” kata Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni.

Pemindai aplikasi pelacakan dari Pusdatin Kemenkes akan langsung dikirim ke masing – masing kampung wisata. Karena itu di tiap wisata tematik itu harus ada penanggungjawab dan harus aktif mengecek surat elektroniknya.

“Bila dikirim, bisa langsung diaktifkan dalam waktu satu hari. Kalau lewat waktunya ya bisa dinonaktifkan,karena itu penanggungjawabnya harus aktif,” urai Ida.

Selama status PPKM Kota Malang tetap level 2, maka tempat wisata itu boleh buka. Termasuk selama libur akhir tahun mendatang. Namun dengan catatan tak boleh membuat kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel