7 Kebiasaan yang Bikin Metabolisme Melambat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Salah satu hal yang memengaruhi berat badan seseorang lebih cepat naik atau berkurang adalah metabolisme. Selain berat badan, metabolisme juga membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah, kolesterol, trigliserida, detak jantung, dan pernapasan.

Selain karena kondisi bawaan tubuh seseorang, lambatnya metabolisme juga dapat terjadi karena beberapa kebiasaan berikut ini:

Makan Terlalu Sedikit

Banyak orang salah mengartikan bahwa makan sedikit kalori, akan membantu mereka menurunkan berat badan. Padahal dengan membatasi asupan kalori secara berlebihan, dapat menurunkan metabolisme tubuh lho.

Tentu saja makan yang terlalu sedikit ditambah membatasi asupan kalori, dapat membuatmu lebih menderita karena merasa kelaparan. Nantinya kondisi tersebut dapat membuatmu jadi berlebihan ketika mengonsumsi makanan.

Kurang Olahraga

Pandemi membuat kita memang jadi kurang bergerak. Duduk berdiam lama di depan laptop selama berjam-jam, ditambah nggak pernah berolahraga, tentu membuat laju metabolisme kita melambat.

Ketika kurang berolahraga, massa otot kita pun perlahan akan 'menghilang' yang disebabkan karena penurunan metabolisme.

Kurang Asupan Protein

Untuk menurunkan berat badan yang sehat, diperlukan asupan protein yang cukup. Ya, protein dapat mengurangi nafsu makan dan meningkatkan perasaan kenyang yang lebih lama, serta mempercepat pembakaran kalori.

Kurang Tidur

Tidur berkualitas dengan waktu yang cukup adalah salah satu cara menjaga kesehatan secara keseluruhan. Namun, jika kamu adalah orang yang suka begadang dan tidur lebih sedikit, tentunya dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.

Ya, risiko penyakit pun mengintai. Mulai dari penyakit jantung, diabetes, hingga depresi. Selain itu, kurang tidur juga dapat menurunkan tingkat metabolisme dan kamu kehilangan untuk menjaga berat badan ideal.

Terlalu Banyak Karbohidrat Olahan

Roti, wafel, kue kering, pizza adalahs edert karbohidrat olahan yang memiliki kandungan gizi sangat sedikit. Jika kamu memutuskan untuk menurunkan berat badan hanya dengan makan roti, itu keliru.

Kamu harus tahu lebih dulu, mana karbohidrat olahan dan karbohidrat kompleks. Ketika terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat olahan, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan tubuh sulit untuk memecah energi, sehingga metabolisme melambat.

Diet Ketat

Makan sedikit, makan terlalu banyak, bahkan diet ketat, semuanya ternyata dapat memperlambat dan menurunkan metabolisme tubuh. Hal ini tentu nggak baik untuk kesehatanmu.

Di awal-awal, mungkin dietmu berhasil menurunkan berat badan. Namun lama kelamaan, diet ekstrem yang kamu lakukan, dapat menyebabkan efek yo-yo. Artinya, kamu lebih mudah kurus dan lebih cepat pula untuk kembali ke berat badan semula.

Kurang Minum Air Putih

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air minum dapat membantu membakar kalori. Ya, 90 menit setelah minum air putih kalori dapat terbakar 2-3% lebih banyak.

Tanpa air, tubuh nggak bisa memetabolisme lemak dan karbohidrat yang tersimpan dengan baik. Proses metabolisme lemak ini disebut lipolisis.

Jadi, saat molekul air berinteraksi dengan trigliserida (lemak) tercipta gliserol dan asam lemak. Proses ini dinamakan hidrolisis dan di sinilah pembakaran lemak terjadi.

Oleh karena itu, untuk menjaga tubuh terhidrasi dengan baik dan menjaga metabolisme tubuh tetap lancar, kamu wajib mengonsumsi air mineral minimal tiga liter per hari.

Untuk menjaga kualitas air minum, pilihlah air yang terbukti dan teruji klinis serta berasal dari sumber mata air pegunungan terpilih yang dikemas secara higienis dan aman karena tidak tersentuh tangan manusia, sehingga mineral alaminya tetap terjaga sampai ke tanganmu

So, yuk mulai menjaga kesehatan dengan cara mencukupi kebutuhan cairan, agar tubuh terhidrasi dengan baik, demi mengurangi risiko gangguan kesehatan.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel